Antisipasi Corona, Gubernur NTT Ikut Ukur Suhu Saat Masuk Kantor | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Antisipasi Corona, Gubernur NTT Ikut Ukur Suhu Saat Masuk Kantor


UKUR SUHU TUBUH. Seorang petugas di kantor Gubernur NTT tampak mengukur suhu tubuh Gubernur Viktor Laiskodat saat memasuki gedung Sasando, Jl. El Tari, Senin (16/3). Ini salah satu bentuk antisipasi penularan dan penyebaran Covid-19 dilingkungan instansi pemerintah. (FOTO: Istimewa)

PEMERINTAHAN

Antisipasi Corona, Gubernur NTT Ikut Ukur Suhu Saat Masuk Kantor


Pemprov Berlakukan Pengukuran Suhu ASN dan Tamu

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengambil sejumlah kebijakan stratgeis. Diantaranya pada 10 Maret 2020, Gubernur mengeluarkan Surat Edaran kepada para Bupati se-NTT dan Walikota Kupang tentang Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 di tempat kerja.

Surat edaran ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran dari Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tanggal 5 Maret 2020 tentang imbauan upaya pencegahan penularan Covid-19 di tempat kerja.

“Mulai hari ini, Senin (16/3), upaya pencegahan diberlakukan di Kantor Gubernur NTT Sasando Kupang. Setiap pegawai (ASN) dan tamu yang masuk kantor Gubernur akan diperiksa suhunya oleh petugas. Yang suhunya di atas 37 derajat Celsius nantinya akan diarahkan ke klinik atau pusat layanan kesehatan untuk mendapatkan diagnosis lebih lanjut. Pada pintu masuk dan ke luar kantor Gubernur, juga ditempatkan antiseptik untuk cuci tangan. Semua pegawai dan tamu yang keluar masuk, wajib hukumnya untuk membersihkan tangan,” jelas Gubernur VBL melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Jelamu Ardu Marius saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/3).

Marius menjelaskan, Gubernur juga mengimbau agar hal tersebut juga diberlakukan di kantor-kantor pemerintahan dan kantor-kantor swasta serta tempat-tempat perbelanjaan yang ramai.

Menurut Marius, Gubernur tak cuma mengeluarkan imbauan, namun orang nomor satu di Pemprov NTT itu juga ikut diukur suhu tubuhnya oleh petugas saat memasuki kantor gubernur Senin (16/3) pagi tadi.

“Bapak Gubernur juga telah mengeluarkan instruksi kepada semua pimpinan perangkat daerah agar melarang seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT bertugas ke luar daerah. Instruksi ini dikeluarkan sejak Sabtu malam lalu (14/3). Karenanya, seluruh perjalanan dinas ke luar daerah yang telah terbit pun telah diminta untuk dibatalkan sampai menunggu instruksi lebih lanjut. Kita berharap langkah ini diikuti oleh Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTT,” jelas Marius.

Gubernur juga telah meminta kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Provinsi NTT agar menutup pintu masuk perbatasan menuju Timor Leste guna mencegah penularan virus Corona.

“Hari ini, sekitar jam 14.00 (pukul 2 siang) sebentar, Bapak Gubernur akan memimpin rapat dengan instansi terkait untuk membahas langkah teknis penutupan ini,” ungkap Marius.

Marius juga mengungkapkan Pemprov NTT juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai dan pihak Keuskupan Ruteng yang akan menyelenggarakan tahbisan Uskup pada Kamis, 19 Maret 2020.

“Acara ini khan akan melibatkan banyak undangan dari seluruh Indonesia, kami terus berkoordinasi agar Pemerintah Daerah dan Panitia dapat mengambil langkah-langkah antisipatif dan memastikan para tamu yang mengikuti acara ini safe dengan menerapkan prosedur yang ditetapkan untuk mencegah penularan virus corona,” kata Marius.

Dalam situasi seperti ini, Gubernur VBL mangimbau agar masyarakat NTT tetap tenang dan tidak boleh panik berlebihan. Tetap menjaga asupan gizi dan kalau ada gejala sakit segera berobat ke pusat kesehatan.

“Kita minta tenaga medis di pusat pelayanan kesehatan, baik pustu, puskesmas dan rumah sakit untuk bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Pemerintah Provinsi NTT telah menyiapkan beberapa rumah sakit untuk penanganan Corona di antaranya, RSUD W.Z. Johannis di Kupang, RS T.C. Hillers di Maumere, RS Komodo di Labuan Bajo, RS Umbu Rara Meha di Waingapu, dan RS Gabriel Manek di Atambua,” pungkas Marius Jelamu. (*/yl/aln)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top