Bupati Tak Berwenang Tutup Bandara dan Pelabuhan di Labuan Bajo | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Tak Berwenang Tutup Bandara dan Pelabuhan di Labuan Bajo


Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu. (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Tak Berwenang Tutup Bandara dan Pelabuhan di Labuan Bajo


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Instruksi penutupan bandara dan pelabuhan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat dibantah Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Pasalnya, pemerintah daerah, dalam hal ini gubernur atau bupati tak punya wewenang menutup akses ke suatu wilayah dengan alasan mencegah penyebaran virus korona (Covid-19). Yang paling berwenang adalah pemerintah pusat.

Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu, saat dikonfirmasi Rabu (25/3). Marius dikonfirmasi terkait adanya keputusan Bupati Mabar yang memutuskan menutup bandara dan pelabuhan di Labuan Bajo demi memutus penyebaran Covid-19.

Ia mengatakan, Gubernur NTT sudah deklarasi bahwa tidak ada penutupan akses transportasi perhubungan udara, laut dan darat di NTT. Bandara dan pelabuhan di NTT tetap dibuka sebab pemerintah pusat yang memiliki kewenangan untuk mengatur buka atau tutup semua jalur perhubungan transportasi di daerah.

“Bapak Gubernur kemarin baru selesai teleconference bersama Bapak Presiden Jokowi, dalam rapat menteri dan para gubernur. Salah satu poin penegasan bahwa tidak ada lockdown,” tandasnya.

Menurut Marius, akses transportasi tidak bisa ditutup karena NTT masih punya ketergantungan kebutuhan dari daerah lain. Seperti, pengiriman logistik obatan, sampel darah, sembako dan lainnya. Sehingga arus transportasi penerbangan dan pelayaran kapal barang dan Pelni tetap beroperasi seperti biasa.

BACA JUGA: Banyak Usulan Menutup Penerbangan dan Pelayaran ke NTT, Begini Pertimbangan Pemprov

Ia mengatakan yang dilakukan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota melakukan koordinasi semua lintas sektor untuk memperketat pemeriksaan arus penumpang dan barang sesuai standar operasional prosedur.

Saat ini, lanjutnya, di bandara dan pelabuhan sudah terpasang alat pendeteksi thermo schenner. Upaya intensif pengawasan dan pemeriksaan itu yang diperketat sehingga tidak kecolongan ada penyebaran virus yang masuk NTT.

“Petugas sudah sediakan form kuning yang harus diisi riwayat penyakit penumpang. Kalau ada yang terindikasi tentunya langsung ditangani medis,” ujarnya.

BACA JUGA: Tanggapi Dampak Covid-19, Gubernur NTT: Tidak Mungkin Tutup Penerbangan

Ia berharap Bupati dan Walikota perlu koordinasi dan kerja sama dengan petugas bandara, pelabuhan, imigrasi, bea cukai, polisi, TNI dan instansi terkait lainnya dikerahkan untuk pastikan penumpang yang masuk bebas virus. Termasuk barang yang masuk harus dikontrol ketat petugas. Meski lokasi awal keberangkatan sudah ada pemeriksaan tetapi di bandara dan pelabuhan masuk NTT harus diperketat lagi pemeriksaan sehingga meminimalisir penyebaran virus masuk di NTT.

Untuk itu Juru Bicara Satuan Gugus Percepatan Penanggulangan Covid-19 NTT ini, memastikan tidak ada penutupan bandara dan pelabuhan seperti yang dilakukan pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat. Sebab kewenangan ada di pemerintah pusat, seandainya bila ada penutupan tentu ada koordinasi Gubernur setelah ada kajian komperhensif dari segala sisi sehingga diusulkan untuk di tutup transportasi udara dan laut.

“Silakan bersurat ke Menteri Perhubungan, tetapi itu sangat tidak mungkin. Kalau tutup penerbangan, sampel darah pasien kita mau tahu hasilnya bagaimana? Belum lagi sembako dan lainnya, kita tentu sangat butuh,” tandasnya. (mg33)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top