Pintu Perbatasan Ditutup, 4 WNTL Nekad Lewat Jalur Tikus, Polres Malaka Langsung Amankan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pintu Perbatasan Ditutup, 4 WNTL Nekad Lewat Jalur Tikus, Polres Malaka Langsung Amankan


DIAMANKAN. Empat WNTL dibawa dengan mobil polisi saat diamankan pada Selasa (24/3). (FOTO: Pisto Bere/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Pintu Perbatasan Ditutup, 4 WNTL Nekad Lewat Jalur Tikus, Polres Malaka Langsung Amankan


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Jajaran Polres Malaka mengamankan empat orang Warga Negara Timor Leste (WNTL) yang memasuki wilayah Kabupaten Malaka secara ilegal, Selasa (24/3). 4 WNTL ini diamankan karena mereka memasuki wilayah Malaka disaat pemerintah RI dan Timor Leste memberlakukan penutupan pintu-pintu perbatasan untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Keempat WNTL ini dibawa aparat Polres Malaka ke Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun untuk menjalani serangkaian pengecekan terkait protokol WHO untuk mencegah penyebaran Virus Korona.

Keempat WNTL yang diamankan itu, yakni Daniel Gosmau, Lorenzo D. Andrede,
Paulo De Zena, dan Beronika Pereira. Saat diukur suhu tubuh mereka, Lorenzo D. Andrede memiliki suhu badan 37 derajat celcius, Daniel Gosmau (36,6 derajat), Paolo De Zena (36,7 derajat), dan Beronika Pereira (36,8 derajat). Dokter RSUPP Betun menyarankan keempat WNTL itu untuk beristirahat di rumah.

Paulo De Zena, salah satu pelintas batas yang diamankan saat dimintai keterangan mengatakan, mereka datang secara ilegal dan masuk ke Malaka melewati jalur tikus pada 21 Maret sekitar pukul 02.00 Wita dinihari, dan masuk ke Indonesia.

Paolo De Zena dan Lorenzo De Andrede tinggal di rumah keluarga di Labarai, Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, sedangakan Daniel Gusmau dan Beronika Pereira menginap di Dusun Molosoan, Desa Rainame.

“Kami tujuan ke Indonesia untuk menjenguk nenek yang sedang sakit di Dusun Molosoan, Desa Rainame, Malaka,” ungkap Paolo.

Mateus D. Zena, warga Molosoan B, Desa Rainawe, yang adalah keluarga dari 4 WNTL ini menguatkan penjelasan Paolo bahwa dalam mereka datang untuk kunjungan Keluarga sekaligus melihat Nenek yang sakit. Mereka tiba sejak 21 Maret 2020.

Petugas RSPP Betun saat mengukur suhu badan salah satu pelintas batas ilegal. (FOTO: Pisto Bere/TIMEX)

Sementara itu, Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno, SH kepada Timor Express, Selasa (24/3) mengatakan, sejak pagi pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada empat orang masuk ke wilayah Indonesia beberapa hari yang lalu secara Ilegal, tidak melalui jalur resmi.

“Sehingga tadi siang anggota Polres dan anggota Polsek Kobalima melakukan pengecekan pada tempat sesuai yang diinformasikan dan kita temukan salah satu warga Timor Leste, kemudian baru dikembangkan dapat empat orang dan dua di Kecamatan Kobalima dan dua di Malaka Tengah,” ungkapnya.

Menurut Albert, setelah diamankan, polisi melakukan tahapan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan dan meyakinkan bahwa empat WNTL ini benar-benar bebas Covid-19. “Kita lakukan secara humanis kepada mereka, yang paling penting adalah menyakinkan bahwa mereka tidak terkena dampak virus korona ini,” ungkap Albert.

Mengenai penanganan selanjutnya, Albert mengatakan bahwa keempat WNTL ini sementara diamankan dan selanjutnya melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi dan PLBN Motamasin termasuk karantina untuk apakah dideportasi atau tindakan lain.

Albert menjelaskan, saat diamankan, mereka sedang bermain billiard, sehinga pada kesempatan yang sama memberikan peringatan dan menyampaikan sosialisai kepada mereka terutama pemilik billiard untuk hentikan sementara kegiatan sampai pemerintah memberikan pengumuman bahwa situasi sudah aman.

“Tadi kita sudah monitor sekitar dua tempat, dan sebelumnya kita sudah lakukan di tempat lain juga untuk mengingatkan kelompok masyarakat untuk tidak membuat acara yang mengumpulkan banyak orang atau keramaian, sebab kalau ada keramaian kita akan bubarkan demi mencegah penyebaran virus korona,” jelas Albert. (mg30)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top