Antisipasi Covid-19, Bupati TTU Liburkan Seluruh Pelajar dan Tunda US SMP | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Antisipasi Covid-19, Bupati TTU Liburkan Seluruh Pelajar dan Tunda US SMP


TANPA AKTIVITAS. SMP Negeri 1 Kefamenanu yang tampak sepi dan tidak ada aktivitas sama sekali. Foto Diabadikan Sabtu (21/3). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Antisipasi Covid-19, Bupati TTU Liburkan Seluruh Pelajar dan Tunda US SMP


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Mengantisipasi penyebaran virus korona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Utara (TTU) resmi meliburkan siswa seluruh sekolah mulai dari jenjang PAUD hingga SMP/MTS di wilayah setempat.

Kebijakan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes itu diterbitkan melalui Surat Edaran tertanggal 19 Maret 2020. Dalam Surat Edaran itu, seluruh pelajar dari tingkat PAUD hingga SMP dirumahkan selama dua pekan terhitung sejak tanggal 20 Maret hingga 14 April 2020.

Bupati TTU dua periode itu dalam edarannya juga memerintahkan untuk menunda pelaksanaan Ujian Sekolah (US) bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten TTU, Yosep Mokos kepada Timor Express melalui telepon seluler, Sabtu (21/3) menuturkan, Pemkab TTU telah mengeluarkan Surat Edaran untuk meliburkan seluruh pelajar di TTU.

“Sudah ada surat edaran resmi dari Bupati untuk merumahkan semua anak sekolah dari PAUD, SD dan SMP. Mereka kita rumahkan selama dua minggu terhitung sejak 20 Maret sampai dengan 4 April 2020 ini,” tutur Yosep.

Yosep menambahkan, dengan surat edaran tersebut bukan berarti siswa libur dan bermain, namun aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dengan menggunakan metode online.

Dijelaskan, penyebaran Virus Korona ini juga menjadi pemicu utama penundaan pelaksanaan Ujian Sekolah (US) bagi SMP/MTS sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan sambil menunggu situasi negara benar-benar bebas dari serangan virus mematikan itu.

“Para guru diperintahkan untuk tetap memberikan panduan, tuntunan dan monitoring terhadap aktivitas peserta didik melalui media sosial seperti WhatsApp Group maupun messenger. Sementara bagi orangtua/wali murid diminta untuk melakukan pemantauan terhadap aktivitas belajar anak selama dirumahkan,” jelasnya.

Selama dirumahkan, lanjut Yosep, orang tua bahkan wali murid wajib mengontrol atau membatasi aktivitas anak di luar rumah dan untuk para guru dan peserta didik agar selama di rumah tidak boleh bepergian ke tempat-tempat umum.

Yosep menekankan agar orang tua harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan cara tidak melakukan kontak langsung seperti bersalaman dan cium tangan, tetap menjaga jarak dengan orang lain saat berada di luar rumah, menghindari pertemuan dalam kelompok yang besar, serta selalu mencuci tangan dengan air dan sabun.

“Kalau sudah dirumahkan jangan bepergian sembarangan tetapi para guru dan peserta didik harus selalu mengontrol suhu tubuh menggunakan termometer, serta segera memeriksa diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami sakit,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top