Cegah Pandemi Covid- 19, Bupati Sumba Tengah Keluarkan Edaran | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cegah Pandemi Covid- 19, Bupati Sumba Tengah Keluarkan Edaran


Bupati Sumba Tengah, Paul K. Limu. (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Cegah Pandemi Covid- 19, Bupati Sumba Tengah Keluarkan Edaran


WAIBAKUL, TIMEXKUPANG.com-Virus Korona atau Covid-19 telah dinyatakan menjadi bencana internasional, tidak terkecuali Indonesia. Hal ini membuat para kepala daerah, seperti Gubernur, Walikota dan para Bupati mengambil berbagai langkah pencegahan.

Misalnya di Sumba Tengah, Bupati Paul K. Limu mengambil langkah cepat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penularan virus tersebut dengan mengeluarkan Surat Edaran.

Surat Edaran tertanggal 19 Maret 2020 itu ditujukan kepada sejumlah lembaga, seperti Forkopimda, DPRD, Perangkat Daerah termasuk lembaga swasta, BUMN/BUMD yang ada di wilayah itu.

Dalam edaran sebagaimana keterangan tertulis Humas Pemkab Sumba Tengah, Bupati Paul K. Limu mengimbau seluruh warganya untuk meningkatkan kewaspadaan dengan gerakan pencegahan dan melawan Covid-19.

Menurut mantan Kepala Inspektorat NTT itu, Covid-19 merupakan suatu virus dengan tingkat penyebaran yang sangat cepat oleh karena ketersediaan media penularan yang sangat banyak, baik melalui sentuhan langsung dengan individu yang telah terjangkit virus maupun media lainnya seperti gagang pintu, kursi, meja, finger print, dan lain sebagainya.

Oleh karenanya, demikian Bupati Paul Limu, Pemkab Sumba Tengah telah membentuk Gugus Tugas Penanggulangan Penyebaran Covid-19. “Kerja Gugus Tugas ini akan efektif jika didukung oleh seluruh elemen masyarakat Sumba Tengah,” ungkapnya.

Untuk itu, melalui edaran tersebut, Bupati Paul Limu menyerukan beberapa hal, diantaranya agar masyarakat jangan panik namun tetaplah waspada dan meminta kerjasama warganya jika baru kembali dari luar daerah, terutama dari daerah yang telah dinyatakan terpapar Covid-19 untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari sejak tiba di Sumba Tengah. Selanjutnya agar yang bersangkutan memberikan laporan berupa nama dan alamat tempat tinggal agar dapat dipantau Tim Medis Gugus Tugas selama waktu 14 hari.

Pada poin ketiga edarannya, Bupati Paul Limu meminta seluruh ASN, tenaga kontrak, para Camat, dan Kepala Desa agar segera menginformasikan kepada Gugus Tugas Covid-19 jika mengetahui terdapat warga Sumba Tengah atau siapa saja yang baru pulang dari luar daerah atau luar negeri sehingga pada kesempatan pertama Gugus Tugas Covid-19 dapat segera memberlakukan protokol penanggulangan Covid-19.

“Diminta kepada seluruh kita untuk menjaga jarak dalam berkomunikasi, menghindari sementara waktu berjabatan tangan, berpelukan, dan mencium hidung ketika bertemu kolega, sahabat, keluarga atau dengan siapapun juga. Mengindari kerumunan, dan sedapat mungkin lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja,” demikian tegas Bupati Paul Limu.

Terhadap berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang, Bupati Paul Limu meminta agar ditunda pelaksanaannya. “Agar segala bentuk kegiatan yang melibatkan banyak orang atau menghasilkan kerumunan ditunda pelaksanaannya seperti apel, rapat/pertemuan yang melibatkan banyak orang, olahraga yang melibatkan banyak orang dan aktivitas lainnya yang melibatkan banyak orang,” ungkapnya.

“Kepada para Camat dan Kepala Desa agar menjaga kondisi wilayah dalam kondisi berkontribusi memutus mata rantai penyebaran covid-19 dengan terus berkoordinasi bersama Gugus Tugas di tingkat Kabupaten,” sambungnya.

Kepada khalayak umum di Sumba Tengah, Bupati meminta agar masing-masing keluarga bertanggungjawab untuk memastikan anggota keluarganya berada dalam jangkauan pengawasan dan memastikan anggota keluarga baik-baik saja.

Bagi yang memiliki keluarga di luar daerah utamanya di daerah yang telah terpapar Covid-19 agar terus dingatkan untuk menghindarkan diri dari kemungkinan terpapar Covid-19.

“Dalam hal terdapat warga Sumba Tengah yang merasakan gejala terpapar virus seperti batuk, sesak nafas, dan demam tinggi segeralah berkomunikasi dengan Puskesmas terdekat agar segera mendapatkan penanganan. Tim medis Pemerintah Daerah baik dari RSUD maupun 8 Puskesmas se-Kabupaten Sumba Tengah berkomitmen akan membantu kita semua dalam menanggulangi penyebaran Covid-19,” ungkap Paul Limu.

Terkait keberadaan siswa di sekolah-sekolah di Sumba Tengah, kepada para Kepala Sekolah, Bupati Sumba Tengah meminta agar meyakinkan para siswa agar menggunakan waktu libur sebagai ajang untuk belajar mandiri di rumah masing-masing dengan penuh kegembiraan, meminta siswa agar tidak keluar rumah selama liburan berlangsung.

“Mengajarkan siswa untuk tidak berjabatan tangan, berpelukan, dan cium hidung dengan tetamu dari luar rumah, menjaga jarak dengan siapapun tetamu dari luar rumah kurang lebih 1 meter, tidak boleh menghadiri kerumunan apapun di luar rumah dan selalu mencuci tangan dengan sabun atau disinfektan sebelum dan sesudah makan,” demikian imbauan Bupati Paul Limu untuk seluruh warga pendidikan.

Di bagian akhir edaran itu, Bupati Paul Limu meminta agar di tempat keramaian seperti Pasar Waibakul disediakan air dan sabun agar setiap warga yang hendak ke pasar terlebih dahulu mencuci tangan sebelum berbelanja dan mencuci tangan setelah berbelanja sebagai bagian dari pemutusan persebaran Covid-19.

Hal yang sama pun bagi pemilik toko dan kios eceran agar menyediakan tempat mencuci tangan dan disinfektan. “Bagi para pembeli, agar sesampainya di rumah segera mencuci tangan hingga bersih. Sedapat mungkin tidak menyuruh anak sekolah yang lagi diliburkan untuk berbelanja baik di pasar maupun di toko dan kios eceran serta jangan panik. Tetaplah waspada dan saling mengedukasi,” imbau Bupati Paul Limu. (*/yl)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top