Hadiri Kongres Partai di Bogor, Ketua Demokrat TTU Karantina Mandiri | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hadiri Kongres Partai di Bogor, Ketua Demokrat TTU Karantina Mandiri


Ketua DPC Partai Demokrat TTU, Yohanes Salem. (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Hadiri Kongres Partai di Bogor, Ketua Demokrat TTU Karantina Mandiri


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yohanes Salem melakukan karantina secara mandiri di rumahnya setelah kembali mengikuti kegiatan Kongres Partai yang berlangsung di Kota Bogor, Jawa Barat belum lama ini.

Inisiatif karantina mandiri tersebut dilakukan atas kesadaran diri dari Yohanes yang mengakui bahwa dirinya baru kembali dari daerah yang terpapar Covid-19. Meski demikian, hingga kini Tim Gugus Tugas belum menetapkan status apapun terhadap yang bersangkutan.

Padahal, sesuai protap setiap orang yang baru datang dari wilayah luar daerah atau daerah yang terpapar Covid-19 wajib ditetapkan status sebagai orang dalam pemantauan (ODP) sehingga dilakukan pemantauan terhadap yang bersangkutan selama 14 hari ke depan.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten TTU, Yohanes Salem kepada Timor Express, Jumat (27/3) mengakui bahwa dirinya baru melakukan perjalanan dari daerah yang sudah terpapar Covid-19 sehingga ia memutuskan memeriksakan diri ke tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten TTU. Dari hasil pemeriksaan tidak ada gejala yang muncul menyerupai gejala Covid-19 bahkan suhu tubuh pun normal sehingga hasilnya negatif.

“Saya sadar karena baru kembali dari daerah yang sudah terpapar covid-19 sehingga saya karantina secara mandiri di rumah untuk 14 hari kedepan. Tim medis sudah periksa namun hasilnya negatif,” tutur Yohanes.

Yohanes menambahkan, pihaknya juga telah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk mengadakan alat tes cepat virus korona atau Rapid Test guna memastikan kondisi kesehatan dari setiap orang yang baru bepergian ke luar daerah.

Karena itu, kata Yohanes, Tim Gugus Tugas yang telah dibentuk Pemerintah Daerah agar benar-benar bekerja secara maksimal dalam melakukan upaya pencegahan terhadap penyebaran Covid-19, dan terbuka terutama melakukan pengawasan yang maksimal kepada semua orang yang baru datang dari daerah zona merah Covid-19.

“Kita semua tidak tau tentang kondisi kesehatan kita seperti apa sehingga saya minta tim untuk lakukan pemeriksaan menggunakan rapid test supaya dapat memastikan kondisi kesehatan dari setiap orang yang baru bepergian ke luar daerah,” papar Politisi Partai Demokrat TTU ini.

Terkait pemantauan dari tim medis terhadap legislator TTU itu, lanjut Yohanes Salem, pemeriksaan oleh tim medis terhadap dirinya dan keluarga hanya sekali saja. “Sampai dengan saat ini dirinya tidak lagi mendapatkan pengawasan dari tim medis,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Yohanes, sesuai protap penanganan terhadap orang yang baru bepergian ke luar daerah harus diawasi oleh tim medis selama 14 hari sehingga dapat memastikan hasilnya apakah orang tersebut positif ataukan negatif Covid-19.

“Tidak ada pengawasan lebih lanjut dari Dinas Kesehatan, kita hanya diberikan perintah untuk mengisolasi diri selama 14 hari kedepan terutama tidak melakukan interaksi sosial dengan banyak orang,” jelasnya.

Yohanes Salem berharap, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan pun harus terbuka untuk mengungkapkan jumlah ODP di wilayah TTU sehingga dapat menjadi tanggung jawab bersama mencegah penyebaran Covid-19 di daerah ini.

“Penanganan dari Tim Gugus Tugas masih sangat jauh dari harapan. Masih pasif menyikapi masalah Covid-19. Seharusnya semua orang yang melakukan perjalanan keluar daerah wajib diawasi oleh Tim Gugus Tugas, namun yang terjadi malah dibiarkan begitu saja tanpa pemantauan yang jelas,” pungkasnya.

Terpsah, Juru Bicara Tim Gugus Tugas, Richard Erwin Taolin ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon seluler, Jumat (27/3) mengatakan, sejauh ini belum ada ODP untuk Covid-19 di TTU.

Dikatakan, Tim Gugus Tugas terus melakukan pengawasan terhadap setiap orang yang baru kembali dari luar daerah sebagai salah satu langkah pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 di TTU.

“Sampai saat ini belum ada OPD Covid-19 di Kabupaten TTU. Namun kita tingkatkan pengawasan untuk setiap orang yang baru datang dari luar daerah,” tutur Richard Taolin.

“Banyak orang yang baru datang dari luar daerah namun kita belum mengetahuinya. Kalau yang kita ketahui langsung tim medis turun tangan untuk diperiksa secara terperinci. Kita harap masyarakat pro aktif untuk laporkan setiap adanya warga baru yang datang dari luar daerah baik secara langsung maupun melalui call center,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top