Kemenag Terbitkan Protokol Urus Jenazah Korona Bagi Umat Katolik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kemenag Terbitkan Protokol Urus Jenazah Korona Bagi Umat Katolik


ILUSTRASI. Kardinal Ignatius Suharyo dan para Uskup se Indonesia foto bersama Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat saat menghadiri pentahbisan Uskup Ruteng di Gereja Katedral Ruteng, 19 Maret 2020 lalu. (FOTO: Istimewa)

NASIONAL

Kemenag Terbitkan Protokol Urus Jenazah Korona Bagi Umat Katolik


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Katolik menerbitkan protokol pengurusan jenazah pasien virus Korona (Covid-19). Hal ini dilakunan jika ada umat Katolik yang meninggal disebabkan terinfeksi Covid-19.

“Protokol ini kami susun setelah berkoordinasi dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI),” kata Plt. Dirjen Bimas Katolik, Aloma Sarumaha, di Jakarta, Kamis (26/3).

Aloma menyampaikan, pada prinsipnya pengurusan jenazah pasien terinfeksi Korona dilakukan oleh petugas rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jenazah pun harus berbahan plastik untuk kemudian dimasukkan ke dalam peti.

“Jenazah yang sudah dimasukkan ke dalam peti tidak boleh dibuka lagi kecuali dalam keadaan mendesak seperti autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas berwenang,” beber Aloma.

Menurutnya, jenazah harus disemayamkan tidak lebih dari empat jam. Khusus mengenai penghantaran jenazah ke pemakaman mengikuti prosedur yang diatur oleh Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan.

“Petugas Gereja Katolik untuk urusan ibadah pemakaman harus mengikuti prosedur tersebut,” harap Aloma.

Untuk ibadah pemakaman, lanjut Aloma, prosesnya diatur oleh petugas Gereja Katolik sesuai prosedur ibadah pemakaman biasa dengan hanya mengikutsertakan perwakilan keluarga yang jumlahnya disesuaikan berdasarkan saran atau petunjuk petugas kesehatan.

“Selama ibadah pemakaman, seluruh petugas Gereja Katolik dan perwakilan keluarga harus mengikuti prosedur kesehatan menyangkut sanitasi, physical distancing, dan hal-hal lainnya yang diatur dalam pencegahan infeksi COVID-19,” pungkasnya. (JawaPos.com)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top