Pemkab Matim Undang Sopir Angkutan Umum ke Lehong, Ini Tujuannya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Matim Undang Sopir Angkutan Umum ke Lehong, Ini Tujuannya


KREASI CEGAH KORONA. Wabup Matim, Stef Jaghur secara simbolis membuka kran cuci tangan yang dipasang di bagian belakang salah satu bus angkutan umum tujuan Labuan Bajo, Selasa (24/3). (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Matim Undang Sopir Angkutan Umum ke Lehong, Ini Tujuannya


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) bekerja serius dalam upaya mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hal itu diwujudkan dengan memastikan semua warga benar-benar menjalankan protokol WHO dan imbauan pemerintah terkait pembatasan hubungan sosial (social distancing) yang kini ditegaskan ke physical distancing.

Hal yang mendapat perhatian Pemkab adalah operasional transportasi umum/publik di wilayah itu dalam menjalankan social distancing ini. Siang tadi (24/3), Pemkab Matim melalui Dinas Perhubungan mengundang para sopir angkutan umum di Matim ke Kantor Bupati di Lehong.

Terpantau, para sopir yang datang bersama para pemilik kendaraan diterima di halaman Kantor Bupati. Mereka hadir untuk mengikuti launching sekaligus mendengar sosialisasi dan imbauan pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan terkait dengan penerapan protokol WHO dalam mengantisipasi Covid-19 di transportasi publik.

Wakil Bupati (Wabup) Matim, Stef Jaghur hadir dan me-launching komitmen bersama mencegah penyebaran Covid-19 dengan menyediakan cairan antiseptik atau air pencuci tangan di kendaraan umum bagi penumpang, kondektur dan sopir.

Launching oleh Wabup Matim ini ditandai dengan simbolis membuka kran air cuci tangan yang terpasang di bagian belakang kendaraan.

Hadir dalam acara itu, Sekda Matim, Boni Hasudungan, Kadis Perhubungan, Gaspar Nanggar, sejumlah staf ahli Bupati, para asisten, sejumlah pimpinan OPD, dan sejumlah pegawai Dinas Perhubungan.

“Kegiatan launching ini intinya kita mau mengajak semua sopir dan pemilik kendaraan agar bersama-sama mencegah virus korona. Untuk cegah virus ini, salah satunya di sektor transportasi darat. Bisa dengan siapkan cairan cuci tangan di setiap kendaraan, untuk penumpang, juga sopir dan konjak,” tutur Wabup Matim, Stef Jaghur di hadapan para sopir dan pemilik kendaraan.

Menurut Stef Jaghur, pencegahan penyebaran virus corona di angkutan umum menjadi salah satu hal yang harus mendapat perhatian serius. Tranportasi umum menjadi sarana yang digunakan banyak orang. Sehingga semua kendaraan bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Disini juga menjadi perhatian bagi para penumpang, agar bisa menggunakan jasa transportasi yang memiliki stadar pelayanan yang sehat.

“Saya mengapresiasi langkah yang ditempuh Dinas Perhubungan Matim serta kerjasama pengusaha angkutan. Dimana penekananya, pentingnya data penumpang sebagai data awal pemantauan mobilitas sosial dalam rangka pencegahan Virus Korona,” ujar Stef Jaghur.

Kepala Dinas Perhubungan Matim, Gaspar Nanggar, kepada TIMEXKUPANG.com, menjelaskan, launching itu sebagai tindakan dan upaya peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran atau penularan Covid-19 di transportasi publik. Pencegahan penyebaran virus corona di angkutan umum, justru lebih urgen.

Gaspar Nanggar mengatakan, sektor transportasi menjadi fokus perhatian karena angkutan umum merupakan sarana yang menampung banyak orang. Mengangkut orang dari suatu wilayah ke wilayah lain di Matim.

“Sebut saja misalnya angkut penumpang dari luar daerah melalui pintu masuk Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Juga dari wilayah kabupaten lain. Ini tentu harus diperhatian benar agar tak membawa dan menyebar virus untuk warga Matim,” tegasnya.

Menurut Gaspar, pihaknya sudah mengimbau pemilik kendaraan dan para sopir untuk wajib menyediakan perlengkapan sanitasi di kendaraannya saat mengangkut penumpang. Perlengkapan itu berupa sabun cair serta fasilitas air bersih. Selanjutnya, setiap penumpang wajib mencuci tangan pada saat naik dan turun angkutan umum.

“Disini kita mau berikan pemahaman, langkah-langkah apa saja yang perlu diambil untuk mencegah penyebaran virus korona. Termasuk setiap sopir mendata semua penumpang yang mereka angkut masuk dan keluar. Nanti kita siapkan formatnya untuk dipegang para sopir. Tiba di pintu masuk Matim, semua penumpang dites kesehatanya,” beber Gaspar Nanggar.

Pendataan terhadap setiap penumpang, kata Gaspar, sebagai dasar pemeriksaan dikemudian hari. Format itu, tidak saja angkutan umum yang izin trayeknya antar kabupaten dalam provinsi. Tapi semua angkutan umum di kabupaten Matim. Bahkan termasuk angkutan pribadi. Dimana nanti, setiap kendaraan wajib memiliki cairan pembersih tangan. Sopir juga wajib pakai masker.

“Termasuk dalam format yang sifatnya imbauan itu, agar cuci kendaraan dua kali dalam sehari. Setiap kendaraan itu siapkan sabun cair atau hand sanitizer. Juga kendaraan dilakukan semprot zat disinfektan, apalagi yang wajib itu kendaraan angkutan penumpang. Konsen kita pertama itu, angkutan umum tujuan Labuan Bajo,” urai Gaspar. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top