Pemkab Kupang Utus 50 Orang Ikut Pelatihan Pertolongan di Atas Permukaan Air | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Kupang Utus 50 Orang Ikut Pelatihan Pertolongan di Atas Permukaan Air


FOTO BERSAMA. Wabup Kupang Jerry Manafe pose bersama keluarga besar Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang dan 50 peserta pelatihan di kantor itu, Selasa (10/3). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Kupang Utus 50 Orang Ikut Pelatihan Pertolongan di Atas Permukaan Air


Di Kantor Pencarian Pertolongan Kelas A Kupang

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 50 peserta yang merupakan warga Kabupaten Kupang mengikuti pelatihan pertolongan di atas Permukaan Air yang digelar Kantor Pencarian Pertolongan Kelas A Kupang, di Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Selasa (10/3). Pelatihan akan berlangsung selama seminggu, dan berakhir pada 16 Maret 2020 nanti.

Pelatihan diawali dengan apel dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Kupang, Jerry Manafe. Hadir pada kesempatan itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Frizer serta para tamu undangan lainnya.

Jerry Manafe dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang yang telah bekerjasama dengan Pemkab Kupang sehingga bersedia melatih 50 orang terkait pelatihan potensi SAR.

“Saya harapkan kepada 50 orang agar mengikuti pelatihan ini secara baik sehingga ketika kembali ke desa masing-masing bisa menjadi pioner untuk menyampaikan ilmu didapat kepada orang lain,” harapnya.

Menurut Wabup Jerry Manafe, setelah pelatihan ini, Pemkab Kupang akan menindaklanjuti dengan menempatkan mereka di BPBD maupun di Dinas Sosial dalam hal ini Tagana. Tujuannya agar bagaimana mereka tetap standbay jika sewaktu-waktu dibutuhkan mereka selalu siap siaga.

Diketahui bahwa wilayah Kabupaten Kupang yang begitu luas dengan bentangan bibir pantai 400 km – 500 km dan pemukiman warga juga berada dekat dengan pantai sehingga potensi bencana itu selalu ada. Oleh sebab itu pelatihan ini sebagai bekal untuk mereka sewaktu-waktu bisa membantu orang lain yang tertimpa musibah/bencana.

“Kita ini berhadapan dengan laut terbuka atau laut lepas sehingga ada kemungkinan bisa terjadi tsunami. Selain itu letak geografis wilayah Kabupaten Kupang juga berpotensi terjadinya tanah longsor, sehingga kami harapkan ke-50 peserta ini bisa dilatih dengan baik agar mereka bisa ikut berperan membantu sesamanya jika terjadi musibah,” kata Jerry.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Frizer menjelaskan, dalam pelatihan nanti ada beberapa pokok materi yang akan diberikan kepada para peserta. Materi itu yakni pertolongan pertama dengan sesi selama 24 jam. Kemudian sesi 28 jam itu pelatihan pertolongan di permukaan air.

“Kita targetkan perserta dapat memanfaatkan waktu 20 menit untuk lari 400 meter dan berenang 200 meter,” jelasnya.

Dia berharap peserta yang terlibat dalam kegiatan pelatihan ini memiliki kemampuan berenang. Jika tidak mampu berenang maka orang tersebut akan ada tahapan apakah peserta tersebut ditempatkan di garis depan, tengah atau belakang. Semua tahapan pelatihan ini akan diberikan secara baik dengan menggali segala potensi yang terbaik dari setiap individu. Pasalnya setiap individu memiliki potensi masing-masing.

“Potensi inilah yang akan kita gali dan kembangkan dari setiap individu selama 72 jam,” sebutnya.

Setelah selesai pelatihan ini, kata Emi, pihaknya akan mengembalikan kepada Pemkkab Kupang bagaimana memanfaatkan para peserta pelatihan ini ketika kembali ke desa masing-masing.

“Kami harapkan mereka bisa menjadi pioner dan intel SAR berbasis masyarakat. Karena kami melaksanakan operasi SAR di lapangan sangat tergantung dari informasi yang didapat, makin cepat informasi yang kita dapat maka respon kita juga semakin cepat ketika terjun ke lokasi,” kata Emi.

Menurutnya, 50 peserta ini merupakan aset Pemkab Kupang sehingga pemerintah mesti memberikan perhatian terhadap peserta pelatihan ini. Pasalnya, tugas kemanusiaan ini tidak bisa dinilai dengan materi, melainkan berbicara mengenai keharmonisan kejiwaan serta rasa ingin menolong kepada sesama.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Pusat, Didi Hamzar, menjelaskan bahwa Basarnas mempunyai program mencetak 10 ribu orang potensi SAR di 43 Kantor Pencarian dan Pertolongan seluruh Indonesia. Tujuan dari pelatihan ini memberikan bekal ilmu tentang penyelematan saat terjadi bencana.

Dia berharap Pemkab Kupang dapat menindaklanjuti usai pelatihan ini terhadap para peserta pelatihan serta peningkatan perilaku saftey berbasis masyarakat.

“Naluri untuk menolong itu ada disetiap orang sehingga melalui pelatihan mereka dibekali untuk safety,” pungkasnya. (mg22)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top