Tenda Isolasi Covid-19 Siap Dikirim, Stok APD Masih Kurang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tenda Isolasi Covid-19 Siap Dikirim, Stok APD Masih Kurang


Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu. (FOTO: Johni Siki/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Tenda Isolasi Covid-19 Siap Dikirim, Stok APD Masih Kurang


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menyiapkan empat unit tenda khusus sebagai persiapan jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan pasien positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Tenda isolasi bertekanan negatif sedang di-packing untuk dikirim ke tiga RSU rujukan penanganan pasien Virus Korona di NTT,” ungkap Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu saat dikonfirmasi Rabu (18/3) malam.

Marius menyebutkan, empat tenda isolasi ini disiapkan untuk mengantisipasi penyebaran Virus Korona, dimana satu unit untuk RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, dua unit untuk RSU dr. TC. Hillers Maumere, dan satu tenda untuk RSU Komodo Labuan Bajo.

Marius mejelaskan, empat tenda tersebut memiliki tekanan negatif yang disiapkan untuk ruang isolasi dalam.

Marius mengatakan, tiga RSUD rujukan Covid-19 di NTT ini merupakan rekomendasi Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Meski demikian, lanjut Marius, rumah sakit ini masih membutuhkan dukungan sarana prasarana karena terbatas, seperti alat pengaman diri (APD) yang masih kurang, masker N-9, kacamata google, sarung tangan dan cairan hand sanitizer.

“Stokc APD masih kurang sehingga pihak RSU Johannes Kupang, melalui dana BLUD sudah pesan 200 set masker dari Denpasar. Kita harap barang ini cepat tiba sehingga bisa dipakai,” ujarnya.

Marius berharap semoga tidak ada penimbunan alat pengamanan seperti masker karena distributor hampir semua dalam keadaan kosong. Padahal selain medis, masyarakat juga sangat membutuhkan masker untuk waspada.

Marius menambahkan, saat ini dua maskapai penerbangan, yakni Garuda dan TransNusa sudah bersedia untuk mengangkut sampel guna pemeriksaanpengujian di Balitbangkes Kemenkes Jakarta. Itu pun masih kesulitan karena tidak semua daerah di NTT dijangkau dua maskapai tersebut.

“Kita juga masih kekurangan virus transport media. Sesuai standar WHO, sampel harus aman saat diangkut untuk diperiksa di Jakarta sehingga kita meminta perhatian pemerintah pusat agar bisa membantu kita,” pungkasnya. (js)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top