Lantik 17 Penjabat Kades di Dua Kecamatan, Wabup Matim Tekankan Hal Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lantik 17 Penjabat Kades di Dua Kecamatan, Wabup Matim Tekankan Hal Ini


PELANTIKAN. Wabup Matim, Jaghur Stefanus saat melantik dan mengambil sumpah 11 orang ASN menjadi Penjabat Kades Persiapan untuk Kecamatan Kota Komba bertempat di lapangan sepak bola SDI Nunur, Desa Mbengan, Jumat (20/3). (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Lantik 17 Penjabat Kades di Dua Kecamatan, Wabup Matim Tekankan Hal Ini


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Dalam waktu dua hari di dua wilayah kecamatan, Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Timur (Matim), Jaghur Stefanus, melantik dan mengambil sumpah 17 orang penjabat kepala desa (Kades) persiapan. Mereka dilantik untuk menyukseskan pembentukan desa defenitif di wilayah itu.

Pada pelantikan Rabu (18/3) di aula Paroki Mamba, Wabup Jaghur melantik enam penjabat Kades persiapan yang tersebar di Kecamatan Elar Selatan. Lalu pada Jumat (20/3) bertempat di lapangan sepak bola SDI Nunur, Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Wabup Jaghur melantik 11 orang penjabat Kades persiapan.

Dalam seremonial pelantikan Penjabat Kades persiapan di Kota Komba, hadir pengurus PKK Kabupaten dan Kecamatan, anggota DPRD Matim Dapil Kota Komba, sejumlah pimpinan OPD, Camat Kota Komba bersama staf, para Kades desa induk, tokoh pendidik, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat setempat.

Wabup Jaghur dalam kesempatan itu menegaskan, penjabat Kades yang dilantik itu bukanlah sekadar untuk melengkapi struktur organisasi pemerintahan desa semata. Tetapi ada hal penting yang perlu dilihat, yakni tugas yang memiliki esistensi dan peran dalam pembentukan desa defenitif.

Menurut Jaghur, Penjabat Kades harus bekerjasama dengan Kades induk untuk kemajuan terbentuknya desa defenitif. Rangkul semua komponen yang ada, baik perangkat desa maupun masyarakat agar saling membantu, bahu membahu menyukseskan pembentukan desa defenitif.

“Saya mau tegaskan, fokus saudara dalam menjalankan tugas itu pembentukan desa defenitif. Ini yang harus kalian sukseskan. Kemarin (Rabu, 18/3, Red) saya juga lantik 6 Penjabat Kades di Elar Selatan. Pesan ini juga yang saya tegaskan. Apalagi Kota Komba ini pelantikan penjabat Kades terbanyak di Matim,” ungkap Jaghur.

Menurut Jaghur, walaupun statusnya sebagai Penjabat Kades persiapan, namun tugas, kewenangan, hak, dan kewajiban serta larangan yang berlaku bagi kades, tetap berlaku dan melekat dalam diri seorang Penjabat Kades. Sebagaimana hal itu sudah diamanatkan dalam UU yang berlaku.

Tugas Penjabat Kades, demikian Jaghur, adalah mempersiapkan desanya menjadi desa definitif, dengan menyelesaikan penetapan batas wilayah desa sesuai kaidah kartografis. Pengelolaan anggaran operasional bersumber dari APBDes induk paling sedikit 10 persen dan paling banyak 30 persen dari ADD.

Penjabat Kades harus segera melakukan pembentukan struktur organisasi dan pengangkatan perangkat desa. Selain itu, penyimpanan fasilitas dasar bagi penduduk desa, pembangunan sarana dan prasarana desa, kependudukan, potensi ekonomi, pertanahan, pendidikan dan kesehatan. Juga buka akses perhubungan antardesa.

Wabup Jaghur menjelaskan, ada sejumlah tahapan desa persiapan itu menjadi definitif. Pertama, Bupati mengangkat Penjabat Kades Persiapan dari unsur ASN. Penjabat Kades kemudian menyusun rencana pembangunan desa bersama masyarakat. “Rencana kerja yang telah disusun itu disampaikan kepada Kades induk. Laporkan juga perkembangan pelaksanaan desa persiapan secara berkala kepada Bupati melalui Camat dan Kepala Desa Induk. Laporan itu kemudian disampaikan tim untuk dikaji dan diverifikasi,” urainya.

Dikatakan, jika hasil kajian dan verifikasi dinyatakan layak menjadi desa, maka Bupati menyusun rancangan Perda kabupaten tentang Pembentukan Desa. Rancangan Perda itu nanti dibahas dan disetujui bersama DPRD Kabupaten.

Masih menurut Jaghur, jika rancangan Perda Kabupaten disetujui bersama Bupati dan DPRD, maka Bupati menyampaikan rancangan Perda itu kepada Gubernur NTT, untuk dievaluasi. Jika hasil kajian dan verifikasi desa persiapan dinyatakan tidak layak menjadi desa, maka desa persiapan dihapus dan dikembalikan ke desa induk.

“Jadi tidak selamanya lantik penjabat hari ini, otomatis desa ini jadi definitif. Kalau semua tahapan ini lolos, ya bisa jadi definitif. Tapi jika kajian tidak layak, maka kembali bergabung dengan induk. Penghapusan dan pengembalian desa persiapan ke desa induk diatur dengan peraturan Bupati,” jelasnya.

Bupati dalam kesempatan itu juga menyebutkan daftar desa persiapan pemekaran untuk Kecamatan Elar Selatan, yakni Desa Gising Utara, Desa Mamba, Desa Benteng Sipi, Desa Sopang Weru, Desa Satar Gising, dan Desa Kari Kende. Selanjutnya desa persiapan pemekaran untuk Kecamatan Kota Komba, terdiri dari Desa Rajong Koe, Desa Golo Lidi, Desa Wae Munde, Desa Mbapo, dan Desa Beka Lando. Selanjutnya Desa Ruan Selatan, Desa Watu Mute, Desa Benteng Tabu, Desa Ajang, Desa Mesi, dan Desa Munde. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top