58 Meninggal, Pasien Positif Virus Korona Menjadi 790 Kasus | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

58 Meninggal, Pasien Positif Virus Korona Menjadi 790 Kasus


SIAP TAMPUNG PASIEN COVID-19. RS Darurat Covid-19, di kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3). (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

NASIONAL

58 Meninggal, Pasien Positif Virus Korona Menjadi 790 Kasus


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Angka kasus positif virus korona atau Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Jumlah terbaru pada Rabu (25/3), pasien positif Covid-19 bertambah 105 kasus baru. Sehingga totalnya menjadi 790 kasus positif virus Korona. Sedangkan kasus meninggal bertambah 3 jiwa. Dengan demikian total yang sudah meninggal karena Covid-19 sebanyak 58 jiwa.

Jika dihitung angka kematiannya atau Mortality Rate (Death Rate) yakni angka kematian dibagi kasus positif dikali 100. Sehingga angka tersebut turun dari sebelumnya di sekitar angka 8 persen menjadi 7,3 persen. Itu karena jumlah kasus positif terus bertambah.

“Ada penambahan kasus positif ini berdasarkan pemeriksaan PCR ya. Yakni 105 kasus baru. Jumlahnya kemarin ada koreksi bukan 686 tapi 685. Karena ada 1 pasien tercatat di 2 RS. Real sekarang totalnya 790 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, Rabu (25/3).

Sedangkan yang sembuh hanya bertambah 1 orang. Sehingga totalnya baru 31 pasien yang dinyatakan sembuh. Artinya sudah melewati 2 kali pemeriksaan dan dinyatakan negatif.

“Angka kematian sudah kami verifikasi ulang. Ada yang datanya dobel kemarin,” jelasnya.

Yurianto mengingatkan pentingnya jaga jarak dalam interaksi sosial atau physical distancing. Semua orang yang sakit juga harus mengubah pola pikirnya bahwa tak semuanya harus dirawat di RS. Tetapi bagi mereka dengan gejala ringan bisa dilakukan dengan isolasi sendiri di rumah.

“Masyarakat harus berpikir jangan sampai sakit. Jaga jarak dalam berlakukan interaksi sosial. Di dalam dan di luar rumah. Kalau ada yang sakit gunakan masker. Yang lebih penting adalah cuci tangan pakai sabun. Tak harus hand sanitizer, karena jauh lebih efektif pakai sabun. Karena dengan pakai sabun dan air mengalir bisa menjangkau celah-celah kuku. Sedangkan hand sanitizer biasanya hanya telapak saja, punggung tidak dibersihkan,” paparnya. (JawaPos.com)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top