PHRI NTT Siap Bantu Pemprov Atasi PDP Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

PHRI NTT Siap Bantu Pemprov Atasi PDP Covid-19


KETERANGAN PERS. Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Jelamu Ardu Marius menyampaikan keterangan pers di depan gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Jln. Palapa Kupang terkait perkembangan penanganan Covid-19, Rabu (25/3). Tampak Ketua PHRI NTT, Freddy Ongkosaputra (sebelah kiri Marius). (FOTO: Istimewa/Humas Setda NTT)

KABAR FLOBAMORATA

PHRI NTT Siap Bantu Pemprov Atasi PDP Covid-19


ODP di NTT Jadi 165 Orang, Tersebar di 18 Kabupaten/Kota

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sikap simpatik ditunjukkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTT yang dipimpin Freddy Ongkosaputra.

PHRI NTT menyatakan siap membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam menangani penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) jika daya tampung rumah sakit dan beberapa tempat yang disiapkan tidak mencukupi.

“Kami siap menampung Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Provinsi NTT,” kata dia dalam jumpa pers di depan gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari Nomor 52 Kupang, Rabu (25/3) sebagaimana keterangan tertulis Humas Setda NTT kepada media ini.

Owner Hotel Ima Kupang ini mengaku, akibat penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, sebagian besar usaha perhotelan dan restoran yang tergabung dalam organisasi PHRI NTT mengalami kerugian besar.

“Pergumulan para pengusaha hotel dan restoran di NTT saat ini adalah bagaimana mempertahankan operasional hotel dan restoran tanpa adanya Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK bagi para karyawan,” ungkap Freddy.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya berharap agar Pemprov NTT bisa membantu para pengusaha hotel dan restoran di NTT. “Bantu kami misalnya di biaya operasional seperti listrik dan pajak,” harap Freddy.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kesiapan pihak PHRI NTT yang bersedia menampung ODP jika kapasitas rumah sakit di NTT tidak mencukupi.

“Terima kasih kami sampaikan. Inilah wujud kepedulian yang nyata dari para pengurus PHRI NTT dalam menanggapi kejadian wabah Covid-19 di Provinsi NTT,” tandas Marius.

ODP di NTT Jadi 165

Pada bagian lain, Marius juga menyampaikan informasi update data ODP di NTT, yang mana hingga hari ini sudah berjumlah 165 orang. Jumlahnya meningkat dari sebelumnya 130 ODP.

Marius menyebutkan, 165 ODP ini menyebar di 18 kabupaten/kota. Antara lain, Kota Kupang 33 ODP, Lembata (5 orang), Manggarai Barat (21 orang), Kabupaten Kupang (4 orang), Sikka (18 orang), TTS (10 orang), Manggarai Timur (6 orang), Flores Timur (2 orang), dan Malaka (1 orang). Selanjutnya Kabupaten Alor (1 ODP), Sumba Timur (1 orang), Belu (10 orang), Sumba Barat Daya (13 orang), Ende (8 orang), Manggarai (6 orang), Rote Ndao (6 orang), Sumba Tengah (3 orang), dan Kabupaten Nagekeo (7 orang).

Dengan data ini, Marius mengimbau masyarakat NTT, khususnya mereka yang masuk dalam kategori ODP agar tetap mengikuti protokol WHO terkait social distancing. “Seperti menghindari kerumunan, meniadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang, dan jalani isolasi mandiri di rumah, serta menjaga jarak per individu. Imbauan juga diberikan kepada para pejabat agar untuk sementara ini tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang,” ujar Marius sembari menyinggung isi Maklumat Kapolri.

Disinggung soal rumor yang beredar adanya 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Marius menegaskan bahwa yang bersangkutan negatif Covid-19.

“Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan ucapan bela sungkawa bagi keluarga almarhum. Yang pasti orang yang meninggal tersebut berstatus PDP. Meninggal bukan karena positif Covid-19. Berdasarkan diagnosa dokter Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng yang menangani pasien tersebut, ternyata meninggal karena adanya komplikasi seperti jantung dan lain-lain,” ungkap Marius. (*/yl)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top