Mengukur Potensi Risiko Tertular Covid-19 Berdasarkan Golongan Darah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mengukur Potensi Risiko Tertular Covid-19 Berdasarkan Golongan Darah


ILUSTRASI. Cek golongan darah (FOTO: JawaPos.com/South China Morning Post)

GAYA HIDUP

Mengukur Potensi Risiko Tertular Covid-19 Berdasarkan Golongan Darah


SESEORANG dengan golongan darah A kemungkinan lebih rentan terhadap infeksi virus Korona jenis baru (Covid-19). Sementara mereka dengan golongan darah O tampaknya lebih resisten atau kuat. Data itu diungkap menurut sebuah studi pada pasien di Tiongkok yang tertular penyakit yang dikenal sebagai Covid-19.

Peneliti medis di Tiongkok mengambil pola golongan darah lebih dari 2 ribu pasien yang terinfeksi virus di Wuhan dan Shenzhen dan membandingkannya dengan populasi orang yang sehat pada penduduk setempat. Peneliti menemukan bahwa pasien golongan darah A menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi dan mereka cenderung mengalami gejala yang lebih parah.

Para peneliti mengatakan studi ini bisa menjadi pertimbangan bagi tenaga medis dalam menangani pasien. Khususnya bisa ada perbedaan golongan darah ketika merencanakan langkah-langkah mitigasi atau merawat pasien.

“Orang-orang dari golongan darah A mungkin perlu secara khusus memperkuat perlindungan pribadi pada imunnya untuk mengurangi kemungkinan infeksi,” tulis para peneliti yang dipimpin oleh Wang Xinghuan bersama Pusat Pengobatan Berbasis Bukti dan Terjemahan di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, seperti dilansir dari South China Morning Post, Rabu (18/3).

“Pasien yang terinfeksi Sars-CoV-2 dengan golongan darah A mungkin perlu menerima pengawasan yang lebih waspada dan perawatan yang agresif,” tulis Wang.

Sebaliknya, golongan darah O memiliki risiko yang secara signifikan lebih rendah untuk terkena penyakit menular dibandingkan dengan golongan darah bukan O. Itu juga diungkap pada sebuah makalah yang mereka terbitkan di Medrxiv.org pada 11 Maret.

Dari 206 pasien yang meninggal akibat Covid-19 di Wuhan, 85 jiwa di antaranya memiliki darah tipe A, yang 63 persen lebih banyak daripada 52 jiwa dengan tipe O. Pola ini ada pada kelompok usia dan jenis kelamin yang berbeda.

“Mungkin bermanfaat untuk memperkenalkan golongan darah A, B, O pada pasien dan tenaga medis sebagai bagian rutin dari manajemen Sars-CoV-2 dan infeksi Coronavirus lainnya, untuk membantu menentukan opsi manajemen dan menilai tingkat paparan risiko orang,” kata Wang.

Penelitian dilakukan oleh para ilmuwan dan dokter dari kota-kota di seluruh Tiongkok termasuk Beijing, Wuhan, Shanghai, dan Shenzhen. Seorang peneliti dari Laboratorium Kunci Negara Hematologi Eksperimental di Tianjin Gao Yingdai, yang tidak terlibat dalam penelitian itu, mengatakan penelitian itu bisa dilakukan pada sampel pasien yang lebih besar. Meski 2 ribu sampel tidak kecil, namun jumlah kasus terinfeksi kini mencapai 180 ribu orang secara global

“Keterbatasan lain dari penelitian ini adalah tidak memberikan penjelasan yang jelas tentang fenomena tersebut, seperti interaksi molekuler antara virus dan berbagai jenis sel darah merah,” kata Gao.

Golongan darah ditentukan oleh apa yang disebut antigen, suatu bahan pada permukaan sel darah merah yang dapat memicu respon imun. Ahli biologi Austria Karl Landsteiner menemukan golongan darah utama pada tahun 1901, menamakannya tipe A, B, AB, dan O. Penemuan ini memungkinkan transfusi darah yang aman dengan mencocokkan golongan darah pada pasien.

Di Wuhan, yang memiliki populasi sekitar 11 juta, tipe O sebanyak 32 persen, sedangkan A sebanyak 34 persen di antara orang sehat. Di antara pasien COVID-19, sekitar 38 dan 25 persen.

Hanya saja, itu semua tak berlaku umum. “Jika Anda tipe A, tidak perlu panik. Itu tidak berarti Anda akan terinfeksi 100 persen,” katanya.

“Dan jika Anda tipe O, itu tidak berarti Anda juga benar-benar aman. Anda masih perlu mencuci tangan dan mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh pihak berwenang,” tegasnya. (JawaPos.com)

Komentar

Berita lainnya GAYA HIDUP

To Top