Bank NTT dan REI Edukasi FLPP Bagi ASN, Wabup Matim: Program Ini Membawa Rejeki | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bank NTT dan REI Edukasi FLPP Bagi ASN, Wabup Matim: Program Ini Membawa Rejeki


SOSIALISASI. Para ASN dan Non ASN lingkup Pemkab Matim serius mengikuti sosialiasi dan edukasi FLPP dari Bank NTT dan REI NTT di Kantor Bupati Matim, Selasa (10/3). (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

BISNIS

Bank NTT dan REI Edukasi FLPP Bagi ASN, Wabup Matim: Program Ini Membawa Rejeki


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Bank NTT Cabang Borong dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTT, Selasa (10/3) memberi sosialiasi dan edukasi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi ASN dan non ASN lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim). Program ini pun mendapat sambutan baik Pemkab Matim.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Kantor Bupati Matim itu dibuka Wakil Bupati (Wabup) Matim, Stefanus Jaghur. Hadir Sekda Matim, Boni Hasudungan, Pengurus REI NTT, Bobby Lianto, Wakil Pimpinan Bank NTT Cabang Borong, Petrus Soba Lewar, para asisten, pimpinan OPD, para ASN dan non ASN, serta karyawan Bank NTT Cabang Borong.

Wakil Pimpinan Bank NTT Cabang Borong, Petrus Soba Lewar dalam kesempatan itu menjelaskan, program FLPP itu kebijakan Kementrian PUPR sebagai pengganti subsidi perumahan untuk menyediakan dana murah lewat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sejahtera FLPP. Disini Bank NTT ditunjuk sebagai salah satu bank penyalur FLPP.

“Kegiatan sosialisasi dan edukasi FLPP ini bertujuan memberikan pemahaman tentang kebijakan FLPP selaku pemangku kepentingan dengan pengembang perumahan. Program ini ditujukan untuk masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah, termasuk juga ASN di dalamnya,” jelas Petrus Lewar.

Oleh karena itu, kata Petrus, Bank NTT tentu hadir untuk memberikan, membantu masyarakat, khususnya para ASN dalam bentuk skim kredit KPR agar bisa memperoleh tempat tinggal yang layak.

Dengan demikian, lanjutnya, para ASN atau non ASN tidak perlu menyewa rumah kontrakan. Ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mendukung pembangunan sosial dan budaya, serta penciptaan lapangan kerja.

“Saat ini sudah banyak mendaftar. Tapi yang sudah tanda tangan akad ada 3 orang. Kalau sudah selesai bangun fisik rumahnya, baru kita tanda kontrak dengan nasabah. Nanti kita juga akan sediakan fasilitas WFI gratis di perumahan yang ada. Bunga 5 persen per tahun dan per bulan 0,41 persen. Sehingga masyarakat yang tidak gunakan akan rugi,” ungkap Petrus Lewar.

Sementara Bobby Lianto menjelaskan, program yang ada merupakan pengembangan perumahan bersubsidi dan komersil di NTT. Khusus di kabupaten Matim, lokasi perumahannya di Peot, Keluarahan Satar Peot, Kota Borong.

“Dalam bulan Maret 2020 ini akan segera dibangun fisiknya. Dimana pihaknya memberi nama Bank NTT City Borong,” ungkap Bobby.

Menurut Bobby, Bank NTT sendiri sangat serius dalam pembangunan perumahan di NTT, khususnya FLPP bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Tahun ini, kabupaten Matim diberi target bangun 20 unit rumah layak huni. Tentu masih banyak masyarakat atau ASN dan non ASN di Matim yang belum memiliki rumah.

Pengurus REI NTT, Bobby Lianto dan Wakil Pimpinan Bank NTT Cabang Borong, Petrus Soba Lewar serta karyawan Bank NTT pose bersama usai kegiatan sosialisasi dan edukasi FLPP di kantor Bupati Matim, Selasa (10/3). (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

Kebanyakan sewa dan kos dengan harga yang cukup tinggi. Namun melalui program FLPP yang ada sekarang, cukup dengan cicilan dibawah angka Rp 1 juta sebulan, sudah bisa memiliki rumah. “Artinya kehadiran perumahan Bank NTT City di Borong dapat menjadi jawaban,” katanya.

Bobby menyebutkan, syarat untuk memperoleh FLPP bersubsidi adalah bagi orang yang belum memiliki rumah, belum pernah kredit perumahan lain. Mempunyai gaji pokok maksimal Rp 4 juta, dan harga rumah bersubsidi, yakni Rp 168.000.000.

Bobby menuturkan, FLPP ini memiliki banyak keuntungan, yakni down payment (DP) atau uang muka rumah hanya 1 persen dari total nilai jual rumah, yakni Rp 1.680.000. Bunga Bank pun tetap 5 persen per tahun.

Keuntungan lainnya, tambah Bobby, cicilan tidak berubah, bebas biaya asuransi jiwa dan kebakaran, bebas PPN 10 persen, PPH cuma 1 persen, serta bantuan PSU berupa jalan, seperti paving blok atau aspal.

“Bagi 10 orang pendaftar pertama akan dikasi harga khusus dan mendapat doorprise,” janji Bobby.

Rumah bersubsidi ini, lanjut pengusaha muda real estate, wajib dihuni dan tidak boleh disewakan atau dijual kembali. “Tahun 2020 ini kita bangun 20 unit, tapi kalau ada banyak yang daftar, maka kita siap tambah bangun lagi. REI NTT tentu terus berkomitmen untuk menyediakan hunian bagi MBR di Kabupaten Matim,” Bobby memberi jaminan.

Wabup Matim, Stef Jaghur, dalam kesempatan itu mengapresiasi kegiatan sosialiasi dan edukasi yang dilaksanakan Bank NTT Cabang Borong dan REI NTT.
Stef lalu mengajak seluruh ASN dan non ASN di Matim untuk bisa mengambil rumah dalam program FLPP tersebut. Pemda Matim tentu sangat mendukung dengan program yang ada.

“Program ini sangat bagus, karena memberikan berbagai kemudahan bagi MBR. Termasuk kita yang ASN, yang golongan kecil bisa dapat. Harganya sangat murah. Saya mau katakan saat ini, Bank NTT City ini membawa rejeki besar untuk kita ASN yang belum memiliki rumah,” kata Stef Jaghur.

Wabup katakan, di Matim masih banyak ASN maupun non ASN yang tinggak di rumah kontrakan atau kos. Harga per bulan cukup besar. Tapi dengan adanya program ini, pegawai di Matim dapat memiliki rumah pribadi secara keseluruhan.

Wabup Stef Jaghur mengaku bangga dengan Bank NTT dan REI NTT, karena bersedia dan mau membantu masyarakat Matim melalui program FLPP. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top