Cegah Penularan Covid-19, KSP Jelaskan Protokol Transportasi Publik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cegah Penularan Covid-19, KSP Jelaskan Protokol Transportasi Publik


SEMPROT DISINFEKTAN. Petugas membersihkan sekaligus menyemprotkan disinfektan ke seluruh gerbong KRL demi mencegah penularan virus korona. (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

NASIONAL

Cegah Penularan Covid-19, KSP Jelaskan Protokol Transportasi Publik


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah melalui Kantor Staf Presiden (KSP) telah mengeluarkan protokol yang berkaitan dengan trasportasi publik. Hal ini guna mencegah mewabahnya virus korona (Covid-19).

Tenaga Ahli Utama KSP, Brian Sri Prahastuti menjelaskan, ?protokol transportasi publik adalah acuan edukasi masyarakat sebagai pengguna transportasi publik.

“Kepatuhan semua pihak terhadap protokol ini sangat ditekankan untuk mencegah penularan COVID-19 serta untuk menjamin efektivitas kebijakan social distancing dalam upaya memutus penyebaran virus korona,” ujar Brian di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (18/3).

Menurut Brian, secara garis besar protokol ini mencakup upaya pencegahan penyebaran virus di dalam kendaraan, antar penumpang dan pengguna, dan pengelola transportasi publik.

Misalnya, untuk perlakuan setiap kendaraan umum yang akan disemprot disinfektan secara berkala 2-3 kali sehari, namun tetap dengan perhatikan jam-jam sibuk serta perhatikan lebih terhadap area di dalam kendaraan yang sering dipegang. “Misalnya handle pintu, pegangan tangan, sandara kursi, dan lain-lain,” katanya.

Kemudian di dalam kendaraan transportasi publik disediakan cairan pembersih tangan dan face masker untuk mengantisipasi apabila ada keadaan khusus yang membutuhkan.

Selanjutnya, pengelola transportasi publik menyediakan materi edukasi perilaku pencegahan penularan Virus Korona yang harus dilakukan setiap individu dalam kendaraan atau lingk transportasi publik baik sebagai penumpang, petugas, atau pengelola.

Misalnya, imbauan kepada orang sakit terutama dengan gejala infeksi saluran napas, seperti demam batuk pilek nyeri tenggorokan untuk tidak gunakan transportasi publik.

“Lalu, edukasi etika batuk dan bersin yang benar, pembiasaan cuci tangan pakai sabun dengan tata cara yang benar, dan promosi hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.

Kemudian, memastikan area sekitar transportasi publik seperti stasiun, terminal, dan bandara, untuk secara ketat melakukan penapisan dengan cara deteksi suhu tubuh dengan thermo gun atau thermo scanner.

Kemudian mengatur antrean dalam jarak aman, minimal satu meter. Menjaga kebersihan area publik dan melakukan tindakan disinfektan pada area yang potensial menularkan virus, seperti dalam lift, tombol lift, pegangan tangan, dalam gate.

Menyediakan hand washing station dengan air mengalir yang berfungsi, sabun cair dan pengering serta tempat sampah yang bersih. Kemudian pastikan tata kelola perusahaan untuk petugas dan pegawai lainnya.

“Termasuk pengaturan jam kerja, perlindungan diri pada karyawan, melarang karyawan sakit tetap bekerja, dan pengaturan cara kerja dengan social distancing,” tuturnya.

“Tanggung jawab setiap individu untuk memastikan dirinya tidak menularkan virus korona kepada orang lain adalah bagian penting pelaksanaan protomkol,” tambahnya.

Berikut ini adalah penanganan COVID-19 atau Virus Korona Protokol di area dan transportasi publik:

1. Pastikan seluruh area umum dan transportasi umum bersih. Melakukan pembersihan menggunakan desinfektan minimal 3 kali sehari terutama pada waktu aktivitas padat (pagi, siang dan sore hari) di setiap lokasi representatif (pegangan pintu, tombol lift, pegangan eskalator, dan lain-lain)

2. Deteksi suhu tubuh di setiap titik pintu masuk tempat umum dan transportasi umum. Jika suhu tubuh masyarakat terdeteksi = 38 derajat dianjurkan untuk segera memeriksakan kondisi tubuh ke fasyankes dan tidak diperkenankan untuk memasuki tempat umum atau menggunakan transportasi umum.

3. Pastikan ruang isolasi tersedia di acara besar (contoh: konser, seminar, dan lain-lain). Memastikan ada pos pemeriksaan kesehatan, ruang transit dan petugas kesehatan di setiap acara besar.

Jika pada saat acara, ada peserta yang sakit segera dilakukan pemeriksaan, jika kondisinya memburuk, pidahkan ke ruang transit dan segera rujuk ke RS rujukan.

4. Promosikan cuci tangan secara teratur dan menyeluruh
A. Pajang poster mengenai pentingnya cuci tangan dan tata cara cuci tangan yang benar
B. Pastikan tempat umum dan transportasi memiliki akses untuk cuci tangan dengan sabun dan air atau pencuci tangan berbasis alkohol
C. Tempatkan dispenser pembersih tangan di tempat-tempat strategis dan mudah dijangkau masyarakat terkemuka di transportasi umum dan tempat umum serta dan pastikan dispenser ini diisi ulang secara teratur

5. Mensosialisasikan etika batuk/bersin di tempat umum dan transportasi umum
A. Pajang poster tentang mengenai pentingnya menerapkan etika batuk/bersin serta tata cara bersin/batuk di tempat umum dan transportasi umum
B. Pengelola tempat umum dan transportasi umum harus menyediakan masker wajah dan/atau tisu yang diberikan untuk seluruh pengunjung dan penumpang yang mempunyai gejala flu atau batuk.

6. Memperbaharui informasi tentang Covid-19 secara reguler dan menempatkan di area yang mudah dilihat oleh pengunjung dan penumpang. Menyediakan media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19 di lokasi strategis di setiap tempat umum dan transportasi umum.

Kemudian Protokol Transportasi Publil point to point

1. Bila sedang dalam kondisi tidak sehat, jangan mengemudikan kendaraan. Sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan.

2. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti:
• mencuci tangan menggunakan air dan sabun
• membuang sampah di tempat sampah
• tidak merokok dan mengonsumsi NAPZA
• tidak meludah di sembarang tempat
• hindari menyentuh area wajah yang tidak perlu.

3. Penumpang yang mengalami demam, batuk atau flu, sebaiknya menggunakan masker selama berada di dalam kendaraan.

4. Lakukan pembersihan menggunakan desinfektan terutama setelah mengangkut penumpang yang mengalami demam, batuk atau flu.

5. Saat mengangkut penumpang dengan gejala mirip flu, sarankan penumpang untuk mengenakan masker. Jika penumpang tidak memiliki masker, berikan masker kepada penumpang

6. Ukur suhu tubuh setidaknya dua kali sehari pada saat sebelum dan sesudah mengemudi, terutama setelah membawa penumpang yang mengalami demam, batuk atau flu. (JawaPos.com)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top