ODP Covid-19 di NTT Meningkat jadi 41 Orang, Ini Sebaran Daerahnya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

ODP Covid-19 di NTT Meningkat jadi 41 Orang, Ini Sebaran Daerahnya


KETERANGAN PERS. Kepala Biro Humas Setda NTT, Marius Ardu Jelamu (tengah) bersama Kadis Kesehatan NTT, Dominikus Minggu Mere (kanan) didampingi pejabat Humas, Valery Guru (kiri) memberikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan Covid-19 di NTT, kemarin (19/3). (FOTO: Johni Siki/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

ODP Covid-19 di NTT Meningkat jadi 41 Orang, Ini Sebaran Daerahnya


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengumumkan kondisi terkini ancaman pandemi Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) di Bumi Flobamora.

Dalam konferensi pers yang dilakukan Humas Setda NTT, kemarin (19/3) menyebutkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 terus mengalami peningkatkan. Sebelumnya ODP di NTT berjumlah 15 orang, dalam keterangan bersama Karo Humas Setda NTT, Marius Ardu Jelami bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere menyebutkan, ODP di NTT berjumlah 41 orang.

“Ini data Dinas Kesehatan NTT terhitung sejak 3 Maret hingga 19 Maret, pukul 20.00 Wita, sebanyak 41 warga NTT berstatus orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19,” ungkap Kadis Kesehatan NTT, Dominikus Minggu Mere, ketika dikonfirmasi Timor Express, Kamis (19/3).

Sebelumnya dalam konferensi pers yang diumumkan Kamis pagi melalui Biro Humas Setda NTT, baru terdapat 24 ODP Covid-19. Tetapi setelah di-update hingga pukul 20.00 Wita, jumlahnya bertambah menjadi 41 orang.

Domi Mere menyebutkan, 41 ODP di NTT itu tersebar di lima daerah, yakni Kota Kupang (18 orang), Kabupaten Kupang (2 orang), Lembata (2 orang), Manggarai Barat (7 orang), dan Kabupaten Sikka (12 orang).

“Data tersebut belum termasuk satu orang dari Atambua yang dalam perjalanan di rujuk ke Kupang,” ungkapnya.

Dokter Dominikus Mere menjelaskan, untuk 7 ODP di Manggarai Barat sedang
diisolasi di rumah masing-masing sambil dipantau tim medis RSUD Komodo.
Sementara 2 ODP yang di Lembata sedang di rawat di RSUD dr. TC. Hillers Maumere. Sampelnya sudah dikirim ke laboratorium Puslitbang Kemenkes RI.
“Untuk 12 orang dari Sikka baru dilaporkan tadi (Kamis, 19/3), dan sekarang sedang ditangani RSUD TC Hillers. Sedangkan untuk RSUD Johannes Kupang sedang tangani laporan ODP yang terbaru dan lama 1 orang. Satu orangnya masih dirawat di RSU Siloam Kupang, dan siap dipindahkan ke RSUD Johannes sebagai rujukan,” ungkapnya.

Domi Mere menambahkan, RSUD Johanes saat ini juga sudah membatasi kunjungan untuk semua pasien. Satu pasien hanya bisa didampingi satu orang keluarga. Selain itu menghindari keramaian yang berpotensi terjadinya penyebaran virus.

Dikatakan, covid-19, menyerang dari dua sisi yakni diserang pernapas dari bagian atas pengeluhan influensa dan pernapasan bagian bawah hasilnya pnemonia, gejalanya pilek.

Setelah membaca tanda klinik dan pemeriksaan medis serta pemeriksaan laboratorium radiologi baru disimpulkan pasien dalam status pengawasan.

Sementara Kepala Biro Humas dan Protokol NTT, Marius Ardu Jelamu, dalam konfrensi pers di media center Kamis (19/3) mengatakan melalui satuan gugus yang sudah terbentuk tentu terus berkoordinasi untuk menghindari masuknya penyebaran virus korona ke NTT.

Ia mengatakan Gubernur dalam setiap kesempatan mengingatkan masyarakat untuk menghindari keramaian. Terhadap orang tua untuk mengawasi anak-anak agar batasi aktifitas di luar rumah. Sebab anak-anak diliburkan bukan untuk ke mal, pasar tetapi untuk diisolasi di rumah.

“Kita akan perintahkan Sat Pol PP untuk aktif pantau. Sebaiknya anak belajar di rumah bukan libur untuk bebas keluar apalagi dikeramaian,” tegasnya.

Sedangkan untuk ASN, lanjut Marius, sudah dilarang bepergian keluar daerah kecuali antarkabupaten. Kalaupun ada yang keluar karena urusan penting, syaratnya setelah kembali wajib jalani isolasi dirumah selama 14 hari sambil melihat perkembangan dan memeriksa ke RSUD terdekat. (js)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top