Reses di Naimata, Warga Curhat ke Jonas Salean | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Reses di Naimata, Warga Curhat ke Jonas Salean


RESES DI NAIMATA. Anggota DPRD NTT, Jonas Salean (kiri) menyimak dengan serius penyampaian salah seorang warga Naimata saat bertemu warga dalam masa reses DPRD NTT, Kamis (19/3). (FOTO: Yoppy Lati/TIMEX)

POLITIK

Reses di Naimata, Warga Curhat ke Jonas Salean


Warga Rindukan Raskin Gratis dan Pengobatan Gratis E-KTP

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemberian raskin gratis sebanyak 15Kg setiap bulan dan pengobatan gratis berbasis KTP Elektronik yang menjadi program Jonas Salean, SH, M.Si ketika menjadi Wali Kota Kupang 2012-2017 rupanya masih didambakan warga Kota Kupang. Khususnya warga di RT 04/RW 02 Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Dalam pertemuan itu, warga curhat dan mengeluhkan pelayanan air bersih maupun persoalan sosial lainnya yang tidak lagi dinikmati warga kota.

Hal itu terungkap dalam dialog antara anggota DPRD NTT Jonas Salean dan warga setempat ketika menggelar reses di Kelurahan Naimata, Kamis (19/3) petang. Warga di daerah itu menyambut kedatangan Jonas Salean didampingi staf dari Sekretariat DPRD NTT.

Seperti diungkapkan Krisman Tamonof, Johanis Seran dan Simon, seorang ASN Dinas Kebersihan Kota Kupang. Krisman Tamonof meminta pemerintah agar memperhatikan kesejahteraan mereka. Apalagi katanya, raskin yang dulunya mereka dapat 45Kg tiap triwulan, sekarang tidak lagi diperoleh.

“Sekarang diganti dengan Rastra dengan membeli di e-Warung. Kalau sinyal lemah maka kami tidak bisa gesek. Pernah sampai tiga hari tidak bisa gunakan e-Warung karena sinyal sonde ada. Raskin plus yang dijanjikan sama sekali tidak membantu, karena hanya ada tambahan mie dan minyak goreng. Kami minta Bapak Jonas nanti kembalikan raskin gratis yang 15Kg tiap bulan,” kata Krisman. Kami rindukan pemimpin yang menyejahterakan warga seperti yang Bapak Jonas jalankan waktu itu,” sambungnya.

Sedangkan Johanis Seran meminta Jonas agar memperjuangkan kesejahteraan warga kota melalui DPRD NTT. Pasalnya, rakyat kota banyak yang belum merasakan kesejahteraan. Bahkan kata dia, banyak bantuan pemerintah yang dipolitisir sebagai bantuan pribadi sehingga hanya orang tertentu saja yang mendapatkannya.

Warga lainnya, Nahor mengeluhkan masalah kesehatan. Dikatakannya, banyak warga yang tidak mendapatkan kartu berobat sehingga menjadi peserta BPJS dengan membayar setiap bulannya. Hal itu sangat memberatkan warga Naimata dan warga kota pada umumnya.

“Sekarang pengobatan pakai E-KTP yang Bapak Jonas programkan tidak ada lagi. Kami harus menjadi peserta BPJS mandiri. Ini pengalaman saya waktu berobat karena kartu berobat tidak berlaku lagi. Dulu hanya bawa KTP langsung bisa diobati,” ujar Nahor lagi.

“Sejak zaman bapak kami rasakan raskin, pelayanan kesehatan gratis apalagi sekarang ini DBD mewabah. Mau bawa anak ke rumah sakit ambil uang dari mana? Kami harapkan ke depan bapak kembalikan ini untuk warga Kota Kupang,” tambah Simon, ASN di Kota Kupang. “Kalau ada bantuan seperti kota dulu dari provinsi tolong ingat warga Naimata,” tambah dia.

Sedangkan Silfa Lopo, ibu rumah tangga yang juga kader Posyandu setempat meminta perhatian Jonas Salean untuk membantu keperluan Posyandu seperti kursi, tenda dan lainnya.

Anggota DPRD NTT Jonas Salean mengatakan, keluhan warga kota yang lebih dominan dan masuk ke DPRD Provinsi NTT adalah masalah kesejahteraan rakyat, air bersih dan masalah kesehatan serta masalah sosial lainnya.

“Masalah yang kami terima di dewan provinsi terutama yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Kupang. Kalau yang berkaitan dengan Pemkot akan saya koordinasikan dengan Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Kupang agar menjadi perhatian apalagi saya sebagai Ketua Golkar Kota Kupang. Sedangkan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi saya akan perjuangkan,” ungkap mantan Sekda Kota Kupang ini.

Terkait persoalan air bersih menurut dia akan menjadi perhatiannya sejak dirinya menjadi Wali Kota Kupang. Bahkan sejak meninggalkan jabatan wali kota, dirinya berpikir persoalan air bersih sudah diselesaikan seperti janji saat kampanye.

“Harusnya air bersih jadi perhatian tapi Pemkot lebih banyak membangun taman di tengah keluhan warga akan kesulitan air bersih. Ya rakyat sudah pilih, nikmati saja sudah,” kata Jonas.

Sebagai anggota DPRD NTT dirinya akan memperhatikan hal itu karena PDAM Kota Kupang membeli air dari BLUD SPAM milik Pemprov NTT.

Diawal sambutannya, Jonas menyampaikan permohonan maaf karena setelah terpilih menjadi anggota DPRD NTT pada Pileg 2019 lalu, baru reses kali ini ia mendatangi warga di daerah itu.

“Terima kasih kepada warga di Naimata yang memilih saya sebagai anggota DPRD NTT pada Pileg 2019 lalu sehingga saya bisa duduk di dewan provinsi dengan suara diatas 25 ribu dan tertinggi sehingga Golkar bisa dapat dua kursi di dewan provinsi,” kata Jonas mengawali sambutannya.

Menurut dia, reses yang digelar pada awal 2020 ini untuk menyampaikan dan mensosialisasikan program pembangunan yang akan dijalankan sepanjang tahun anggaran 2020 yang telah ditetapkan bersama Pemprov NTT.

“Kita juga akan menjaring aspirasi masyarakat Kota Kupang untuk diperjuangkan dalam anggaran perubahan dan anggaran murni tahun 2021 mendatang,” pungkas Jonas. (yl)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top