Virus Korona Bawa Pengaruh Negatif untuk Pariwisata NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Virus Korona Bawa Pengaruh Negatif untuk Pariwisata NTT


SEMPAT DITOLAK. Sejumlah wisatawan saat turun dari kapal pesiar MV Coral Adventurer yang berlabuh di pelabuhan Ipi Ende, Senin (2/3) lalu. Kapal ini sempat akan ditolak bersandar dan menurunkan penumpangnya di pelabuhan karena isu virus korona. Namun para turis asal Australia ini bisa turun dari kapal setelah mendapat izin dari Bupati Ende.

BISNIS

Virus Korona Bawa Pengaruh Negatif untuk Pariwisata NTT


Saling Koordinasi Tingkatkan Kesiagaan di Pintu Masuk

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi NTT, I Wayan Darmawa menjelaskan, sejak isu korona (Covid-19) muncul, geliat pariwisata di NTT seakan lesu.

Dinas Parekraf NTT menyadari bahwa dampak dari virus ini membawa dampak negatif terhadap dunia pariwisata di Bumi Flobamora.

Oleh karena itu, Wayan Darmawa mengaku pihaknya telah membangun komunikasi dengan dinas terkait di seluruh kabupaten/kota se NTT. Koordinasi ini tujuannya untuk meneruskan kebijakan penanganan virus korona dan bersurat untuk mengkoordinir dampak korona.

“Terjadi penurunan kunjungan (Wisata, Red) sehingga tingkat hunian hotel menurun. Ini sudah dirilis secara nasional oleh Kemenparekraf,” jelas mantan Kepala Bappeda NTT itu.

Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap wisatawan asal Australia di atas Kapal Pesiar MV Coral Adventurer yang berlabuh di Perairan Pantai Toblolong, Kabupaten Kupang, Sabtu (29/2). (FOTO: HENGKY YANDRES JOZUA for TIMEX)

Ditanya terkait kesiapan NTT menghadapi pengaruh negatif korona terhadap dunia pariwisata, Wayan katakan, pemerintah pusat secara nasional telah mengambil kebijakan.

“Kalau kebijakan lokal, lebih ke kesiapsiagaan pintu masuk dan kewaspadaan sesuai sisdurnas,” tambahnya.

Terpisah, Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi NTT, Yohanes Rumat mengaku perusahan travelnya belum mengalami kerugian terhadap pelayanan tamu akibat menyebarnya informasi virus korona.

Tetapi Owner pada PT Oceania World Travel itu mengatakan, isu korona ini menjadi hambatan serius karena sudah direncanakan Maret ini ada tamu 150 wisatawan Amerika, menggunakan kapal Wind Start, mau melakukan tour melalui rute Baun-Kupang, Takpala-Alor dan pulau Komodo-Manggarai Barat. Namun rencana itu, kata Yohanes batal setelah Indonesia dinyatakan positif korona.

Hal ini, kata Yohanes telah membawa dampak negatif bagi pembangunan pariwisata di NTT. Secara ekonomi NTT rugi karena jika dihitung income tentu jumlahnya besar masuk ke NTT. Tetapi kerugian lain yang terjadi untuk operator seperti yang terjadi Labuan Bajo diperkirakan sebanyak 6 atau 7 kapal ke labuan bajo batal karena setelah lewat batas negara terjadi isu korona sehingga mereka membatalkan untuk tidak masuk.

Kapal Pesiar Coral Adventurer saat berlabuh di pelabuhan Ipi Ende, Senin (2/3). (FOTO: Lexi Seko/TIMEX)

“Tentu kita juga berpikir orang jauh jauh dari negaranya datang untuk tour tapi mereka yang batal sendiri karena isu korona. Secara ekonomi kita diposisikan rugi itu baru dari oceana trevel. Tapi itu masih wajar karena baru sampai di batas negara. Tetapi ada operator yang rugi karena ada lebih dari 6 kapal yang pending ke Labuan Bajo,” tandasnya.

Yohanes mengaku kesal terhadap peristiwa pengusiran kapal wisatawan yang sudah masuk dan bersandar tapi dilarang berlabuh bahkan disuruh pulang tamunya. Terhadap peristiwa ada kekeliruan dari pemerintah yang tidak bijak termasuk operator lokal yang tidak melakukan koordinasi bersama. Seperti rapat persiapan kunjungan sehingga menekan bila ada pihak lain yang menekan kapal tidak masuk karena salah paham isu korona sehingga dicarikan solusi.

Pihaknya berharap gubernur bersurat ke bupati dan walikota agar tidak membuat penolakan tapi yang dilakukan perkuat tim untuk memperkuat perkuat pemeriksaan di lapangan sehingga daerah NTT nyaman dan terhindar dari serangan virus apapun.

“Nah ini yang tidak bijak Sehingga tentu membuat Oceana trevel merasa kesal dan kecewa karena wisatawan jauh jauh dari negaranya sudah mau turun tapi mendapat penolakan,” sesalnya. (cel/mg33/sam)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top