Pemkab Sikka Bentuk Gugus Tugas Covid-19, Perketat Pengawasan di Bandara dan Pelabuhan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Sikka Bentuk Gugus Tugas Covid-19, Perketat Pengawasan di Bandara dan Pelabuhan


SEMPROT ANTISEPTIK. Petugas dari Satuan Gugus Tugas Sikka dengan masker dan sarung tangan menyemprotkan cairan antisetik kepada setiap penumpang yang baru tiba di Bandara Frans Seda Maumere, Minggu (22/3). (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Sikka Bentuk Gugus Tugas Covid-19, Perketat Pengawasan di Bandara dan Pelabuhan


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Sebagai salah satu daerah transit di NTT, Pemerintah Kabupaten Sikka fokus menjaga pintu-pintu masuk demi menjaga wilayah itu bebas dari pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang meluas di Indonesia.

Salah satu yang dilakukan pemerintah setempat adalah membentuk gugus tugas dan melakukan aksi pemantauan dan pengawasan terhadap warga yang bepergian maupun datang ke Sikka menggunakan jasa penerbangan udara maupun transportasi laut.

Misalnya yang terlihat di Bandara Frans Seda Maumere, Minggu (22/3), satuan gugus tugas dengan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan menyemprotkan cairan antiseptik ke setiap penumpang bandara yang baru tiba.

Selain menyemprotkan cairan antiseptik, satuan gugus tugas juga melakukan pemeriksaan kepada setiap penumpang. Terbatasnya jumlah personil membuat proses pemeriksaan cukup memakan waktu.

Hal ini terlihat ketika pesawat NAM Air mendarat di Bandara Frans Seda sekira pukul 16.30 Wita. Puluhan penumpang yang turun diperiksa satu persatu suhu tubuhnya. Sementara petugas lainnya menyemprotkan cairan antiseptik pada bagian tangan penumpang. Prosedur itu diikuti dengan mencatat identitas penumpang sekaligus nomor kontaknya.

Adrianus, salah seorang penumpang yang ditemui media ini mengaku senang dengan pengawasan yang dilakukan para petugas di Bandara Frans Seda. Menurutnya pemeriksaan kepada setiap penumpang yang datang wajib dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 dan menghindari penularan bagi masyarakat Sikka lainnya.

Adrianus menambahkan virus corona sudah menjadi bencana global karena itu masyarakat kabupaten Sikka, harus menjaga kebersihan dan menghindari dari kerumunan orang.

“Saya salut dengan petugas kesehatan disini yang cepat tanggap dengan situasi negara kita, khususnya Kabupaten Sikka yang sangat terbuka dari akses dunia luar. Kita harus waspada terhadap virus Korona. Kehadiran petugas dibandara ini patut diberikan apresiasi. Namun jumlah personilnya harus lebih banyak,” harap Adrianus.

Para penumpang yang diperiksa tampaknya sangat kooperatif walaupun harus menunggu giliran di pintu keluar untuk pemeriksaan. Hal ini diberlakukan sama untuk semua penumpang yang tiba di Bandara Frans Seda.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Clara Francis kepada media ini di Posko Satuan Gugus Tugas Covid-19 Sikka, Minggu (22/3) menjelaskan, guna mencegah penularan Covid-19, setiap tempat-tempat vital akan diawasi dengan ketat. Misalnya Bandara Frans Seda dan pelabuhan Lorens Say.

Di Bandara Frans Seda lanjutnya, sudah ditempatkan posko dan personil untuk mengawasi setiap pendatang baru, baik dari wilayah terdampak maupun bukan wilayah terdampak.

Hal yang sama juga dilakukan di pelabuhan Lorens Say. Saat ini sudah ditempatkan satu Posko dibawah pengawasan KP3 Laut. Sementara untuk darat juga sudah bekerja sama dengan dinas perhubungan, bahkan sudah di izinkan satu ruangan khusus untuk mengarantina warga yang berstatus ODP.

“Walaupun masih terbatas ADP, para petugas dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Kami memohon adanya dukungan dari berbagai pihak guna bersama mencegah penularan atau penyebaran virus Korona ini,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan seorang dokter spesialis penyakit dalam di RSU TC Hillers Maumere, dr. Asep Purnama.

Ia berharap tempat-tempat vital seperti bandara dan pelabuhan harus dijaga dengan ketat. Para petugas di bandar udara maupun laut harus selalu siap menjalankan tugasnya dengan baik. Persiapan dimulai dari personil dan peralatan yang dibutuhkan.

Peralatan yang dimaksudkan dr. Asep misalnya, screening. “Jika ada orang yang datang dari daerah terpapar Korona harus dilakukan self isolation selama 14 hari dengan tetap dipantau oleh pihak Puskesmas setempat,” harapnya. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top