Oknum Jaksa Diduga Jual BB Pupuk, Kajari Sikka: 3 Malam Saya tidak Bisa Tidur | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Oknum Jaksa Diduga Jual BB Pupuk, Kajari Sikka: 3 Malam Saya tidak Bisa Tidur


Kajari Sikka, Azman Tanjung, SH. (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Oknum Jaksa Diduga Jual BB Pupuk, Kajari Sikka: 3 Malam Saya tidak Bisa Tidur


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Seorang oknum jaksa berinisial AB yang diketahui menjabat sebagai Kepala Seksi Pidana Umum (Kaspidum) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka diduga telah mejual barang bukti (BB) pupuk yang digunakan oleh pembom ikan.

BB pupuk tersebut diperoleh dari lima pelaku asal Wuring dan Pemana yang ditangkap Pol Airut pada Senin (13/1/2020) lalu. BB dan lima pelaku yang diproses hukum kemudian diserahkan ke pihak Kejari Sikka untuk proses hukum. Para pelaku kemudian ditahan dan saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Maumere.

Mirisnya, disaat para pelaku sedang menjalani persidangan, oknum jaksa AB diduga nekad menjual BB tersebut kepada dua orang perempuan yang diketahui berinsial Ans dan Tia, pada Jumat (13/3) lalu.

Tia diduga berperan sebagai perantara untuk menghubungi AB agar dapat mengeluarkan BB. BB tersebut akan dijual kepada Anisa dan kemudian diduga dijualnya lagi kepada S, seorang oknum aparat TNI AL di Maumere. Namun dalam perjalanan kemudian dipergoki polisi di wilayah Nangahure, Kecamatan Alok Barat. Hingga kini Ans dan Tia belum dilakukan penahan termasuk penjual pupuk tersebut. BB pupuk yang akan dijual itu berjumlah 6 karung. Per karung dijual dengan harga senilai Rp 3,5 juta.

BACA JUGA: Polair Tangkap Lima Pembom Ikan dan Sita 750Kg Bahan Peledak

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sikka, Azman Tanjung, SH ketika dikonfirmasi Jumat (13/3) lalu mengakui ada kehilangan BB pupuk sebanyak 6 karung.

Atas kejadian itu, Azman mengaku sangat kecewa dengan sikap yang dilakukan salah satu stafnya itu. Padahal malam Jumat (13/3) itu sempat ditanyakan kepada Kasipidum saat hendak keluar dari areal kejaksaan. Namun Jaksa AB ini menjawab kalau ia keluar untuk makan-makan. Tanpa adanya kecurigaan, Azman pun membiarkan AB dan sejumlah rekannya yang berada dalam mobil pergi.

AB, oknum Jaksa Kejari Sikka saat berada di Mapolres Sikka. (FOTO: Istimewa)

“Saya sangat kecewa berat. Tiga malam saya tidak bisa tidur, kenapa Kasipidum nekat menjual BB pupuk ini. Jika butuh uang kenapa tidak minta saja pada saya. Saya sudah panggil dia, dan dia hanya bisa minta maaf saja,” ungkap Azman seraya meminta awak media tak memberitakan persoalan ini.

Namun Azman berharap media bisa datang ke Kejari Sikka untuk mengonfirmasi soal kehilangan pupuk yang dijual oknum jaksa itu.

“Saya menyesal sikap Kasipidum yang ceroboh menjual BB, padahal pemilik dari barang bukti itu sedang ditahan dan menjalani persidangan. Saya hanya berharap teman-teman wartawan tidak menulis,” ungkap Azman yang saat itu didampingi Kasi Intel Kejari Sikka, Cornelis N.

Terpisah, Kasipidum Kejari Sikka, AB saat ditemui di Mapolres Sikka, membantah kalau pihaknya tidak menjual BB pupuk itu.

Menurut AB, saat kejadian itu dirinya berada di Makasar mengunjungi istrinya. AB kepada media ini juga mengaku BB pupuk yang berada di Kejari Maumere itu dalam keadaan lengkap, tidak kurang satupun.

“Saya tidak jual Pak. Pada hari Jumat (13/3) itu saya ada di Makasar mengujungi istri. Lagipula tidak ada BB pupuk yang hilang, semua dalam keadaan lengkap,” kata AB.

Terpisah, Kapolres Sikka, AKBP Sajimin SH, SIK, ketika dikonfirmasi, menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku dan barang bukti 6 karung pupuk di Nangahure, Kecamatan Alok Barat itu dilakukan pada malam hari.

Ans dan Tia saat digiring ke Mapolres Sikka. Keduanya diduga terkait dengan penjualan BB pupuk yang dilakukan AB, oknum Kejari Sikka. (FOTO: Istimewa)

Sajimin juga membenarkan bahwa, barang bukti berupa 6 karung pupuk ber cap matahari itu diangkut pelaku dengan satu unit mobil Honda Brio bernomor polisi EB 1339 BH.

Terhadap pelaku, Sajimin mengaku akan tetap memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. sajimin juga tidak mau menjelaskan sejauh mana keterlibatan S, salah seorang oknum aparat yang diduga ikut terlibat dalam kasus ini.

“Semuanya kita tunggu prosesnya, dipastikan barang bukti dan pelaku tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Sementara ini masih dimintai keterangan. Yang jelas pasti akan tetap di proses hukum,” ungkap Sajiman.

Palaksa Lanal Maumere, Letkol Laut (PM) Muchsin Wibowo, mengatakan, pihaknua hingga kini belum mendapat informasi adanya keterlibatan S, salah satu oknum anggota dalam pembelian pupuk itu.

“Belum dilaporkan oleh orang yang merasa dirugikan. Bahkan tidak ada satu pelaporpun yang datang kepadanya untuk mengadu,” ungkap Muchsin.

Namun demikian, kata Mucshin, pihaknya akan bertindak tegas kepada oknum anggota jika benar telibat dalam kasus dugaan pembelian pupuk itu.

“Sampai saat ini belum ada orang yang merasa dirugikan yang datang melapor. Namun jika ada yang merasa dirugikan, kami akan bertindak tegas. Kalau memang benar ada keterlibatan oknum anggota Lanal maka kami akan menindaklanjuti dan memberikan sanksi disiplin,” tegas orang kedua di Lanal Maumere ini.

Sementara itu, Ans yang hendak ditemui sejumlah awak media ke rumahnya guna mengonfirmsi dugaan penjualan pupuk tersebut, belum berhasil ditemui lantaran yang bersangkutan tidak berada di rumah. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top