Perketat Penjagaan Batas Wilayah TTU, TGC Periksa Keluar Masuk Kendaraan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Perketat Penjagaan Batas Wilayah TTU, TGC Periksa Keluar Masuk Kendaraan


STERILISASI. Tim TGC TTTU sementara melakukan sterilisasi terhadap sejumlah kendaraan bermotor maupun orang yang akan melintas masuk maupun keluar Kabupaten TTU dengan penyemprotan disinfektan di pintu batas TTU-TTS, tepatnya di Desa Oeperigi, Kecamatan Noemuti, Kamis (26/3). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Perketat Penjagaan Batas Wilayah TTU, TGC Periksa Keluar Masuk Kendaraan


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU mulai memperketat penjagaan di batas wilayah antarkabupaten. Setiap pintu masuk wilayah disiagakan Tim Gerak Cepat (TGC) bekerjasama dengan Pemerintah Desa setempat untuk mengawasi setiap kendaraan maupun orang yang akan masuk ke wilayah tersebut.

Pemkab TTU terus berupaya untuk mensterilkan wilayahnya agar tidak terpapar virus mematikan yang telah menelan banyak korban di berbagai negara juga daerah di Indonesia dengan terus melakukan upaya pencegahan baik itu imbauan kepada masyarakat dan juga menyemprotan disinfektan.

Pantauan langsung Timor Express, Kamis (26/3) bertempat di Desa Oeperigi, Kecamatan Noemuti, tepatnya perbatasan antara Kabupaten TTU dan Kabupaten TTS, Tim TGC menghentikan setiap kendaraan yang masuk maupun keluar Kabupaten TTU untuk melakukan penyemprotan disinfektan.

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap penyebaran virus korona dengan melakukan sterilisasi terhadap masuknya orang ke wilayah TTU, baik itu menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat atau lebih bahkan transportasi umum.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Thomas Laka kepada Timor Express, Rabu (25/3) menuturkan, Pemkab TTU terus berupaya untuk melakukan pencegahan terhadap mewabahnya Covid-19 sehingga tidak masuk ke wilayah TTU.

Dikatakan, salah satu upaya yang dilakukan Tim TGC yakni melakukan penjagaan di pintu masuk Kabupaten TTU dari berbagai arah. Setiap Kendaraan bermotor yang akan melintas wajib disemprot disinfektan guna sterilisasi wilayah setempat.

“Kita siaga di pintu masuk utama ke wilayah Kabupaten TTU dari berbagai arah untuk menghentikan penyebaran Covid-19 dengan melakukan pnyemprotan pada orang dan kendaraan yang melintas,” tutur Thomas.

Selain penyemprotan cairan disinfektan di daerah perbatasan antar kabupaten, TGC juga melakukan pencegahan yang sama yang dipusatkan di dalam kota Kefamenanu.

TGC yang telah dibentuk, kata Thomas, terus bekerja maksimal guna memutus rantai penyebaran Covid-19 sehingga tidak mewabah di TTU. Meskipun sejauh ini belum ada data yang terindikasi ODP, namun TGC akan terus bergerak.

BACA JUGA: TTU Bertekad Bebas Covid-19, TGC Semprot Disinfektan di Area Publik

“Khusus untuk di dalam Kota Kefa, petugas menggunakan mobil Damkar dibantu petugas BPBD dan Sat Pol PP menyemprotkan disinfektan pada tempat publik seprti pertokoan, pasar, dan terminal,” jelasnya.

Bupati TTU Rayamundus Sau Fernandes kepada Timor Express, Kamis (26/3) menegaskan, pihaknya telah memerintahkan lintas sektor termasuk meminta bantuan aparat TNI-Polri untuk bekerja sama di segaja penjuru pintu masuk daerah ini guna melakukan pengawasan terhadap setiap pelintas baik itu orang maupun barang.

Dikatakan, TGC lintas sektor yang telah terbentuk itu akan ditempatkan di batas antarkabupaten seperti di Desa Oeperigi dan Desa Lemon yang berbatasan dengan Kabupaten TTS, Desa Teba Timur yang berbatasan dengan Kabupaten Malaka, Desa Boronubaen Timur dan Desa Motadik yang berbatasan dengan Kabupaten Belu.

“Karena pintu batas RI-RDTL untuk sementara di tutup sehingga fokus kita itu hanya untuk batas kabupaten. Setiap kendaraan yang mau masuk wilayah TTU wajib disterilkan dengan penyemprotan disinsektan,” tegas Ray.

Bupati dua periode itu menambahkan, pemerintah daerah telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk tetap berdiam diri di rumah selama sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat.

Ray Fernandes juga telah menegaskan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata TTU untuk menutup semua obyek wisata yang ada di TTU sehingga upaya pencegahan terhadap wabah virus korona bisa berjalan maksimal sesuai harapan.

“Seluruh masyarakat kita rumahkan. Apabila keluar rumah hanya untuk membeli kebutuhan saja. Kalau bepergian sembarangan itu yang dilarang. Pemerintah juga tutup semua objek wisata yang ada di daerah ini untuk sementara waktu,” tegasnya.

Sementara untuk pusat perbelanjaan di Kota Kefamenanu, lanjut Fernandes, pihaknya mengimbau untuk tetap beraktifitas dengan memperhatikan pola pelayanan yang baik dan benar sesuai protap dari Dinas Kesehatan.

“Seluruh masyarakat TTU agar dapat menaati peraturan yang telah dikeluarkan Pemerintah Pusat, Provinsi bahkan Kabupaten demi kebaikan bersama seluruh masyarakat Biinmaffo,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top