Anjlok Sehari, Harga Minyak Dunia Mulai Merangkak Naik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Anjlok Sehari, Harga Minyak Dunia Mulai Merangkak Naik


ILSUTRASI: Kilang minyak. (FOTO: Istimewa)

BISNIS

Anjlok Sehari, Harga Minyak Dunia Mulai Merangkak Naik


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Harga minyak dunia kembali menguat. Padahal pada Senin (9/3) kemarin, harga minyak dunia mengalami penurunan drastis di mana minyak mentah Brent menjadi USD 31,02 dan West Texas Intermediate (WTI) USD 30.

Pada pagi hari ini, Selasa (10/3), dikutip dari JawaPos.com, di awal perdagangan minyak mentah Brent dibuka dengan harga USD 35,88 atau naik 4,42 persen. Sedangkan, minyak mentah WTI naik menjadi USD 32,5 atau 4,4 persen.

Pihak dari Arab Saudi memangkas harga minyak mentah resminya dan mengancam untuk menurunkan produksi sementara waktu. Sedangkan, Rusia mengatakan akan meningkatkan produksi untuk bulan depan.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengindikasikan bahwa pihaknya siap untuk perang dengan Arab Saudi. Ia pun yakin akan produksi industri energi di negaranya.

“Kita memiliki ketahanan keuangan yang cukup untuk tetap kompetitif di setiap tingkat harga perkiraan, dan untuk mempertahankan pangsa pasarnya,” terangnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) Fatih Birol memperingatkan bahwa memulai perselisihan dengan Rusia adalah keputusan yang salah. “Memulai perang dengan Rusia di pasar minyak mungkin memiliki konsekuensi yang sangat buruk,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan turunnya harga minyak dunia ini bisa menekan beban impor minyak Indonesia.

“Bagi Indonesia dengan harga minyak yang turun dalam kondisi ekonomi yang tertekan ini jadi salah satu bentuk positif dalam artian bisa stimulate, tidak bebani (impor),” kata dia di kantornya, Senin (9/3).

Namun, menurutnya, hal ini bisa menimbulkan ketidakpastian yang lebih besar terhadap capital market. Dampak psikologisnya akan mempengaruhi dari sisi harga energi yang menjadi lebih murah.

“Untuk Indonesia kita lihat dari berbagai aspek kalau selama ini impor minyak cukup besar berarti harga minyak menjadi sesuatu yang bisa menurunkan beban dari pertamina mengimpor,” tuturnya.

Akan tetapi, dari sisi APBN, penurunan ini tentunya mempengaruhi penerimaan negara, seperti PPh Migas dan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) SDA (sumber daya alam) Migas.

“Untuk APBN tentu penerimaan dari minyak harga yang melemah, kemudian volume juga menurun karena ekspor dan produksi juga menurun, dan juga dari sisi nilai tukar,” tutup dia.

Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia pada Senin (9/3) sempat anjlok setelah adanya perselisihan antara kedua negara yang tergabung dalam OPEC, yaitu Arab Saudi dan Rusia. Bahkan, penurunan ini merupakan yang terdalam setelah 1991. (JawaPos.com)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top