Gagal di Yordania, Masih Ada Satu Kesempatan di Paris | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gagal di Yordania, Masih Ada Satu Kesempatan di Paris


(Dari kiri) Hermensen Ballo (Pelatih), petinju Maikhel Muskita, Roberto Barbaro (Pelatih) dan Manajer Tim, Hengky Silatang di Amman, Yordania dalam babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. (FOTO: Hermensen Ballo for TIMEXKUPANG.com)

SPORT

Gagal di Yordania, Masih Ada Satu Kesempatan di Paris


4 Petinju Indonesia Gagal Rebut Tiket Olimpiade Tokyo 2020

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Harapan Pengurus Pusat (PP) Pertina Indonesia untuk meloloskan petinjunya ke Olimpiade Tokyo 2020 dalam babak kualifikasi (Pra Olimpiade) yang berlangsung di Amman, Yordania belum berhasil diwujudkan empat petinju yang diturunkan diajang ini.

Silpa Lau Ratu, Aldom Suguro, Lucky Hari dan Maikhel Muskita bersama pelatih Roberto Barbaro serta Hermensen Ballo telah berusaha menampilkan yang terbaik dalam ajang ini, hanya kesempatan untuk merebut tiket ke Olimpiade Tokyo 2020 gagal diwujudkan keempat petinju ini.

Indonesia sebenarnya punya harapan merebut satu tiket ke Tokyo melalui petinju kelas menengah 75kg, Maikhel Muskita yang sempat lolos ke babak perdelapan final, namun kandas di tangan petinju India, Ashis Kumar.

Maikhel yang punya peluang merebut satu tiket terakhir dikelas ini, dalam laga melawan petinju Mongolia di Prince Hamzah International Hall, Amman, Yordania, Senin (9/3) malam Wita atau Senin petang waktu Yordania juga belum berhasil meraih harapan itu.

Maikhel menurut pelatih Hermensen Ballo kepada TIMEXKUPANG.com, Selasa (10/3) dinihari menyebutkan, salah satu petinju andalan Indonesia ini kalah angka mutlak atas petinju Mongolia, Otgonbaatar Byamba-Erdene.

BACA JUGA: 3 Olimpiade Tanpa Petinju Indonesia, Begini Kata Johni Asadoma

“Anak-anak sudah berjuang maksimal. Namun kita belum mendapat kesempatan untuk lolos ke Tokyo di babak kualifikasi ini,” ungkap Hermensen.

Dengan hasil tersebut, lanjut Hermensen, harapan merebut tiket ke Olimpiade Tokyo 2020 masih tersisa satu kesempatan, yakni melalui kejuaraan dunia tinju di Paris, Prancis pada 13 – 23 Mei 2020 nanti.

Menurut Hermensen, sesuai konsep PP Pertina, setelah tim tinju ini kembali dari Yordania, kemungkinan hanya seminggu berada di Kupang lalu berangkat ke Jakarta dan selanjutnya menuju Kuba bulan April 2020.

“Semua ini masih berupa konsep, semoga semuanya berjalan baik dan harapan merebut tiket ke Olimpiade Tokyo 2020 juga bisa terwujud,” ungkap Hermensen.

Sebelumnya, Ketua Umum PP Pertina, Johni Asadoma mengatakan, pihaknya menaruh harapan pada babak kualifikasi di Yordania ini bisa meloloskan atlet ke Tokyo. Namun Johni menyadari bahwa kesiapan petinju Indonesia terhambat pada mitra tanding (sparing partner) yang tak sepadan, sehingga pelatih Roberto Barbaro yang asal Kuba itu mengusulkan agar setelah dari Yordania, untuk persiapan ke Paris, Prancis TC bisa dilakukan di Kuba. Tujuannya agar para petinju mendapatkan mitra tanding yang lebih berkualitas. (aln)

Komentar

Berita lainnya SPORT

To Top