Waket Komisi IX DPR Serahkan Buku Panduan Penanganan Covid-19 ke Pemprov NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Waket Komisi IX DPR Serahkan Buku Panduan Penanganan Covid-19 ke Pemprov NTT


SALING MENDUKUNG. Waket Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena (ketiga kanan), Waket Komisi V DPRD NTT, Moh. Ansor (kedua kiri), Kadis Kesehatan NTT, Dominikus Minggu Mere (Ketiga kiri), anggota Forum Academia NTT, Elcid Li (kedua kanan), dr. Christian Widodo (tengah) bersama anggota Forum Academia NTT lainnya foto bersama usai penyerahan buku panduan Covid-19, Rabu (18/3). (FOTO: Dok. Elcid Li/Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Waket Komisi IX DPR Serahkan Buku Panduan Penanganan Covid-19 ke Pemprov NTT


Jaringan Forum Academia di Inggris dan Australia Bantu Terjemahan

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Provinsi NTT sejauh ini masih dinyatakan bebas status Coronavirus Disease-2019 (Covid-19). Meski begitu kewaspadaan terus ditingkatkan agar tidak menyebar ke Bumi Flobamora.

Di tengah upaya menangkal penyebaran virus itu, Rabu (18/3), Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui Kepala Dinas Kesehatan NTT, Dominikus Minggu Mere menerima buku panduan penanganan Covid-19 dari Tiongkok.
Buku panduan itu diserahkan langsung Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Forum Academia NTT. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Moh. Ansor dan anggota Komisi V, dr. Christian Widodo.

Saat penyerahan, Melki Laka Lena mengatakan buku panduan penanganan Covid-19 dari Tiongkok bisa dijadikan sebagai referensi tambahan untuk menangani Korona di NTT.

“Dinas Kesehatan NTT bisa belajar dari China yang berhasil dalam penanganan Virus Korona. Mengapa belajar dari China? Karena negara ini diketahui mampu mengatasi pasien Covid-19 dalam jumlah besar,” kata politisi Senayan dari Dapil NTT II ini.

Menurut Melki, dalam penanganan Covid-19, Dinas Kesehatan dan jajaran punya cara-cara lain untuk bisa mengatasi kasus ini. Tetapi buku ini perlu diserahkan sebagai bagian dari pengalaman yang sudah dilalui negara Tiongkok di Wuhan. Tentunya buku sangat penting untuk dipelajari sebagai pedoman/panduan.

“Buku ini menjadi salah satu pedoman. Kemarin buku ini saya yang wakili Komisi IX serahkan ke Menkes,” ujarnya.

Menurut Melki, buku panduan penanganan Korona berisikan tata cara mendeteksi, mendiagnosis, mencegah, manajemen sampai pada menangani pasien-pasien yang sudah puluhan ribu orang sebagian besar disembuhkan.
Dalam buku tersebut, demikian Melki, selain berisi petunjuk penanganan secara medis juga terdapat jenis obat herbal yang bisa digunakan untuk menangani pasien Korona seperti kunyit dan jahe yang terdapat juga di NTT.

Sementara anggota Forum Academia NTT, Elcid Li, dalam kesempatan penyerahan buku mengatakan berkat dukungan melalui jaringan lembaga mitra kerja di Inggris dan Australia, akhirnya buku panduan penanganan korona cepat diterjemahkan. “Tentu butuh jaringan kerja sama agar bisa dijadikan panduan dalam upaya penanganan Covid-19,” kata Elcid.

Menurut Elcid, jejaring Forum Academia hanya membutuhkan waktu sehari lebih untuk menerjemahkan buku panduan penanganan Covid-19 dari Tiongkok itu.

“Semoga kehadiran buku ini dapat membantu tim medis mananganani pasien Korona, baik itu pola penanganan secara medis maupun penyediaan herbal dalam mendukung upaya penyembuhan pasien. Buku ini sebagai bentuk dukungan referensi tambahan dalam penanganan korona,” ungkap Elcid.

Kepala Dinas Kesehatan NTT, Dominikus Minggu Mere, mengapresiasi hadirnya buku panduan penanganan korona itu. Domi Mere mengatakan, pihaknya akan memperbanyak buku itu dan meneruskan ke jajaran Dinas Kesehatan kabupaten/kota, RSU dan Puskesmas di seluruh NTT.

Domi Mere juga menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi perhatian dan dukungan Komisi IX yang sudah memberikan perhatian serius untuk pemerintah NTT, terutama dalam membantu penanganan Covid-19. (js)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top