Sudah 2 Pasien Meninggal, DBD di TTU Capai 57 Kasus | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sudah 2 Pasien Meninggal, DBD di TTU Capai 57 Kasus


FOGGING. Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten TTU dipimpin langsung oleh Plt Kadis Kesehatan, Thomas Laka melakukan fogging di wilayah Kecamatan Kota Kefamenanu. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Sudah 2 Pasien Meninggal, DBD di TTU Capai 57 Kasus


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pasien Deman Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus mengalami peningkatan. Hingga kini, tercatat sudah dua orang meninggal dunia dari total 57 kasus DBD yang terjadi di daerah tersebut dari data sebelumnya hanya 9 kasus.

Bahkan hingga kini terdapat 158 pasien yang dicurigai memiliki gejala DBD dan sementara menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten TTU.

Berdasarkan data yang dihimpun TIMEXKUPANG.com dari Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, pasien yang meninggal akibat DBD, yakni Anastasia Kanam, 12, warga Desa Maukabatan, Kecamatan Biboki Anleu, dan Tiara Uli Tadu, 5, warga Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Thomas Laka media ini di Kefamenanu, Selasa (10/3) mengatakan, kasus DBD di TTU terus meningkat dan terjadi secara sporadis serta menyebar di seluruh wilayah kecamatan di daerah tersebut.

“Kasus BDB di TTU meningkat secara signifikan dari data sebelumnya hanya 9 kasus, kini menjadi 57 Kasus. Bahkan korban yang meninggal dunia pun bertambah menjadi 2 orang,” ungkap Thomas Laka.

Thomas Laka menyebutkan, kasus DBD tersebut mayoritas terjadi di tiga Kecamatan yang terletak di Pantai Utara, yakni Kecamatan Insana Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, dan Kecamatan Biboki Anleu.

Guna mengatasi masalah tersebut, lanjut Thomas Laka, pihaknya telah melakukan kegiatan pencegahan baik berupa fogging maupun penyuluhan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

“Kita juga upayakan penyuluhan keliling bekerjasama dengan Danramil, Kapolsek, Pak Camat, dan petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar mereka dapat menerapkan pola hidup sehat,” jelasnya.

Upaya pencegahan lainnya yang dilakukan Dinas Kesehatan untuk memutuskan rantai penyebaran DBD, kata Thomas, yakni membagikan antiseptik kepada masyarakat.

Thomas berharap, masyarakat dapat menjaga dan meningkatkan pola hidup sehat sehingga tidak mudah terserang penyakit DBD maupun penyakit menular lainnya.

“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin dan sekarang tergantung masyarakat saja apakah ingin merubah pola hidup atau tidak karena di wilayah pantura tidak ada pembagian wilayah antara pemukiman dan peternakan sehingga DBD menyebar dengan cepat,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top