Peduli, PDI Perjuangan NTT Kembali Bagi-bagi Alat Pembersih Tangan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Peduli, PDI Perjuangan NTT Kembali Bagi-bagi Alat Pembersih Tangan


PDIP PEDULI. Ketua DPD PDIP NTT, Emelia Nomleni (kiri) menyerahkan secara simbolis perlengkapan pembersih tangan kepada Wakil Sekretaris PDIP NTT, Simon P. Nilli untuk didistribusikan pada sejumlah titik strategis di Kota Kupang, Kamis (26/3). Ini sebagai aksi peduli PDIP NTT dalam upaya pencegahan Covid-19. (FOTO: Istimewa)

POLITIK

Peduli, PDI Perjuangan NTT Kembali Bagi-bagi Alat Pembersih Tangan


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) NTT kembali melakukan aksi pedulinya terhadap upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19) di NTT.

Setelah membagikan sekitar 4.000 pcs masker gratis kepada warga Kota Kupang, pada Selasa (24/3) petang, partai yang kini dipimpin Ir. Emelia Julia Nomleni itu kembali melakukan aksi sosial dengan membagikan alat pembersih tangan seperti ember/tempat mencuci tangan, sabun serta tisue di sejumlah titik di Kota Kupang, Kamis (26/3) petang.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Emelia J. Nomleni, saat melepas tim lapangan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya partai mendukung program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sekaligus menjalankan salah satu rekomendasi penting dalam pencegahan penularan Covid-19 yakni membiasakan mencuci tangan pakai sabun.

“Cuci tangan menggunakan sabun pada air yang mengalir adalah salah satu cara untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ujar politisi yang akrab disapa Mama Emy ini. “Kecuali tidak ada air dan sabun, baru kita pakai handsanitizer,” sambung Ketua DPRD NTT ini lagi.

Emy Nomleni juga menambahkan, PDI Perjuangan secara berjenjang ikut bergotong-royong dalam upaya pencegahan penularan Covid-19. “Dengan segala keterbatasan yang kami miliki, kami ingin bersama masyarakat dan pemerintah bergotong-royong dalam kerja kemanusiaan ini. Tidak ada waktu saling mencela, mari saling dukung,” ajak Emy.

BACA JUGA: PDI Perjuangan NTT Bagi 4.000 Masker Gratis di Kota Kupang

Koordinator Lapangan (Korlap) kegiatan pembagian alat pembersih tangan, Simon Petrus Nilli, menambahkan, ada 20 buah tempat cuci tangan yang didistribusikan ke sejumlah tempat keramaian dalam Kota Kupang. Lokasi tersebut antara lain Pasar Penfui, Terminal Oebufu, Terminal Sikumana, Terminal Oepura, Pasar Inpres Naikoten, Pasar Kuanino, dan Terminal Kota Lama. Selanjutnya di Pertigaan Jembatan Selam, Pasar Oeba, Pasar ikan depan Hotel Aston, Maulafa, Tuak Daun Merah, dan pangkalan Ojek di pertigaan Oesapa-Penfui.

Seorang warga langsung mencuci tangan dengan wadah pembersih tangan bantuan PDIP NTT, di salah satu pasar di Kota Kupang, Kamis (26/3). (FOTO: Istimewa)

“Kegiatan ini kami juga libatkan warga. Kami ajak mereka jaga tempat cuci tangan, agar tidak rusak. Warga juga mengisi air bersih,” ujar Simon Nilli. “Dengan pola ini, diharapkan warga ikut bertanggungjawab menjaga alat cuci tangan ini,” tandas Simon yang juga Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT ini.

Dikatakan, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) yang pernah magang di Sekretariat PDI Perjuangan NTT. “Mahasiswa sangat antusias membantu kegiatan sosial ini untuk membantu pencegahan virus korona di Kota Kupang,” kata Megarisa Carina Mboeik, Wakil Bendahara PDI Perjuangan NTT, saat ditemui di salah satu lokasi kegiatan.

Untuk diketahui, menurut keterangan Satgas Penangangan Covid-19 Provinsi NTT, sampai dengan Kamis, 26 Maret 2020 malam, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di NTT sudah mencapai orang 301 orang. Dari jumlah ini, yang sembuh atau sudah bebas pemantauan sebanyak 26 orang, sehingga saat ini tersisa 275 ODP.

ODP yang rawat inap ada tujuh orang, sisanya 268 orang sedang menjalani karantina mandiri. Tujuh orang yang dirawat itu, sebanyak 4 orang dirawat di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, 1 orang di RSUD TC Hillers Maumere, 1 orang di RSUD Ben Mboi Ruteng , dan 1 pasien dirawat di RSUD Umbu Rara Meha, Waingapu. (yl/aln)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top