Mangkir Panggilan Polisi, Penyidik Jemput Paksa Viktoria Eko | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mangkir Panggilan Polisi, Penyidik Jemput Paksa Viktoria Eko


Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan. (FOTO: Petrus Usboko/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Mangkir Panggilan Polisi, Penyidik Jemput Paksa Viktoria Eko


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Viktoria Eko, warga Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara akhirnya dijemput secara paksa oleh Penyidik Satreskrim Polres TTU yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan di rumahnya, Selasa (17/3) malam.

Viktoria yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka bersama Antonius Lake dalam kasus dugaan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium dan Solar ke Distrik Oekusi, Timor Leste itu dijemput paksa lantaran mangkir dari panggilan penyidik.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan kepada Timor Express, Rabu (18/3) menuturkan, pihaknya menjemput paksa tersangka lantaran tak mengindahkan surat panggilan menghadap penyidik Unit Tipiter untuk memberikan keterangan tambahan.

Dikatakan, dalam surat panggilan itu tersangka Viktoria Eko harusnya menghadap penyidik Unit Tipiter, Selasa (16/3) pukul 09.00 Wita. Namun sampai dengan waktu yang ditentukan itu tersangka tidak menghadap tanpa alasan yang jelas.

“Penyidik membutuhkan keterangan tambahan dari tersangka namun karena mangkir makanya dijemput paksa karena tidak mengindahkan panggilan penyidik. Padahal saat penangguhan penahanan si tersangka (Viktoria Eko, Red) berjanji akan kooperatif dengan penyidik apabila sewaktu-waktu dipanggil untuk dimintai keterangan,” tutur Tatang.

Lebih ironis lagi, lanjut Tatang, tersangka Viktoria Eko setelah diberikan penangguhan penahanan oleh Penyidik tidak merubah perbuatannya malah semakin melakukan aksi penyelendupan dengan jumlah yang lebih besar lagi.

BACA JUGA: Usut Kasus Penyelundupan BBM, Penyidik Periksa Saksi Ahli BPH Migas di Jakarta

“Saat penangguhan itu tersangka berjanji akan kooperatif dan selama masa penangguhan tidak akan melakukan perbuatan yang sama atau tindak pidana lain namun yang terjadi berbeda sehingga terpaksa dijemput paksa,” jelas Tatang sambil menambahkan, Viktoria telah dibawa ke ruang Satreskrim Polres TTU guna memberikan keterangan ke penyidik.

Dari keterangan tersangka, demikian Tatang, penyidik menyimpulkan bahwa Viktoria telah mengingkari semua pernyataan saat pengajuan penangguhan penahanan sehingga langsung ditahan di tahanan sel Mapolres TTU.

“Karena melanggar semua kesepakatan yang dibuat sendiri oleh tersangka maka Kita kembali melakukan penahanan. Kita sudah tahan di Sel Polres TTU,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas melalui Kasat Reskrim Tantang Prajitno Panjaitan kepada Timor Express, Kamis (20/2) menuturkan pihaknya bersama tim dari Satreskrim Polres TTU sementara berada di Jakarta untuk mengambil keterangan dari saksi ahli BPH Migas.

Dikatakan, penyidik membutuhkan penjelasan dari BPH Migas terkait kasus dugaan penyelundupan yang terjadi di Batas Negara RI-Timor Leste tepatnya di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara yang dilakukan oleh sekelompok oknum.

Keterangan tambahan dari Saksi Ahli BPH Migas tersebut atas rekomendasi dari JPU yang meminta untuk melengkapi berkas perkara. Keterangan dari BPH Migas itu berkaitan dengan pemanfaatan dan kegunaan dari BBM bersubsidi serta proses jual beli kepada masyarakat. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top