Pemerintah Naikkan Batas Restitusi, dari Rp 1 Miliar jadi Rp 5 Miliar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemerintah Naikkan Batas Restitusi, dari Rp 1 Miliar jadi Rp 5 Miliar


ILUSTRASI. Petugas melayani masyarakat yang ingin melaporkan SPT, di Jakarta, Rabu (11/3/2020). (FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

BISNIS

Pemerintah Naikkan Batas Restitusi, dari Rp 1 Miliar jadi Rp 5 Miliar


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Kesadaran wajib pajak (WP) untuk melaporkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan mereka meningkat. Sampai Senin (9/3), jumlah WP yang sudah melaporkan SPT 2019 mencapai 6,2 juta. Seperti tahun-tahun sebelumnya, batas waktu pelaporan pajak penghasilan (PPh) adalah 31 Maret.

“Tahun lalu kami kumpulkan SPT 4,7 juta di hari dan tanggal yang sama (dengan sekarang),” ujar Dirjen Pajak Kemenkeu Suryo Utomo, Selasa (10/3).

Dia mencatat, ada kenaikan 34 persen. Dari total 19 juta WP yang terdaftar, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menargetkan 80–85 persen melaporkan SPT tahun ini. Suryo mengaitkan peningkatan kesadaran WP itu dengan kemudahan pelaporan.

Sebagian besar WP memanfaatkan e-filing atau fitur pengisian pajak online alias dalam jaringan (daring). Buktinya, jumlah WP yang melaporkan SPT secara manual menurun. Yakni, dari sekitar 333.000 tahun lalu menjadi 262.000 orang sampai Senin lalu.

Kemarin Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan SPT. Perempuan 57 tahun itu didampingi para pejabat Eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Mereka juga melaporkan SPT.

Menteri yang akrab disapa Ani itu mengapresiasi perolehan penerimaan negara dari pajak. Dia juga menekankan bahwa melaporkan SPT bersama adalah aktivitas terbuka yang bisa menggugah kesadaran masyarakat untuk melaporkan dan membayar pajak.

Dalam kesempatan tersebut, Ani mengingatkan kembali kepada seluruh WP orang pribadi yang memiliki penghasilan di atas PTKP atau Rp 54 juta untuk melaporkan SPT. Setiap tahun pelaporan itu dimulai pada Januari dan berakhir pada Maret.

“Jadi, semua masyarakat Indonesia yang memiliki kemampuan ekonomi dan pendapatan di atas Rp 54 juta per tahun wajib membayar pajak pribadi dan menyampaikan SPT sebelum akhir Maret,” jelas Ani.

Sementara itu, pemerintah terus menindaklanjuti gejolak perekonomian global sebagai dampak wabah korona. Kemarin Ani mengumumkan bahwa pihaknya mempercepat restitusi pajak.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menaikkan batasan restitusi yang semula Rp 1 miliar menjadi Rp 5 miliar. Restitusi adalah pembayaran kembali pajak yang telah diserahkan oleh WP.

“Karena orang sekarang sedang stand still, kita punya ruang untuk menambah nominal restitusi,” ungkap Ani.

Percepatan restitusi pajak merupakan program yang diperkenalkan pemerintah sejak April 2018. Tujuannya, mengurangi biaya kepatuhan.

Pemerintah sengaja menaikkan batas maksimal nominal restitusi pajak untuk membantu para WP. Terutama perusahaan. Dengan demikian, mereka bisa mengelola arus kas di tengah tekanan perekonomian seperti sekarang.

“Virus korona menghambat aktivitas orang sehingga pendapatan menjadi lebih rendah dan cash flow terganggu. Padahal, ini sangat penting untuk dunia usaha,” katanya.

Besaran restitusi untuk PPh WP badan Rp 1 miliar. Sementara itu, nominal untuk PPN pengusaha kena pajak (PKP) Rp 1 miliar dan PPh orang pribadi nonkaryawan Rp 100 juta. (dee/c20/hep/jpg)

SPT Pajak

Jumlah wajib pajak (WP) : 19 juta orang
Yang belum melapor : 13 juta WP
Yang sudah melapor : 6,2 juta WP (naik 34 persen dari periode yang sama tahun lalu)
Yang melapor manual : 262 ribu orang
Catatan : Data hingga 9 Maret 2020

Sumber: DJP

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top