Jumlah OPD di NTT Berkurang, Pemprov NTT Tetap Lakukan Antisipasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jumlah OPD di NTT Berkurang, Pemprov NTT Tetap Lakukan Antisipasi


Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr. Dominikus Minggu Mere (kiri) dan Karo Humas Setda NTT, Marius Ardu Jelamu. (FOTO: Johni Siki/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Jumlah OPD di NTT Berkurang, Pemprov NTT Tetap Lakukan Antisipasi


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Dominggus Minggu Mere mengatakan, jumlah warga NTT dengan kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sempat naik dari 92 orang menjadi 101 orang.

Namun berdasarkan notivikasi laporan semua kabupaten/kota di NTT, terjadi penurunan angka ODP, dimana terdapat 21 orang yang sebelumnya berstatus ODP dinyatakan bebas pemulihan sehingga yang kini dalam pemantauan (ODP) tersisa 80 orang.

Hal ini diungkapkan Domi Mere dalam konferensi pers bersama Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu di halaman Kantor Dinas Kesehatan NTT, Minggu (22/3).

Dokter Domi Mere menyebutkan, jumlah ODP yang sebelumnya mencapai angka 101 orang itu menyebar di 15 kabupaten/kota, diantaranya Kota Kupang (34 ODP), Sikka (26 orang), Manggarai Barat (12 orang), Sumba Barat Daya (7 orang), Manggarai (4 orang), dan Kabupaten TTS (3 orang). Selanjutnya Sumba Timur (2 orang), Flores Timur (2 orang), Kabupaten Kupang (2 orang), Lembata (2 orang), Ende (2 orang), Belu (2 orang), Alor (1 orang), Manggarai Timur (1 orang), dan Malaka (1 orang).

Domi Mere juga mengatakan hampir semua rumah sakit kekurangan alat pelindung diri (APD) dan viral trasport media. Sehingga dari provinsi sudah melakukan koordinasi ke Kementrian Kesehatan. Tetapi persediaan stock juga minim di provinsi dan Jakarta.

Saat ini permintaan serentak hampir di semua provinsi membutuhkan yang sama. Sehingga masih menunggu bantuan agar bisa cepat realisasi.

“Walaupun NTT masih negatif Covid-19, tetapi jumlah ODP yang terus meningkat, sehingga kita harus antisipasi dari sekarang. Persediaan alat pengaman diri menjadi mutlak untuk disediakan,” tandasnya.

Dikatakan, penularan Covid-19 melalui bersin dari penular penyebaran bisa melalui udara. Sehingga pertemuan dalam ruang tertutup tanpa sirkulasi udara berpotensi terjadi penularan. Sehingga perlu kesadaran semua warga untuk waspada patuhi anjuran pemerintah seperti dilakukan social distancing. “Batasi diri untuk tidak keluar rumah, hindari keramaian seperti di pasar, mal dan pertemuan lainnya,” imbau dr. Domi.

Sementara Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu, mengatakan, Pemprov NTT terus melakukan berbagai langkah untuk penanganan Covid-19 di NTT.

Pemprov, kata Marius, juga mengapresiasi dukungan dan kerja sama baik dari para tokoh agama untuk tidak mengumpulkan jemaatnya. Seperti pembatalan kegiatan Samana Santa di Larantuka. Menghentikan sementara ibadah mingguan dengan hanya melakukan ibadah dari rumah termasuk hari raya Nyepi dibatasi kegiatannya.

Bukan hanya itu. Pemprov, kata Marius, sudah melakukan kajian untuk jalur udara agar pintu bandara tetap dibuka termasuk pelabuhan laut. Pelabuhan tetap dibuka sebab kebutuhan ekonomi NTT masih tergantung dari daerah lain, seperti sembako, fasilitas obat obat, APD, pengiriman sampel dan kebutuhan lainnya.

Marius mengatakan, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat juga sudah bersurat kepada Bupati dan Wali Kota untuk menutup sementara kegiatan festival pariwisata dan semua destinasi wisata. Kebijakan ini dilakukan agar bisa mencegah meluasnya wabah Covid-19 masuk ke NTT.

“Kegiatan festival pariwisata yang sudah dijadwalkan pada bulan ini ditunda tanpa batas waktu. Untuk seluruh obyek wisata ditutup sementara hingga 29 Mei mendatang,” pungkas Marius. (mg33)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top