BPS NTT Evaluasi SP Online 2020, Sekda NTT: Seluruh ASN Wajib Ikut | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BPS NTT Evaluasi SP Online 2020, Sekda NTT: Seluruh ASN Wajib Ikut


SALAM SP ONLINE. Sekda NTT, Benediktus Polo Maing (keempat kiri) dan Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus (tengah) foto bersama tim pemantau SP Online 2020 dalam rapat evaluasi di Tablolong Room, Swiss Belin Kristal Hotel, Rabu (11/3). (FOTO: Istimewa/Humas Setda NTT)

PEMERINTAHAN

BPS NTT Evaluasi SP Online 2020, Sekda NTT: Seluruh ASN Wajib Ikut


Siapa yang Kuasai Data, Pasti Jadi Pemenang

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing mengatakan, data yang valid merupkan kunci utama kesuksesan dalam pembangunan. Dengan data yang berkualitas, perencanaan dan evaluasi pembangunan menjadi lebih tajam dan lebih tepat sasaran.

“Data kependudukan ini sangat penting bagi kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah melalui sensus penduduk,” ungkap Ben Polo Maing saat membuka kegiatan rapat evaluasi Sensus Penduduk (SP) Online 2020 bagi instansi tingkat Provinsi NTT di Tablolong Room, Swiss Belin Kristal Hotel, Rabu (11/3).

Humas Setda NTT dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, rapat evaluasi itu dihadiri 64 peserta, terdiri dari petugas perangkat daerah Provinsi NTT, instansi vertikal, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Kupang, serta BUMN/BUMD.

Ada enam tim yang telah dibentuk BPS NTT dengan tugas memantau dan mengawasi seluruh ASN/karyawan di lingkung instansi tingkat Provinsi NTT yang mengikuti SP Online 2020 yang telah dimulai sejak 15 Februari 2020 hingga 31 Maret 2020 nanti.

Mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTT ini berharap para petugas sensus dapat melaporkan secara jujur berapa bayak ASN/karyawan, yang telah mengikuti SP Online.

“Laporkan juga secara jujur siapa-siapa yang belum mengikuti SP online ini. Semua ASN di lingkungan Pemprov NTT wajib untuk aktif mengisi data secara online melalui moda ini,” tandas Ben Polo Maing sebagaimana dikutip Humas Setda NTT.

Ben Polo Maing menyebutkan, terkait SP 2020 ini, Gubernur NTT telah mengeluarkan Instruksi No. BU/470/01/BPS/2020 tanggal 17 Januari 2020 perihal menyukseskan Sensus Penduduk bagi seluruh masyarakat NTT.

BACA JUGA: Gubernur NTT: SP Online Harus Punya Dampak Riil Turunkan Kemiskinan

“Karena ini merupakan agenda nasional, maka seluruh ASN Pemprov NTT wajib mengambil bagian di SP Online dengan cara mengakses sensusbps.go.id dan juga berkewajiban melakukan sosialisasi SP Online 2020 kepada masyarakat. Kita menuju ke Indonesia satu data. Data yang obyektif sangat diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan pembangunan agar dicari solusi mengatasinya,” katanya.

“SP 2020 ini menjadi sumbangsih terbesar bagi data kependudukan di Indonesia. Data yang riil harus bisa didapat dengan obyektif. Dengan data kita bisa menentukan kebijakan yang akurat untuk mengatasi kemiskinan dan sebagainya. Siapa yang menguasai data, pasti akan menjadi pemenang, karena peran data sangatlah dibutuhkan,” tambah Ben Polo Maing.

Sementara itu, Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus melaporkan bahwa kegiatan rapat kemarin merupakan kelanjutan dari kegiatan sosialisasi SP Online 2020 yang telah dilakukan sebelumnya.

Rapat evaluasi ini kata Darwis, dapat megidentifikasi dengan jelas tingkat partisipasi terhadap SP Online, memantau sejauh mana tingkat partispasi terhadap SP Online, dan mendiskusikan berbagai kendala atau hambatan yang dihadapi selama pelaksanaan SP Online.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, akan ada peningkatan partisipasi dalam SP Online melalui sensus.bps.go.id hingga berakhir 31 Maret 2020 nanti. Sampai saat ini baru 16 persen dari capaian 23 persen tingkat partisipasi pada SP Online. Untuk itu, dibutuhkan kerja keras semua kita untuk menyukseskan SP Online ini,” pinta Darwis.

Darwis menambahkan, pihaknya juga telah melaksanakan rapat bersama pihak Undana Kupang dengan merekrut 100 mahasiswa undana dan 20 dosen untuk menjadi sahabat sensus atau agen sosialisasi SP online. (*/yl/aln)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top