Srikandi PDIP Reses, Lily Adoe Ajak Warga Proaktif Usul Aspirasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Srikandi PDIP Reses, Lily Adoe Ajak Warga Proaktif Usul Aspirasi


SERBA MERAH. Lily Adoe saat turun ke konstituen di Haukoto, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa-Kota Kupang, Sabtu (21/3). (FOTO: Istimewa)

POLITIK

Srikandi PDIP Reses, Lily Adoe Ajak Warga Proaktif Usul Aspirasi


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Srikandi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Kupang, Adoe Yuliana Elisabeth, S.Sos menggelar reses di Haukoto, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa-Kota Kupang, Jumat (20/3) dan Sabtu (21/3).

Menariknya dalam reses ini warga yang hadir secara kompak menggunakan busana bernuansa warna merah.

Bagi anggota Komisi III DPRD NTT ini, reses menjadi momentum tatap muka dan dialog warga bersama wakil rakyatnya dan merupakan masa penting yang sejatinya secara fungsional sebagai media menjaring aspirasi masyarakat.

“Reses ini merupakan kewajiban bagi kami anggota DPRD NTT. Setiap tiga bulan, anggota Dewan turun ke Dapil untuk bertemu konstituen, menjaring informasi, menghimpun seluruhnya untuk kemudian disalurkan,” kata politisi yang sering disapa Lily Adoe ini.

Ia menjabarkan, dari suara-suara masyarakat yang berhasil dihimpun melalui reses tersebut, akan direkap dan dibuat laporan kemudian diteruskan kepada pimpinan Dewan.

Dalam dialog dengan warga di Haukoto, warga mengeluhkan soal masalah pelayanan sosial terutama soal kesehatan, askes akan pendidikan dan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, warga Haukoto Kelurahan Fatukoa yang terletak di Jalur 40 itu mengeluhkan soal masalah sampah dimana Jalur 40 dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat Kota Kupang.

Agar hal itu tidak terjadi, masyarakat setempat meminta anggota DPRD NTT Lily Adoe memperjuangkan agar ada swakelola Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPAS). Selain itu, warga meminta agar ada akses Mobil Sampah yang bisa melayani rute Haukoto-Fatukoa.

“Ini merupakan Inisiatif Kelompok Usaha Ekonomi. Mereka meminta penertiban penggunaan Jalur 40 guna kenyamanan dan keselamatan berlalu lintas serta kebersihan. Terhadap usulan tersebut saya akan mencoba berkoordinasi dengan instansi terkait bagaimana jalan keluarnya terutama masalah sampah di Jalur 40,” kata Lily.

Sementara ketika melakukan pertemuan daerah lainnya di Fatukoa, warga setempat meminta anggota DPRD NTT, Lily Adoe agar Pemerintah Provinsi NTT agar membantu operasional sumur bor bantuan pemerintah pusat yang saat ini dikelola warga setempat berupa bahan bakar minyak (BBM).

Saat ini sumur bor tersebut dibiarkan terbengkalai. Masyarakat sulit mendapatkan air bersih untuk konsumsi maupun usaha produktif.

Keluhan lain warga di Fatukoa yang sebagian besarnya petani adalah ketiadaan bibit dan kesulitan mendapatkan pupuk. Untuk mendapatkan pupuk, mereka harus ke Kelurahan Sikumana dan meminta agar ada distributor di wilayah mereka. Selain itu, mereka juga meminta agar di kelurahan tersedia tenaga penyuluh pertanian dan dokter hewan guna memberikan penyuluhan dan pendampingan bagi peternak.

Di sektor perhubungan, warga Kelurahan Fatukoa meminta Pemprov NTT agar menyediakan jalur transportasi ke Jalur Fatukoa. Mereka menilai selama ini mereka dianaktirikan oleh pemerintah.

“Ini masukan dari warga ketika saya sebagai anggota DPRD NTT melakukan pertemuan dengan mereka. Hasil pertemuan ini nantinya akan dilaporkan. Saya sebagai wakil rakyat dari Kota Kupang tentunya akan memperjuangkan ini agar diperhatikan. Kalau tidak di perubahan anggaran 2020, kita akan masukan dalam APBD 2021 mendatang,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan ini.

Terkait merebaknya Covid-19, Lily Adoe meminta masyarakat Kota Kupang untuk mematuhi anjuran pemerintah. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Yang paling penting adalah menjaga pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu yang paling penting adalah menaati protokol yang diwajibkan oleh pemerintah,” kata Lily lagi.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai informasi sesat alias hoax yang sengaja disebarkan untuk menakut-nakuti masyarakat.

“Jangan panik dan meng-up to date informasi yang akurat dan terpercaya. Menghindari upaya penyebaran berita Hoax. Karena hanya menciptakan keresahan, berujung pada jerat Hukum,” pintanya kepada warga yang hadir.
(yl)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top