Melihat Cara Unik Warga Malaka Gelar Ritual Adat Tolak Virus Korona | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Melihat Cara Unik Warga Malaka Gelar Ritual Adat Tolak Virus Korona


KEARIFAN LOKAL. Ritual adat "Hasai Todan" atau "Ta Sena Moras" yang dilakukan warga Kampung Bolan, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka sebagai bagian dari upaya mencegah virus korona. (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Melihat Cara Unik Warga Malaka Gelar Ritual Adat Tolak Virus Korona


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Upaya pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19) di wilayah itu tak cuma dilakukan pemerintah dan unsur-unsur terkait. Warga di kabupaten yang berbatasan darat langsung dengan Negara Timor Leste pun ikut berupaya mencegah penyebaran virus korona dengan menggelar ritual adat menurut tradisi setempat.

Ritual adat ini dilakukan oleh masyarakat Bolan, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.

Menurut salah seorang warga Bolan, Agustinus Teti, tradisi ini sudah dilakukan leluhur mereka sejak dahulu kala untuk mengusir segala macam penyakit yang menyebar di kampung.

Agustinus menguraikan, tradisi warga Bolan ini disebut “Hasai Todan” atau bisa juga disebut “Ta Sena Moras”. Ritual adat ini dilakoni masyarakat Malaka sejak zaman dahulu kala, dimana setiap ada wabah penyakit yang muncul, masyarakat mengeluarkan semua barang-barang bekas di dalam rumah lalu dibawa keluar dari kampung. Sesudah itu, selama satu minggu masyarakat dilarang keluar rumah, bahkan masyarakat di kampung lain pun tidak boleh memasuki kampung tersebut.

Setelah seminggu berdiam diri di dalam rumah, masyarakat seluruh kampung dibasuh dengan sirih pinang dan di wajibkan mandi di aliran sungai agar segalah macam penyakit dilepaskan mengikuti aliran sungai. Setelah itu, pada malam hari masyarakat dilarang keluar rumah, hanya ada satu orang yang ditugaskan untuk berjaga-jaga dan mengelilingi kampung mengusir roh jahat di malam hari.

Menurut kepercayaan warga setempat, jika melakukan tradisi “Hasai Todan” atau “Ta Sena Moras”, masyarakat bisa terhindar dari segala macam penyakit.

“Tradisi ini dilakukan melalui ritual tertentu dengan mengorbankan seekor ayam yang dibawa oleh masing pemuda kampung” ujar Agustinus.

Dengan ritual adat tersebut, Agustinus berharap penyebaran Covid-19 ini bisa cepat berakhir sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal seperti biasanya.

PERSEMBAHKAN AYAM. Ritual adat mengusir virus korona di Kampung Bakateu, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah. (FOTO: Istimewa)

Warga Kampung Bakateu, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah juga melakukan ritual adat mengusir virus mematikan ini.

Warga Bakateu, Roby Seran, kepada media ini mengatakan, sejak ia lahir hingga saat ini baru pertama kali dirinya menyaksikan langsung para tokoh adat melakukan ritual adat menolak wabah penyakit.

Para perempuan Kampung Bakateu, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah menyiapkan perlengkapan untuk persembahan. (FOTO: Istimewa)

“Ritual ini terakhir dilaksakan sejak tokoh-tokoh adat saat ini masih remaja, dan kembali di lakukan saat penyebaran virus korona (Covid-19) ini,” ungkapnya.

Roby menuturkan, menurut cerita para tokoh adat, bahwa ritual ini tidak sembarang dilakukan. Hanya dilaksanakan saat akan diserang musibah, penyakit atau marabahaya lainnya. Masyarakat percaya bahwa dengan melakukan ritual tersebut, dengan sendirinya semua marabahaya itu akan berlalu.

Di Kampung Bakateu, kata Roby, sarana atau alat yg digunakan saat ritual adat berupa sirih pinang, ayam merah, dan nyiru/bakul, kayu yang ujungnya diruncing berupa tombak untuk menancapkan ayam sebagai persembahan.

Roby mengaku, pelaksanaan ritual adat ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) di Kabupaten Malaka. (mg30)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top