Bertahan di Asrama Saat Pandemi Covid-19, Siswa SMK-PP Negeri Kupang Panen Cabai | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bertahan di Asrama Saat Pandemi Covid-19, Siswa SMK-PP Negeri Kupang Panen Cabai


PANEN. Sejumlah siswa PWMP nampak tengah memanen cabai hasil budidaya para siswa di kebun milik SMK-PP Negeri Kupang, Jumat (27/3). (FOTO: Dok. Humas SMK-PP Neg. Kupang)

PENDIDIKAN

Bertahan di Asrama Saat Pandemi Covid-19, Siswa SMK-PP Negeri Kupang Panen Cabai


OELAMASI-Kampus SMK-PP Negeri Kupang Jumat ini (27/3) lebih sepi dari biasanya sebab para siswa kelas X dan XI telah dipulangkan, tapi ternyata masih ada kegiatan produktif yang dilaksanakan beberapa sosok di lahan pertanian SMK-PP Negeri Kupang.

Sosok-sosok tersebut ialah siswa SMK-PP Negeri Kupang yang tergabung dalam kelompok Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP). Apa yang mereka lakukan? Jumat (27/3) pagi, sejumlah siswa yang tidak pulang dan memilih bertahan di asrama memanen cabai.

Ketika ditanyai mengapa tidak pulang, Nando, salah satu siswa tersebut menjawab, “Sayang apabila kami pulang, sebab kami punya tanaman yang terus berbuah dan mesti dipanen.”

Humas SMK-PP Negeri Kupang dalam keterangan tertulisnya kepada media ini, menjelaskan, PWMP adalah program Kementerian Pertanian yang memberikan modal usaha senilai Rp 15 juta kepada siswa ataupun mahasiswa untuk berwirausaha di bidang pertanian.

Nando dan kedua temannya tergabung dalam program PWMP sejak 2019 lalu. Mereka merupakan siswa-siswi kelas XI Kompetensi Keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia.

Dari awal ketiganya memilih komoditas cabai karena prospeknya yang baik mengingat cabai pasti selalu dibutuhkan di setiap rumah tangga. Sejauh ini, ketiganya sudah lima kali panen cabai yang ditanam dilahan sekolah. Hasil panen tersebut dijual kepada masyarakat sekitar atau papalele (tengkulak) yang nanti menjualnya kembali di pasar. Setiap panen, hasil yang mereka peroleh berkisar dari Rp 100.000,00 hingga Rp 130.000,00.

Kepala SMK-PP Negeri Kupang, Ir. Stepanus Bulu, MP, mengaku bangga karena siswa-siswinya terus menjalankan budidaya cabai. Saat menemui siswa-siswa tersebut, Stepanus memberikan saran agar dihitung seluruh tanaman cabai yang dibudidayakan. “Supaya bisa dilakukan analisis usaha,” sarannya.
Stepanus juga tetap mengingatkan para siswa yang tinggal di asrama untuk menerapkan perilaku hidup sehat, mencuci tangan dan sebisa mungkin menghindari keluar kompleks sekolah jika tidak diperlukan.

Perihal sepinya kampus SMK-PP Negeri Kupang, ini dikarenakan Jumat lalu (20/3/2020), pihak sekolah mengeluarkan kebijakan untuk memulangkan seluruh siswa kelas X dan XI sebagai upaya pencegahan Covid-19.
Diketahui, SMK-PP Negeri Kupang adalah full boarding school atau sekolah asrama. Siswa-siswi kelas X dan XI diketahui dirumahkan sampai 6 April 2020 dan bisa diperpanjang tergantung status Covid-19 di Indonesia. (*/ikl/aln)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top