Gelar KRYD, Polres Matim Temukan Barang Kadaluarsa dan Amankan Sopi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gelar KRYD, Polres Matim Temukan Barang Kadaluarsa dan Amankan Sopi


Kabag OPS Polres Matim, AKP Yohanes B. Simon (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Gelar KRYD, Polres Matim Temukan Barang Kadaluarsa dan Amankan Sopi


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Masih saja ada minimarket dan toko di Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) yang menjual barang kadaluarsa. Barang-barang ini ditemukan jajaran Polres Matim dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang dilakukan di wilayah itu. Bahkan dalam kegiatan KRYD itu aparat tak cuma berhasil mengamankan sejumlah barang tak layak edar, namun termasuk minuman beralkohol jenis sopi.

“Dalam operasi KRYD selama ini, kami mengamankan barang kadaluarsa yang masih beredar di pasaran. Termasuk amankan miras jenis sopi,” kata Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto melalui Kabag OPS, AKP Yohanes B. Simon saat ditemui TIMEXKUPANG.com di ruang kerjanya, Senin (23/3).

Menurut Yohanes, KRYD ini kegiatan rutin dalam hal antisipasi. Salah satunya melakukan razia ke minimarket, toko, maupun pasar yang menjual sembilan bahan pokok (Sembako). Terutama barang jualan yang terindikasi sudah kadaluarsa. Juga tidak berlebel.

Yohanes mengatakan, apa yang dilakukan Polres Matim, tentu untuk menjaga masyarakat dari sakit atau efek lainnya akibat mengonsumsi barang yang sudah kadaluarsa atau melewati batas akhir layak edar.

Yohanes menyebutkan, barang-barang yang berhasil diamankan itu ada berbagai jenis, baik makanan, minuman, aneka jenis rokok, dan jenis barang lainnya.

“Barang tersebut kami temukan di minimakert Pancaran Borong dan Toko Widi Borong. Sementara di pasar Borong, kami amankan sopi sebanyak 28 jerigen berukuran 35 liter. Sopi yang diamankan ini sebanyak 980 liter. Barang kadaluarsa ini kan racun. Sopi yang kita amankan ini karena tidak punya izin. Sehingga oplosanya tidak jelas dan ini berbahaya,” beber Yohanes.

Yohanes menegaskan, bagi pelaku atau penjual barang kadaluarsa dan penjual sopi terancam pidana dengan undang-undang yang berlaku, yakni perlindungan kosumen. Untuk sementara, para pemilik atau penjual, sedang diperiksa oleh polisi. Jika ada unsur kelalaian, maka bisa jadi tersangka. Jika tidak, maka tetap dibuat pernyataan atau dikenakan tindak pidana ringan (tipiring).

“Kita belum tahu, apakah penjual barang kadaluarsa ini jadi tersangka atau tidak. Nanti tergantung hasil pemeriksaan. Termasuk penjual sopi. Untuk jenis miras di Kabupaten Matim, baru sopi kobok yang sudah ada izinan. Tapi kami dari Polisi, tetap terus awasi proses buat sopi kobok ini,” ujarnya.

Yohanes mengatakan, barang-barang kadaluarsa yang sudah disita, masih disimpan di Polres Matim sebagai barang bukti dan belum dimusnahkan. Pihaknya tentu terus melakukan kegiatan yang sama di sejumlah toko dan kios yang ada di Matim. Termasuk miras sopi yang jual di rumah penduduk. Warga pun diimbau untuk selalu periksa tanggal kadaluarsa pada barang yang dibeli.

Yohanes juga mengimbau masyarakat untuk jangan meminum miras apalagi sampai over dosis, dan tidak boleh begadang diatas pukul 00.00 Wita.
“Imbauan itu juga sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus korona. Sejumlah apotek juga, akan siap digeledah,” tegasnya.

“Kami juga nanti akan periksa penumpukan barang di gudang. Termasuk sejumlah apotek, kami akan geledah. Karena ada indikasi ada barang di apotek yang sangat dibutuhkan oleh banyak orang, tapi habis. Seperti masker dan cairan untuk bahan hand sanitizer,” kata Yohanes. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top