Kali Ketiga di Bulan Maret, Tim Patroli Gagalkan Upaya Penyelundupan di Napan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kali Ketiga di Bulan Maret, Tim Patroli Gagalkan Upaya Penyelundupan di Napan


AMANKAN. Tim Gabungan dari Polres TTU, Polsek Miomaffo Timur, Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Barat Yonif 132/BS Pos Napan, Pospol Napan, Brimob, Imigrasi dan Bea Cukai saat mengamankan sebanyak 220 liter BBM bersubsidi di jalan tikus Gunung Putih di belakang Kantor Camat Bikomi Utara, Senin (16/3) Sore. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Kali Ketiga di Bulan Maret, Tim Patroli Gagalkan Upaya Penyelundupan di Napan


Ratusan Liter BBM Diduga Ilegal dan Kayu Jati Olahan

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tim gabungan aparat keamanan yang bertugas di wilayah perbatasan RI-Timor Leste tepatnya di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara kembali mengamankan sebanyak 220 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan Premium. BBM ini diamankan saat akan dibawa melintasi batas negara melalui jalan tikus gunung putih, tepatnya di belakang Kantor Camat Bikomi Utara, Senin (16/3).

BBM Bersubsidi tersebut ditemukan oleh Tim Gabungan dari Polres TTU, Polsek Miomaffo Timur, Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Barat Yonif 132/BS Pos Napan, Pospol Napan, Brimob, Imigrasi dan Bea Cukai saat menggelar patroli bersama di sepanjang garis perbatasan wilayah tersebut. Tim gabungan itu dipimpin Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan Tim Gabungan, yakni 220 Liter BBM bersubsidi yang sudah terisi dalam jerigen ukuran 35 liter dan 5 liter. Diduga kuat, BBM tersebut hendak diselundupkan ke Distrik Oekusi, Timor Leste melalui jalur tikus tersebut.

Tak cuma itu. Tim Gabungan juga berhasil mengamankan sebanyak 115 jerigen kosong ukuran 5 liter, 54 jerigen kosong ukuran 35 liter, dan 12 jerigen kosong ukuran 20 liter yang selama ini digunakan untuk menyelundupkan BBM ke Distrik Oekusi, Timor Leste.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan kepada Timor Express, di Kefamenanu, Selasa (17/3) membenarkan adanya operasi gabungan tersebut di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara.

Dalam operasi itu, kata Tatang, Tim Gabungan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa BBM subsidi dan sejumlah jerigen kosong berbagai ukuran.

Hanya menurut Tatang, saat operasi itu, para pemilik BBM tidak berada di rumah. Rupanya mereka mengetahui adanya operasi Tim Gabungan sehingga mereka diduga kabur lebih dulu.

BACA JUGA: Satgas Pamtas Yonif 132/BS Amankan 30 Batang Kayu Jati, Diduga Mau Diselundupkan

BACA JUGA: Jajaran TNI-Polri Kembali Amankan 575 Liter BBM, Diduga Hendak Diselundupkan ke Timor Leste

“Saat dilakukan penyisiran hampir semua pemilik rumah tidak berada di tempat, dan kebanyakan ditemukan BBM dan jeriken kosong di jurang/pepohonan yang kemungkinan disembunyikan oleh pemiliknya yang mungkin sudah mengetahui kegiatan penyisiran tersebut,” jelasnya.

Tatang menambahkan, dari dua kali penggagalan upaya penyelundupan yakni kayu jati olahan sebanyak satu kubik dan 575 liter BBM bersubsidi, maka Tim Gabungan berinisiatif melakukan operasi di beberapa tempat yang diduga selama ini digunakan untuk menimbun BBM.

Dengan fakta ini, kata Tatang, operasi gabungan perlu dilakukan secara berkala guna mencegah terjadi penyelundupan dari wilayah RI ke Timor Leste dan sebaliknya dari Timor Leste ke Indonesia melalui perbatasan.

Menyinggung mengenai upaya penggagalan dugaan penyelundupan BBM bersubsidi milik Viktoria Eko pada 3 Desember 2019, menurut Tatang, penanganan kasus tersebut kini dalam proses oleh Unit Tipiter SatReskrim Polres TTU.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 132/BS, Letkol Inf Wisyudha Utama ketika dikonfirmasi Timor Express, Selasa (17/3) mengapresiasi kerja bersama Tim Gabungan yang terdiri dari Polres TTU, Polsek Miomaffo Timur, Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Barat Yonif 132/BS Pos Napan, Pospol Napan, Brimob, Imigrasi dan Bea Cukai yang bertugas di PLBN Napan.

Menurutnya, dalam bulan Maret ini saja sudah tiga kali mereka melakukan operasi bersama dan membuahkan hasil maksimal. Dalam Patroli gabungan pertama kali, tim mengamankan sebanyak 30 batang kayu jati olahan sedangkan patroli gabungan kedua berhasil mengamankan 575 liter BBM Bersubsidi.

Selanjutnya, pada patroli gabungan ketiga tim menemukan 220 liter BBM dan media yang digunakan untuk menampung BBM dalam jumlah yang banyak.

“Saya sudah ingatkan semua prajurit di satuan bawah untuk tetap intens melakukan patroli dan apabila menemukan barang-barang yang mencurigakan segera diamankan. Saya juga berterima kasih kepada Tim Gabungan yang telah berupaya melakukan berbagai penggagalan penyelundupan di wilayah Napan,” jelasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top