Baru Pulang dari Jakarta dan Masuk ODP, Begini Penjelasan Bupati Terkait Sekda TTS | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Baru Pulang dari Jakarta dan Masuk ODP, Begini Penjelasan Bupati Terkait Sekda TTS


Bupati TTS, Egusem P. Tahun. (FOTO: Yopi Tapenu/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Baru Pulang dari Jakarta dan Masuk ODP, Begini Penjelasan Bupati Terkait Sekda TTS


Mendagri Minta Kepala Daerah Tak Bepergian ke Luar Negeri

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Selatan (TTS) hari ini, Senin (16/3) meniadakan upacara pagi yang rutin dilaksanakan setiap Senin pagi.

Hal ini sebagai bentuk antisipasi menindaklanjuti imbauan pemerintah pusat dalam rangka mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) yang sudah menjadi pandemi global.

“Syalom. Untuk menjadi perhatian kita semua bahwa hari ini (Senin, 16/3, Red) upacara pagi ditiadakan karena masalah Corona,” tulis Bupati TTS, Egusem P. Tahun dalam sebuah grup WhatsApp (WAG) pagi tadi.

Tak cuma itu, Bupati Egusem juga menyampaikan bahwa Sekretaris Daerah (Sekda) TTS, Marthen Selan yang baru menjalankan tugas dinas dari Jakarta termasuk orang dalam pengawasan (ODP), sehingga sejak Minggu (15/3) hingga 14 hari ke depan tidak harus masuk kantor. Untuk melaksanakan tugas mengendalikan administrasi pemerintah daerah dilakukan dari rumah jabatan Sekda.

Sebagaimana diketahui, DKI Jakarta merupakan salah satu dari delapan provinsi di Indonesia yang sudah dinyatakan positif penyebaran virus Korona, selain Tangerang (Banten), Jawa Barat, Solo (Jawa Tengah), Bali, Jogjakarta, Manado (Sulawesi Utara), dan Pontianak (kalimantan Barat).

Tito Minta Kada Tak Bepergian ke LN

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah (kada) untuk menunda pelaksanaan perjalanan ke luar negeri (LN). Instruksi ini dikeluarkan bagi gubernur, bupati, maupun wali kota serta ketua DPRD provinsi dan kabupaten/kota se Indonesia.

Surat tersebut dikeluarkan tidak lain untuk mencegah terjadinya penyebaran virus korona. Terlebih, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan virus korona (Covid-19) sebagai pandemi.

“Sehubungan dengan hal tersebut, jika tidak sangat urgent sekali dimohon kepada kepala daerah/wakil kepala daerah, ketua dan anggota DPRD provinsi/kabupaten/kota beserta pejabat di daerah agar menunda pelaksanaan perjalanan ke luar negeri untuk menghindari terpapar virus korona (Covid-19),” kata Tito tulis dalam surat tersebut, Minggu (15/3).

Tito mengharapkan, agar para kepala daerah mentaati isi dari surat tersebut. Sebab kini virus korona semakin mewabah di Indonesia. “Menjadi perhatian dalam pelaksanaannya,” tegas Tito.

Adapun surat it itu dibuat pada 13 Maret 2020 dan ditandatangani langsung Mendagri, Tito Karnavian.

Sebelumnya, Juru bicara pemerintah terkait penanganan virus korona, Achmad Yurianto mengatakan, kasus positif terinfeksi virus korona di Indonesia pada Sabtu (14/3) kemarin, mencapai 96 orang. Bahkan, salah satu yang positif terinfeksi virus korona pasien dengan nomor 76 merupakan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi. (aln/JawaPos.com)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top