Ulah AB Rusak Citra Kejari Sikka, Kajari: Saya Malu, Respon TPDI Cukup Menohok | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ulah AB Rusak Citra Kejari Sikka, Kajari: Saya Malu, Respon TPDI Cukup Menohok


Kajari Sikka, Azman Tanjung, SH. (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Ulah AB Rusak Citra Kejari Sikka, Kajari: Saya Malu, Respon TPDI Cukup Menohok


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sikka, Azman Tanjung, SH mengaku merasa malu dengan ulah salah satu pejabatnya, yakni Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum), AB, yang diduga telah menjual barang bukti (BB) pupuk yang kini kasusnya dalam proses persidangan di pengadilan.

“Saya malu atas ulah AB yang tega melakukan tindakan fatal. Perbuatannya merusak semua yang selama ini berjalan begitu baik. Semua informasi dalam penegakan hukum di Sikka, Kejari Maumere selalu terbuka kepada media dan media adalah mitra kami,” ungkap Azman saat ditemui di kantornya, Jumat (13/3) lalu.

Menurut Azman, ulah yang dibuat AB ini ibarat pepatah, nila setitik, rusak susu sebelanga. Bagaimana tidak, selama ini citra Kejari Sikka selalu dijaga agar tidak tercemar dan telah terjalin baik. Namun dengan sikap tak terpuji seorang oknum kejaksaan ini, citra lembaga menjadi tercoreng.

Terkait hal tersebut, lanjut Azman, pihaknya telah telah menyampaikan ke atasan agar diambil keputusan, misalnya memindahkan oknum jaksa AB ini. Bahkan Azman mengaku dirinya sudah siap jika dipanggil Kejati NTT atau Kejagung untuk menjelaskan persoalan ini.

BACA JUGA: Oknum Jaksa Diduga Jual BB Pupuk, Kajari Sikka: 3 Malam Saya tidak Bisa Tidur

“Kalau sudah terkuak ke media masa maka ini tentu menjadi perhatian Kejati dan pusat (Kejagung, Red). Saya pasti menyampaikan ke Kejati dan pusat agar AB segera dipindahkan dari Maumere. Saya sangat malu dan kecewa atas perbuatan AB ini,” beber Azman.

Pertanyaan Menohok

Terpisah, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, SH kepada media ini menyampaikan sejumlah pertanyaan menohok terkait tertangkapnya dua wanita berinisial A dan T oleh aparat.

Menurut Petrus, apakah 6 karung pupuk yang diamankan aparat itu berasal dari 30 karung BB yang sudah disita sebelumnya, dan kini berstatus BB sitaan Kejari Sikka? Pertanyaan lain, lanjut Petrus, apakah BB yang diamankan ini merupakan bagian dari pupuk yang tercecer sebelum penyitaan oleh pihak Polairud Polda NTT saat penangkapan pada 13 Januari 2020 di Wuring, kabupaten Sikka lalu?

Apakah dua wanita A dan T yang tertangkkap tangan adalah bagian dari jaringan pengedar bahan peledak di Sikka yang memiliki backing orang kuat dalam Forkompinda Sikka? Apakah 30 karung BB pupuk di Kejari Maumere masih utuh atau berkurang?

“Itulah sejumlah pertanyaan saya untuk bisa membuktikan kebenaran atas penjualan BB pupuk tersebut,” kata Petrus.

Pertanyaan mendasar lainnya, demikian Petrus, mengapa dua wanita A dan T ketika setelah ditangkap, tidak diberi status tersangka dan ditahan? “Padahal itu merupakan peristiwa Pidana, dan pasal pelanggaran yang dilakukan dan BB-pun sama dengan lima orang pelaku pembawa 30 karung pupuk cap matahari dan 100 batang detonator yang diamankan Polairud Polda NTT pada 13 Januari lalu di Wuring,“ tanya Petrus.

Petrus juga menanyakan, mengapa ada perlakuan istimewa terhadap dua wanita A dan T pembawa 6 karung pupuk cap matahari tersebut, apakah ada backing kuat atau ada uang besar di belakang peristiwa itu?

Oleh karena itu, tegas Petrus, instansi terkait yang memproses kasus ini harus menjawab, dan jangan saling menyandera untuk saling melindungi demi uang. Mengapa para petani di Sikka yang dari kampung kedapatan membawa kayu hasil tebangan kebunnya sendiri, Polisi langsung tangkap, tahan dan barang bukti yang disita tidak jelas kemana dibawa pergi. “Saya harap tidak ada saling melindungi demi uang,” pungkas Petus. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top