Berantas Sarang Nyamuk, Bupati Sikka Rekrut 100 TKS | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Berantas Sarang Nyamuk, Bupati Sikka Rekrut 100 TKS


GIAT PSN. Para ASN lingkup Dinas Kesehatan melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan membersihkan lingkungan kantor itu, Rabu (11/3). (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Berantas Sarang Nyamuk, Bupati Sikka Rekrut 100 TKS


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka mewujudkan keseriusannya dalam upaya memerangi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terus merenggut nyawa di wilayah itu.

Wujud keseriusan itu adalah dengan instruksi melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara massal di kabupaten itu. Selain itu, untuk memerangi sarang nyamuk, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo melalui Dinas Lingkungan Hidup membuka pendaftaran bagi Tenaga Kerja Sukarela (TKS) untuk membersihkan sampah disetiap kelurahan di wilayah Kota Maumere.

Pendaftaran TKS itu dibuka Rabu (11/3) di Dinas Ligkungan hidup Kabupaten Sikka. Sebanyak 138 sukarelawan mendaftarkan diri untuk mendukung upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di Sikka. Dari jumlah itu, akan diseleksi sehingga peserta yang diterima sebanyak 100 orang.

“Kami telah membuka pendaftaran bagi TKS untuk melakukan pembersihan sampah selama satu bulan penuh. Dalam pendaftaran ini yang terdaftar sebanyak 138 orang, namun akan diseleksi sehingga yang diterima hanya 100 orang,” ungkap Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Marten Luther Adji, SE, di Maumere, Rabu (11/3).

Menurut Marthen, gerakan secara serentak PSN di Kabupaten Sikka saat ini membutuhkan tenaga sukarela dan armada yang cukup sehingga mampu mengatasi sampah yang bertebaran di wilayah Kota Maumere.

Pihaknya, kata Marthen, akan menempatkan beberapa TKS di setiap keluarahan dengan tugas khusus mengumpulkan sampah-sampah yang berada wilayah kelurahan lalu diangkut dengan armada khusus menuju tempat pembuangan akhir (TPA).

Marthen mengaku, armada yang siap operasi saat ini sebanyak 15 unit, dan siap dikerahkan ke delapan kecamatan. Delapan kecamatan itu, yakni Kecamatan Alok, Alok Timur, Alok Barat, Kewa, Kangae, Nele, Nita, dan Magepanda.

BACA JUGA:  KLB DBD di Sikka Tembus 1.131 Kasus, 13 Meninggal Dunia, Ini Upaya Pemkab

BACA JUGA: Menkes: DBD Lebih Mengancam NTT Ketimbang Korona

Sementara bagi 100 TKS yang lolos seleksi lanjut Marthen, akan bekerja selama satu bulan dan dikerjakan dalam waktu 1 x 24 jam, dengan sistem shift (bergantian).

“Para TKS akan diberikan insentif sebesar Rp 750.000 termasuk makan. Tugas yang akan dilaksanakan oleh TKS diantaranya mengakut sampah dari TPS menuju mobil dan selajutnya dibuang ke TPA. Hingga saat ini armada yang akan beroperasi diantaranya mobil pengakut sampah, tangki air dan kontainer,” urai Marthen.

Marthen menambahkann, saat ini ada sejumlah kontainer yang rusak, namun itu akan langsung diperbaiki. Total kontener yang akan diperbaiki sebanyak 3 unit, dengan total biaya perbaikan sebesar Rp 30 juta.

“Ada tiga kontainer yang rusak, dan Bapak Bupati telah perintahkan untuk segera perbaiki sehingga dapat difungsikan untuk menampung sampah,” jelas Marthen.

Masih menurut Marthen, selain merekrut 100 TKS, pemerintah juga akan melakukan seleksi lagi untuk merekrut 25 tenaga kontrak yang akan bekerja sebagai petugas kebersihan. Penempatan TKS itu akan disesuaikan dengan jumlah produk sampah di setiap kelurahan.

Sementara itu Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Digo kepada wartawan mejelaskan, dengan gerakan serentak PSN diharapkan angka kasus DBD dapat ditekan.

“Hingga saat ini data yang diterima jumlah kasus DBD secara perlahan mulai menurun. Oleh karena itu gerakan PSN harus tetap digalakan. Gerakan melakukan kebersihan harus dilakukan secara serentak oleh semua warga. Warga harus sadar untuk menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing,” tegas bupati yang akrab disapa Robi Idong itu. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top