Data Terkini: ODP Covid-19 di NTT Capai 301 Orang, 3 Orang Berstatus PDP | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Data Terkini: ODP Covid-19 di NTT Capai 301 Orang, 3 Orang Berstatus PDP


Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu (kiri) didampingi Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum, Valeri Guru memberi penjelasan kepada pers beberapa hari lalu. (FOTO: Dok. Humas Setda NTT)

KABAR FLOBAMORATA

Data Terkini: ODP Covid-19 di NTT Capai 301 Orang, 3 Orang Berstatus PDP


3 PDP: 1 Meninggal, 1 Sembuh, 1 Dirawat

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga Juru Bicara Covid-19, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si meng-update data terkini terkait penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di NTT.

Dalam penyampaiannya, Marius menyebutkan, data terkini Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di NTT berjumlah 301 orang. “Ya, hingga malam ini pukul 21.00 Wita jumlah ODP Covid-19 sebanyak 301 orang. Siang tadi berjumlah 254 orang. Ini berarti ada tambahan jumlah ODP sebanyak 67 orang,” tandas Marius kepada pers di kantornya, Kamis (26/3) malam.

Marius menyebutkan, dari jumlah itu, Kota Kupang merupakan daerah terbanyak ODP di NTT, mencapai 48 orang. Namun yang sudah sembuh atau bebas pemantauan sebanyak 10 orang, tersisa 38 ODP.

“Jumlah ini yang rawat inap sebanyak dua orang di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, sedangkan yang 36 ODP menjalani karantina mandiri,” ungkap Marius melalui Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Valeri Guru kepada TIMEXKUPANG.com, Kamis (26/3) malam.

Selanjutnya, kata Marius, di Kabupaten Lembata berjumlah 12 orang, sembuh tiga orang sehingga tersisa 9 ODP, dan semuanua menjalani karantina mandiri. Di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) ada 38 ODP, dimana semuanya menjalani karantina di rumah masing-masing. Untuk Kabupaten Kupang, kata Marius, terdapat 9 ODP, dan semuanya melakukan karantina mandiri.

Marius melanjutkan, di Kabupaten Sikka ada 39 ODP, dimana sebanyak 11 orang dinyatakan bebas ODP atau sembuh sehingga tersisa 28 ODP, dan sedang melakukan karantina mandiri.

Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kata Marius, terdapat 15 ODP, dan semuanya karantina mandiri. Sementara di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), terdapat enam ODP, dimana satu ODP menjalani rawat inap di RS Ben Mboi Ruteng, dan sisanya menjalani karantina di rumah sebanyak.
Di Kabupaten Flores Timur, kata Marius, ada 5 ODP, dan semuanya karantina di rumah. Kabupaten Malaka 1 ODP, dan kini sedang rawat inap di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Sedangkan di Kabupaten Alor ada satu ODP, dan kini telah sembuh. Sumba Timur (30 ODP), 1 orang rawat inap di RS Umbu Rarameha, karantina mandiri 29 orang. Kabupaten Belu (18 ODP), satu orang rawat inap di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, 17 orang lainnya menjalani karantina mandiri.

Kabupaten Sumba Barat Daya terdapat 13 ODP, dan semuanya menjalani karantina mandiri. Ende terdapat 5 ODP, 1 orang dinyatakan sembuh, dan 4 orang sedang karantina mandiri. Kabupaten Manggarai (6 ODP) dimana semuanya karantina mandiri.

Kabupaten Rote Ndao (20 ODP), Sumba Tengah (4 ODP), Ngada (14 ODP), Nagekeo (14 ODP), dimana satu orang sedang rawat inap di RS TC Hillers Maumere, sedangkan 13 ODP lainnya jalani karantina mandiri. Kabupaten Sabu Raijua (3 ODP).

“Dengan data ini, total ODP di NTT sebanyak 301 orang. Yang sembuh 26 orang, sehingga saat ini tersisa 275 ODP. Dari jumlah ini, ODP yang rawat inap ada tujuh orang, sisanya 268 orang sedang karantina mandiri,” jelas Marius.

Terkait dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), menurut Marius, berjumlah tiga orang. Satu orang meninggal, satu orang sembuh, dan satu orang lainnya sedang dirawat di RS Komodo Labuan Bajo, Mabar.

Melihat data yang fluktuatif seperti ini, demikian Marius, masyarakat di Provinsi NTT diminta untuk patuh dan taat terhadap protap-protap yang telah dikeluarkan, baik oleh WHO maupun otoritas pemerintah yang ada di republik ini.

“Karena itu, kita terus mengimbau agar orang-orang NTT yang sekarang sedang masuk ke NTT apakah sebagai TKI atau TKW dari Malaysia, maupun orang-orang NTT yang datang dari berbagai provinsi yang telah terpapar virus korona agar supaya memastikan diri Anda sehat dan segera lakukan isolasi secara mandiri,” pesan Marius. (*/yl)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top