Ibu-ibu PKK Matim Dilatih Menyulap Limbah Kain Tenun Jadi Souvenir | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ibu-ibu PKK Matim Dilatih Menyulap Limbah Kain Tenun Jadi Souvenir


Bupati Matim, Agas Andreas, Ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang, Ibu-ibu Anggota Bhayangkari, Ibu-ibu Anggota Persit Chandra Kirana pose bersama peserta pelatihan, Rabu (18/3). (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Ibu-ibu PKK Matim Dilatih Menyulap Limbah Kain Tenun Jadi Souvenir


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Ibu-ibu anggota Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) meningkatkan ketrampilan dengan menyulap limbah kain tenun menjadi souvenir bernilai ekonomi. Hal ini dilakukan karena limbah kain tenun belum dimanfaatkan masyarakat setempat menjadi sesuai yang bernilai.

Kegiatanya berlangsung di aula Hotel Krisna Borong, Rabu (18/3) itu dibuka Bupati Matim, Agas Andreas. Hadir Ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang-Agas. Hadir juga pengurus dan anggota TP PKK Matim, ibu-ibu Bhayangkari Matim, Ibu-ibu Persit Chandra Kirana Borong, dan peserta.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader bagaimana memanfaatkan limbah kain tenun menjadi bahan pembuatan souvenir seperti tutupan gelas dan bantalan sandaran sofa,” jelas Ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang Agas kepada TIMEXKUPANG.com di sela-sela kegiatan pelatihan.

Tujuan lain lanjut Theresia, tentu melalui keterampilan tersebut dapat meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga serta mengoptimalkan fungsi TP PKK kecamatan dalam memotivasi masyarakat, untuk memanfaatkan limbah kain tenun tersebut, sehingga dapat mendukung kesejahteraan keluarga.

Menurut Theresia, kegiatan yang dikoordinir Pokja III TP PKK Kabupaten Matim berlangsung selama dua hari. “Jumlah peserta sebanyak 45 orang, terdiri dari dari anggota Pokja III Kecamatan, anggota PKK dari desa kategori tertinggal, sangat tertinggal, dan desa stunting,” ungkapnya.

Theresia menjelaskan, salah satu misi gerakan PKK itu adalah meningkatkan pendidikan dan ekonomi keluarga melalui berbagai upaya keterampilan dan pengembangan koperasi. Serta meningkatkan ketahanan keluarga melalui pemenuhan pangan, sandang, perumahan sehat layak huni.

“Saya berharap dengan kegiatan ini, para peserta mendapat bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat menunjang hidupnya,” harap Theresia.

Bupati Matim, Agas Andreas mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah mengasah keterampilan kaum ibu, khususnya di desa dan kecamatan.

TP PKK, kata Agas, telah berupaya mendorong kaum ibu meningkatkan ekonomi keluarga melalui kegiatan pemanfaatan sisa hasil tenun, dimana dalam praktiknya akan dibuat berbagai benda bernilai ekonomis dan memiliki unsur seni.

“Saya mengajak para peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sepenuh hati dan tanggung jawab. Sehingga dengan itu mampu mempraktikannya dalam rumah tangga masing-masing. Kegiatan ini sangat bagus, karena hasilnya dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Setelah pulang dari kegiatan ini, pengetahuan dan keterampilan yang didapat, harus dipraktik di rumah masing-masing, dan sosialisasikan atau bagikan ke masyarakat lain di kecamatan dan desa masing-masing,” pungkas Bupati Agas. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top