Penyidik Sita Uang Rp 1 M dan Mobil dari Tersangka Kasus Bibit Bawang Merah Malaka | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penyidik Sita Uang Rp 1 M dan Mobil dari Tersangka Kasus Bibit Bawang Merah Malaka


TUNJUKKAN BB. Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTT, Bripka Noldy Ballo (kanan), Bripka Junaidi Mauta (tengah) dan Bripka Dominikus Atok (kiri) menunjukkan barang bukti uang dan mobil yang baru saja disita dari para tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bibit bawang di Malaka, Kamis (12/3). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Penyidik Sita Uang Rp 1 M dan Mobil dari Tersangka Kasus Bibit Bawang Merah Malaka


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTT berhasil mengamankan uang negara senilai Rp 1.065.696.000. Uang ini diamankan dari tangan para tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan bibit bawang merah pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malaka, Tahun Anggaran (TA) 2018 dengan nilai kontrak Rp 9.680.000.000.

Total keuangan negara yang berhasil disita itu dalam bentuk uang tunai dan satu unit mobil yang diduga dibeli menggunakan dana tersebut.

Dirreskrimsus Polda NTT, Kombes Pol. Heri Tri Maryadi didampinggi Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Johannes Bangun ketika mengelar konferensi pers di aula Ditreskrimsus Polda NTT, Kamis (12/3) menjelaskan, dari total nilai pagu anggaran proyek tersebut, ada total kerugian sesuai dengan hasil pemeriksaan dan laporan hasil audit kerugian keuangan negara di BPKP perwakilan provinsi NTT Nomor: SR-1455/PW24/5/2019 tanggal 25 November 2019 senilai Rp 4.915.925.000.

“Uang tunai yang berhasil disita sebanyak Rp 665.696.000. Selain itu, penyidik juga menyita dua boks dukumen, satu unit mobil merek Honda HRV warna hitam dengan nomor polisi (Nopol) W 1175 VK dengan harga beli senilai Rp 400 juta. Jadi, total keseluruhannya yakni Rp 4.915.925.000. Dengan demikian uang yang masih tersisa senilai Rp 3.850.229.000,” jelas Heri Tri Maryadi.

Uang tunai tersebut, jelas Dirreskrimsus Polda NTT, disita dari tangan para tersangaka dengan nominal bervariasi. Sementara kerugian keuangan negara yang tersisa, akan ditindaklanjuti dengan tindak pidana pencucian uang. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui aliran dana senilai Rp 3.850.229.000 tersebut ada ditangan siapa.

“Barang bukti mobil disita dari tersangka Severinus Devrikandus Siriben. Sedangkan barang bukti uang tunai yang disita, paling banyak dari tersangka Martinus Manjo Bere (Mantan Kepala ULP),” sebutnya.

BACA JUGA: 4 Tersangka Pengadaan Bibit Bawang di Malaka Susul 3 Tersangka Lain ke Tahanan

Delapan tersangka yang saat ini telah ditahan berkaitan dengan kasus dugaan korupsi tersebut masing-masing, Yustinus Nahak (Kadis sekaligus Pengguna Anggaran), Severinus Defrikandus Siribein, dan Egidius Prima Mapa Moda (Makelar Proyek), Yoseph Klau Berek (Kabid Hortikultura sekaligus PKK), Agustinus Klau Atok (Ketua Pokja ULP), Karolus Antonius Kerek (Sekertaris Pokja ULP), Martinus Bere, (Mantan Kebag ULP) dan Simeno Benu (Direktur Utama CV Timindo).

“Kedelapan tersangka sementara menjalani masa tahanan selama 20 hari ke depan. Dan saat ini penahanannya dititipkan di sel tahanan Mapolres Kupang Kota. Hingga saat ini, masih satu orang yang belum dipanggil untuk dimintai keterangan yakni Baharudin Tony selaku kuasa direktur CV Timindo. Kita sudah layangkan surat panggilan sebanyak dua kali ke dirinya namun yang bersangkutan belum juga memenuhi panggilan kita. Jika yang bersangkutan tidak juga menghadap maka segera dijemput paksa,” sebut Heri Tri Maryadi.

Ditanya terkait adanya penambahan tersangka dalam kasus tersebut, Heri Tri Maryadi, menegaskan bahwa sejauh ini belum ada keterangan serta bukti yang mengarah kepada terduga tersangka lain.

Sementara Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Johannes Bangun juga mengatakan bahwa berdasarkan alat bukti yang sah sesuai Pasal 184 KUHAP, penyidik Ditreskrimsus Polda NTT telah melakukan penahanan delapan orang tersangka dan mereka dijerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 dan Pasal 11 Undang-undang RI Nomor 2/2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Para tersangka terancam hukuman penjara 20 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” ungkap Jo Bangun sapaa akrab Kabid Humas Polda NTT. Dirinya juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan setiap tahapan hukum sesuai dengan aturan serta proses penyelidikan hingga penetapan tersangka sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kita sudah melakukan setiap tahapan pengungkapan kasus ini secara profesional,” tutupnya. (mg29/gat)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top