Buka Tabir Kasus Penganiayaan dan Pencurian di Oesena, Penyidik Polres TTU Temukan Kejanggalan Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Buka Tabir Kasus Penganiayaan dan Pencurian di Oesena, Penyidik Polres TTU Temukan Kejanggalan Ini


Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan. (FOTO: Petrus Usboko/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Buka Tabir Kasus Penganiayaan dan Pencurian di Oesena, Penyidik Polres TTU Temukan Kejanggalan Ini


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Satreskrim Polres Timor Tengah Utara (TTU) terus bekerja secara maksimal untuk mengungkap kasus dugaan penganiayaan dan pencurian yang dilakukan sekelompok oknum tak dikenal terhadap korban Alfridus Kefi bersama istrinya yang terjadi di Desa Oesena, Kecamatan Miomaffo Timur, beberapa waktu lalu.

Pasalnya, hingga kini sudah sebanyak 12 orang saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan dalam kasus tersebut namun belum membuahkan hasil maksimal. Dari keterangan sejumlah saksi itu pun belum mengarah kepada siapa pelaku dibalik kasus yang meninpa bendahara Dana BOK untuk Puskesmas Nunpene tersebut.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan kepada TIMEXKUPANG.com di Kefamenanu, Kamis (12/3) menuturkan, penyidik Satreskrim Polres TTU terus bekerja secara maksimal untuk membuka tabir dibalik kasus tersebut. Pasalnya, dari 12 orang saksi, baik itu dari pihak keluarga korban, tetangga maupun rekan kerja, semua keterangan saks itu belum mengarah kepada siapa dalang dari kasus itu.

“Kita sementara kumpul bukti untuk membuka tabir kasus tersebut karena dari sejumlah saksi yang Kita periksa pun belum mengarah kepada siapa pelaku dari kasus pencurian dan penganiayaan itu,” tutur Tatang.

Penyidik, lanjut Tatang, kemudian melakukan upaya lain dengan pemeriksaan sampel darah yang ditemukan di lokasi kejadian ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.

Dari hasil pemeriksaan sampel darah itu, kata Tatang, ternyata darah yang bersimbah di dalam rumah itu milik korban dan istrinya sendiri.

“Sampel darah sudah kita periksa di Labfor Mabes Polri. Hasilnya itu benar bahwa darah itu milik korban dan istrinya sendiri. Penyidik tengah berupaya mencari alat bukti lain agar bisa mengungkap kasus tersebut,” kata Tatang.

Masih menurut Tatang, dalam upaya pengumpulan alat bukti baru penyidik menemukan adanya kejanggalan dalam kasus pencurian sekaligus penganiayaan yang terjadi kepada Bendahara Dana BOK Puskesmas Nunpene bersama keluarganya.

Anehnya, saat kejadian berlangsung oknum pelaku tidak hanya mengambil Dana BOK termin keempat yang baru dicairkan itu namun ada dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Keuangan Dana BOK untuk termin 1, 2 dan 3 pun ikut hilang.

“Ada beberapa kejanggalan yang kami temukan seperti dokumen pertanggungjawaban keuangan pun ikut hilang dalam kasus tersebut sehingga apakah kasus tersebut murni pidana atau indikasi lain. Anggaran yang turun itu termin keempat. Tahap 1, 2 dan 3 yang seharusnya sudah dipertanggungjawab dan dokumen LPj-nya sudah diarsipkan pun ikut hilang dalam kejadian itu,” beber Tatang.

Sebelumnya, Penyidik Satreskrim Polres TTU kembali melakukan Pemeriksaan terhadap 12 orang saksi yang diduga kuat mengetahui persis tentang kasus penganiayaan dan pencurian yang dilakukan oleh sekelompok oknum tak dikenal terhadap korban Alfridus Kefi bersama istrinya yang terjadi di Desa Oesena, Kecamatan Miomamaffo, Jumat (27/12/2019) dini hari lalu.

Para saksi yang diperiksa itu diantaranya tetangga korban, rekan kerja korban dan juga penjaga malam di Puskesmas Nunpene. Para pihak ini diduga kuat mengetahui tentang peristiwa yang terjadi di rumah Alfridus Kefi. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top