Banyak Pengendara/Pengemudi Tak Punya SIM, Polres Matim Lakukan Hal Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Banyak Pengendara/Pengemudi Tak Punya SIM, Polres Matim Lakukan Hal Ini


KBO Satlantas Polres Matim, Ipda Aris Ahmad. (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Banyak Pengendara/Pengemudi Tak Punya SIM, Polres Matim Lakukan Hal Ini


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di wilayah hukum Polres Manggarai Timur (Matim), pihak Satlantas Polres Matim rutin menggelar razia terhadap pengguna jalan. Ternyata dari kegiatan razia itu, ditemukan banyak pengendara tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

“Selama ini kita rujin operasi tilang di jalan. Pelanggaran yang kita temukan sangat bervariasi. Paling banyak pengendara tidak punya SIM,” ungkap Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Matim, Ipda Aris Ahmad, S.IPem saat ditemui TIMEXKUPANG.com di ruang kerjanya, Kamis (12/3).

Menurut Aris, fakta itu menunjukkan bahwa kesadaran pengendara/pengemudi kendaraan, baik roda dua maupun empat untuk memiliki SIM tampak masih rendah. SIM itu, lanjutnya, syarat kelengkapan berkendaraan paling penting. Makanya sudah seharusnya semua pengendara atau pengemudi wajib punya SIM.

Dirinya tidak tahu alasan secara pasti penyebab banyak warga yang tidak memiliki SIM. Akan tetapi besar kemungkinan karena malas mengurusi administrasi atau karena jangkauan. Dimana harus pergi urus di Polres Manggarai di Ruteng. Saat ini untuk sementara, pelayanan SIM belum bisa di Polres Matim.

“Saat kena razia dan ditanya, ada banyak alasan malas pergi urus di Ruteng, karena jarak jauh. Tapi saat pertama kali kena razia, kami data dan arahkan untuk segera urus SIM. Jika berulang kedua kali kena razia dan ditemukan belum juga miliki SIM, kita tilang sesuai prosedur yang berlaku,” beber polisi dengan satu balok di pundak itu.

Lanjut dia, selama ini yang dilakukan saat razia, semua kelengkapan adminstrasi kendaraan diperiksa. Selain SIM, juga STNK, plat kendaraan, juga kelengkapan kendaraan seperti lampu. “Saat ini pembuatan SIM tidak terlalu sulit. Apalagi ujianya praktiknya sistem komputer, katanya.

Aris mengaku, pihaknya sudah mengusulkan untuk pengadaan alat pembuatan SIM bagi Polres Matim. Untuk sementara waktu, pelayanan SIM masih di Polres Manggarai.

Aris berharap kepada warga Matim yang mengendarai/mengemudikan kendaraan, baik roda dua, empat atau lebih untuk segera membuat SIM. Melengkapi kendaraannya dengan surat-surat kendaraan.

“Ini sebagai bentuk partisipasi pengguna jalan dalam membangun disiplin dan etika berlalu lintas di jalan raya. Budaya tertib berlalu lintas di jalan harus digalakkan dari sekarang,” katanya.

Operasi tilang atau razia di jalan, demikian Aris, bertujuan untuk penegakkan disiplin dalam berlalu lintas di jalan raya bagi para pengguna jalan. “Disini kita semua harus patuh,” tandas Aris.

Selain kegiatan operasi di lapangan, pihaknya selama ini, rutin memberikan sosialisasi tentang berlalu lintas di sejumlah sekolah-sekolah. Baik tingkat SMA/SMK, juga SMP. Apalagi masih terlihat, banyak anak-anak dibawah umur sudah jadi pengendara.

“Kami anggota di Satlantas saat ini seluruhnya ada 14 orang. Masih kurang. Tapi dari jumlah yang ada kami kadang bagi tugas, untuk kegiatan sosialisasi lalu lintas di sekolah, pelayanan di kantor, dan juga operasi di jalan. Kedepan tentu kami terus sosialiasi di sekolah-sekolah yang ada di Matim,” pungkas Aris.

Salah satu pengendara asal Borong, Kalis Jono, yang ditemui di Borong, Kamis (12/3) sangat mendukung polisi dalam kegiatan operasi lalu lintas. Tentu tujuanya, agar warga masyarakat harus disiplin dan beretika dalam berlalu lintas di jalan raya.

Menurut Jono, semua pengendara wajib memiliki SIM, dan juga kelengkapan surat-surat kendaraan.

Jono berharap agar secepatnya Polres Matim bisa memberikan pelayanan SIM. Jujur kata dia, ada sekian banyak warga Matim yang memiliki kendaraan atau sebagai pengendara, sebut saja pengedara sepeda motor, tapi belum memiliki SIM. Hal itu karena jangkauan ke kantor pelayanan SIM sangat jauh, yakni harus ke Ruteng, di Kabupaten Manggarai.

“Kita sebut saja warga dari wilayah Kecamatan Rana Mese, Borong, Kota Komba, Elar, Elar Selatan, Sambi Rampas, Lamba Leda, dan Poco Ranaka Timur harus pergi ke Ruteng untuk urus SIM. Kalau sudah ada di Borong, sangat mudah dan terjangkau. Tapi ada juga karena kesadaran memiliki SIM itu rendah. Kita dukung kalau polisi terus gelar razia,” ungkap Jono. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top