Corona (Covid-19), Kekuatan Imajinasi yang Mengubah Dunia | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Corona (Covid-19), Kekuatan Imajinasi yang Mengubah Dunia


Jose Acry. (FOTO: Istimewa)

OPINI

Corona (Covid-19), Kekuatan Imajinasi yang Mengubah Dunia


Oleh: Jose Acry *)

KEKUATAN imajinasi manusia selalu berada dalam dua dimensi kehidupan yang berbeda yakni dimensi supranatural dan realita. Faktor kekuatan supranatural banyak dipengaruhi oleh dimensi astral (metaphysical) untuk mengetahui bentuk terrestrial sebagai kenyataan di masa yang akan datang.

Sedangkan dimensi realita terus mempengaruhi manusia berspekulasi melalui kemampuan metafisik dengan membandingkan kehidupan saat ini dan memberi prediksi terhadap kehidupan yang akan terjadi di kemudian hari. Wujud dari kedua kemampuan tersebut lebih sering diilustrasikan melalui beberapa cerita atau film2 imajinasi.

Beberapa film imajinasi seperti film kartun “Spongebob Squarepants” yang menggambarkan kondisi sampah bawah laut dan mengilustrasikan dampak yang akan terjadi bagi kehidupan biota laut di kemudian hari. Selain film kartun ada juga film imajinasi 3 dimensi “Transformer” yang menggambarkan kekuatan imajinasi manusia mentransformasi fungsi mobil menjadi robot.

Kekuatan imajinasi lainnya seperti “mobil terbang” pernah diramal oleh Henry Ford pada tahun 1940 namun baru diwujudkan pada tahun 2012 oleh perusahaan Amerika “Terrafugia”. Selain mobil terbang, wujud “manusia terbang” juga bisa kita saksikan meskipun masih menggunakan alat bantu seperti mesin Jet yang digantung pada
punggung dan ada juga yang ditempelkan pada telapak kaki manusia.

Mula-mula cerita di atas dianggap hanyalah khayalan manusia dan mustahil bisa diwujudkan, namun kini semua itu telah terbukti dalam dunia nyata. Beberapa contoh imajinasi ekstreme lainnya terlihat dengan jelas ketika Amerika berhasil meluncurkan “pesawat tanpa awak” (drone).

Drone pertama kali digunakan Amerika pada saat perang dunia ke-2 dan berkembang pesat setelah peristiwa 11 September 2001. Akibatnya, pada tanggal 3 Januari 2020, drone telah menembak mati orang terkuat kedua di Iran “Jendral Qassem Suleimani” Komandan Angkatan Bersenjata Quds pasukan elit Garda Revolusi Iran serta seorang Komandan Pasukan Milisi Syiah Irak “Abu Mahdi Al Muhandis”.

Drone adalah wujud inovasi teknologi pesawat tanpa awak yang diawali dengan mimpi atau imajinasi manusia sebelumnya. Demikian seterusnya, mula-mula hanyalah kemampuan imajinasi namun kini dapat kita saksikan sebagai peristiwa nyata dalam kehidupan manusia.

Tak dapat dipungkiri hasil inovasi manusia dengan memanfaatkan kecanggihan tekologi telah mengubah dunia dengan segala aspek yang ada di dalamnya. Manusia melakukan inovasi alat komunikasi tele-phone menjadi smart-phone (android/gadget) misalnya, telah memudahkan manusia melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan.

Transaksi keuangan melalui bank digital misalnya, dilakukan sedemikian cepatnya melalui fitur yang telah disediakan dalam perangkat teknologi tersebut. Pada waktu bersamaan dan relatif singkat, manusia juga dapat menyebarkan informasi dengan memanfaatkan kecanggihan fitur-fitur yang disediakan.

Hal ini menunjukan adanya pergeseran atau perubahan dunia modern dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi digital bagi kehidupan manusia. Kehidupan di era digital (teknologi) menunjukan kemampuan manusia mewujudnyatakan mimpi melalui inovasi dan mentransformasi dunia dengan kecanggihan teknologi yang dimiliki.

Efektifitas waktu dan efisiensi biaya serta tenaga yang dikeluarkan adalah bukti semakin cepatnya pergerakan manusia dan barang melewati dimensi ruang dan waktu. Dengan demikian, kemampuan imajinasi dalam inovasi teknologi telah memudahkan manusia dalam beraktifitas.

Namun demikian, kekuatan imajinasi tak selamanya berdampak positif bagi manusia. Penyebaran berita hoaks misalnya adalah hasil imajinasi manusia dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada. Kini penyebaran berita hoaks telah beralih menuju penyebaran serangan virus corona (covid-19). Virus ini berawal dari ibu kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

Kota ini selain dikenal sebagai kota metro yang menghubungkan beberapa kota di Hankou, juga dikenal sebagai kota terpadat di pusat Tiongkok dengan jumlah penduduk 9.100.000 jiwa. Dari kota inilah virus corona awal mula menyebar hingga ke seluruh penjuru dunia layaknya penyebaran informasi melalui teknologi digital saat ini. Virus corona menyebabkan Wuhan menjadi kota mati seperti “tulah” yang melanda Mesir pada masa itu. Apakah corona termasuk bencana alam seperti “tulah” yang melanda Mesir ketika dipimpin raja Firaun? Ataukah mungkin virus ini sebagai dampak negatif dari “ulah” manusia dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi?

Virus corona sangat mengkwatirkan bahkan meresahkan karena telah menyebabkan kematian puluhan ribu manusia di berbagai negara. Berbagai spekulasi tentang keberadaan virus ini menunjukan hasil konsiprasi modern melalui kekuatan teknologi dan imajinasi manusia. Apakah virus ini digunakan untuk melumpuhkan dalam strategi persaingan kekuatan ekonomi global?

Sebagaimana diketahui bahwa perang kekuatan ekonomi global selalu mewarnai beberapa negara maju dengan segala kecanggihan teknologi yang dimiliki. Amerika dan Tiongkok telah menjadi pusat perhatian dunia karena memiliki kecanggihan teknologi dan kekuatan ekonomi global saat ini. Oleh karena itu, kedua negara diklaim telah mampu mengendalikan dunia melalui teknologi dan kekuatan ekonomi yang dimiliki. Jika belahan bumi yang satu telah dikuasai dan menjadi milik Amerika, Eropa dan Australia, maka belahan bumi lainnya adalah milik Tiongkok, Jepang dan Korea (meskipun tidak tertulis).

Perang kekuatan ekonomi global di kedua belahan bumi telah memperuncing keadaan manakala Australia berhasil menjalankan program “Free Trade Agreement” dengan Tiongkok dan beberapa negara di Asia. Australia lebih menginginkan sistem perdagangan bebas (ekspor/impor) dengan beberapa negara di Asia termasuk Tiongkok oleh karena kedekatan letak geografis di sepanjang jalur pasifik selatan. Meskipun demikian, kondisi ini telah diantisipasi sebagai langkah Tiongkok menyebar jaringan kekuatan ekonominya di luar benua Asia. Dengan demikian,
bukan mustahil jika corona (covid-19) adalah langkah konkret Amerika menghambat pergerakan ekonomi Tiongkok memasuki wilayah baru.

Amerika telah dikenal sekian lama sebagai negara “super power” dengan kekuatan ekonomi dan kecanggihan teknologi yang dimiliki. Niscaya, dengan menguasai teknologi dan memiliki pengaruh ekonomi global, Amerika mampu mengendalikan dunia dengan segala dimensi kehidupannya. Bisa dipastikan, Amerika tak akan tinggal diam melihat pergerakan Tiongkok yang ingin mengambil alih predikat “super power” dari genggaman tangan.

Segala cara digunakan dan bukan tidak mungkin virus corona adalah bagian dari strategi Amerika melumpuhkan kekuatan dan pengaruh ekonomi Tiongkok yang mulai menyebar tanpa kendali. Trend virus corona (covid-19) bukanlah berita “hoaks” karena telah terbukti merenggut puluhan ribu nyawa manusia di berbagai penjuru bumi.

Demikian cepatnya penyebaran virus ini hingga mengkwatirkan bahkan meresahkan kehidupan manusia saat ini. Kini, virus corona telah menjadi trend antara fakta (bencana alam) atau hasil konspirasi imajinasi manusia. Menjadi fakta karena berbagai negara mengantisipasi penyebarannya yang mematikan, sebaliknya menjadi konspirasi imajinasi ekstrem manusia karena konflik kepentingan ekonomi global. Jika demikian, apakah konspirasi imajinasi manusia dapat mengubah pengaruh teknologi dan kekuatan ekonomi dunia?

*) Australia Global Alumni

Komentar

Berita lainnya OPINI

To Top