32 Warga Sikka Berstatus ODP Covid-19, Jalani Karantina Mandiri | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

32 Warga Sikka Berstatus ODP Covid-19, Jalani Karantina Mandiri


Bupati Sikka, Robi Idong saat diwawancarai wartawan. Tampak Dandim Sikka, Letkol Zulnalendra. (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

32 Warga Sikka Berstatus ODP Covid-19, Jalani Karantina Mandiri


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 32 warga Kabupaten Sikka menjalani karantina mandiri setelah dikategori sebagai Orang dalam Pemantauan (ODP) Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Ke-32 warga Sikka yang didalamnya termasuk Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga itu menjalani karantina mandiri dan dipantau langsung Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlimus kepada TIMEXKUPANG.com usai mengikuti rapat koordinasi kesehatan penanganan Covid-19 di aula kantor Bapedalitbang Sikka di Maumere, Jumat (20/3) mengatakan, mereka yang menjalani karantina mandiri itu dimaksudkan untuk menjaga kemungkinan terjadinya penyebaran Covid-19, sebab ke-32 warga itu sebagiannya baru kembali dari wilayah terdampak Virus Korona.

“Sampai saat ini ada 32 warga Sikka yang menjalani karantina mandiri di rumahnya selama 14 hari. Ke-32 orang ini masih berstatus ODP karena sebagiannya baru kembali dari daerah terdampak Korona sehingga diminta untuk menjalani karantina mandiri sebagai bentuk pencegahan virus korona dengan pemantauan Dinas Kesehatan,” jelas Petrus.

Petrus menyebutkan, Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga menjalani karantina mandiri karena baru kembali dari tugas di Kalimantan Timur. Selain itu ada 7 orang pelajar asal Sikka yang baru pulang mengkiuti pertukaran siswa di Jepang. Hal yang sama juga dialami sejumlah ASN yang baru kembali dari perjalanan dinas luar daerah.

“Dari 32 warga yang masuk ODP, terdapat dua orang pasien asal Lembata yang saat ini sedang berada dalam ruang isolasi di Rumah Sakit Umum TC. Hillers Maumere. Dua warga Lembata ini adalah suami isteri yang termasuk dalam ODP,” kata Petrus yang menambahkan, saat ini Dinas Kesehatan Sikka sedang menunggu hasil laboratorium sampel darah pasangan suami isteri ini yang diperiksa di Jakarta.

Terpisah, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diego kepada awak media di Maumere mengatakan, terkait adanya 32 warga yang bestatus ODP, pihaknya telah meminta agar menjalani karantina mandiri dengan pemantauan oleh Dinas Kesehatan Sikka.

Menyinggung soal keputusan lockdown wilayah, bupati yang akrab disapa Robi Idong itu mengaku masih menunggu arahan Pemerintah Pusat, yakni Presiden Jokowi. Pasalnya keputusan me-lockdown suatu wilayah merupakan kewenangan pusat.

Saat ini, kata Robi, yang dilakukan di Sikka untuk mencegah penyebaran pandemi Virus Korona ini adalah mengimbau seluruh masyarakat untuk menerapkan social distance atau menjaga jarak dengan orang lain, menghindari pertemuan yang mengumpulkan massa.

“Pemerintah saat ini melakukan edukasi dan memberikan informasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan Covid-19, memberi instruksi untuk meliburkan sekolah dan perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Sikka,” kata Robi. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top