4 Tersangka Pengadaan Bibit Bawang di Malaka Susul 3 Tersangka Lain ke Tahanan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

4 Tersangka Pengadaan Bibit Bawang di Malaka Susul 3 Tersangka Lain ke Tahanan


MENUJU TAHANAN. Penyidik Polda NTT nampak membawa para tersangka didampinggi penasehat hukum menuju mobil yang akan membawa mereka menjalani penahanan di tahanan Polres Kupang Kota, usai diperiksa, Senin (9/3). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

4 Tersangka Pengadaan Bibit Bawang di Malaka Susul 3 Tersangka Lain ke Tahanan


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTT kembali menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan benih bawang merah pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka tahun 2018.

Penahanan empat tersangka ini dilakukan pada Senin (9/3) sore usai diperiksa sejak pukul 09.00 Wita.

Empat orang tersangka yang ditahan yakni Agustinus Klau Atok (Ketua Pokja), Karolus A. Kerek (Sekertaris Pokja), Martinus Manjo Bere (Mantan Kepala ULP), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yoseph Klau Berek.
Kempat tersangka menjalani pemeriksaan didampinggi kuasa hukumnya masing masing di Ruang Subdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda NTT oleh tiga penyidik terdiri dari Bripka Noldy Ballo SAP.,MH., Bripka Junaidi Mauta SH., MH., dan Bripka Dominikus Atok SH., MH.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Johanis Bangun membenarkan adanya penahanan tambahan para tersangka.

Menurutnya penahanan tambahan empat orang tersebut, menambah jumlah tersangka dalam kasus tersebut menjadi tujuh tersangka dalam kasus pengadaan bibit bawang di Kabupaten Malaka tahun 2018.

“Para tersangka tersebut ditahan selama 20 hari dan dititipkan di ruang tahanan Polres Kupang Kota,” katanya.

Dijelaskan, dugaan tindak pidana korupsi ini sesuai nilai kontrak sebesar Rp. 9.680.000.000 yang dimenangkan oleh Kontraktor Pelaksana CV. Timindo, Kuasa Direktur atas nama Baharudin Tony. Namun dalam proses pengadaan diduga terjadi mark up harga dan ada aroma korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam proses pengadaan barang atau jasa serta menerima hadiah atau janji terkait paket pekerjaan tersebut.

“Dugaan korupsi ini dilakukan dengan cara mark up harga bawang dan suap menyuap yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 4.915.250.000,” ujar mantan Kapolres Kupang Kota ini.

BACA JUGA: Curah Hujan Belum Stabil, Musim Tanam di Malaka Bergeser, Ini Target Dinas TPHP

Ditambahkan, berdasarkan alat bukti yang sah sesuai pasal 184 KUHAP, Penyidik Ditreskrimsus Polda NTT telah melakukan penahanan empat tersangka dan dijerat Pasal 2 ayat (1), pasal 3 dan Pasal 11 UU RI No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo. Pasal 55 ayat (1) ke- KUH Pidana.

“Empat tersangka terancam hukuman penjara selama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” ungkap Jo Bangun.

Selain menahan para tersangka, Polda NTT juga mengamankan satu mobil Honda warna hitam dengan nomor polisi W 1175 VK sebagai barang bukti dalam kasus tersebut.

Sementara itu, Paulus Seran Tahu kuasa hukum Yoseph Klau Berek, usai pemeriksaan menjelaskan, kliennya hanya dititipi uang sejumlah Rp 25 juta oleh pihak ketiga (rekanan), namun uang tersebut telah dikembalikan pada Juli 2019 yang lalu.

Dikatakan kliennya sebagai PPK telah menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku dan sudah sesuai rencana. Namun karena ada pengakuan dari pihak ketiga yang kini juga menjadi tersangka bahwa ada aliran dana ke Yoseph.

“Kami pada intinya sangat koperatif dalam kasus ini. Klien saya sebenarnya terjebak dalam kasus ini tapi sebagai warga negara yang taat hukum kita mematuhi proses hukum yang berjalan,” sebut Paulus.

Terhadap pemeriksaan dijelaskan bahwa kliennya hanya dicecar sejumlah pertanyaan yang sebelumnya sudah ditanyakan.

“Klien saya konsisten dalam keterangannya karena ia hanya merubah statusnya sebagai saksi menjadi tersangka tapi pertanyaan masih sama,” tuturnya.

Untuk diketahui, sebelumnya, pada Jumat (6/3/2020), peyidik Polda NTT juga telah menahan tiga tersangka lain, yakni Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak selaku pengguna anggaran (PA) serta dua tersangka dari pihak swasta, yaitu Severinus Devrikandus Siriben dan Egidius Prima Mapamoda. (mg29)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top