Virus Corona dan Tantangan Iman | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Virus Corona dan Tantangan Iman


Vian Nana. (FOTO: Istimewa)

OPINI

Virus Corona dan Tantangan Iman


Oleh: Vian Nana *)

Jumlah kematian di Italia yang disebabkan oleh Covid-19 dari hari ke hari semakin meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun oleh media la Repubblica hinggal tanggal 26 Maret 2020 tercatat 80.539 kasus, yang terinfeksi 62.013, meninggal 8.165 dan yang telah sembuh 10.361. Berdasarkan jumlah kematian yang terus meningkat, maka kemungkinan akan ada kebijakan-kebijakan lebih lanjut, baik dari pihak pemerintah maupun gereja untuk lebih memperketat penyebaran Covid-19. Misalkan, penutupan sekolah, gereja, stadion, bioskop, bar, restoran dan pertokoan lainnya akan diperpanjang.

Paus Fransiskus telah menginformasikan bahwa untuk menghindari penyebaran Covid-19 Paskah 2020 tanpa kehadiran umat. Umat hanya diperkenankan untuk mengikuti misa secara online dari rumah masing-masing. Sejauh ini keuskupan Pozzuoli, salah satu keuskupan di Napoli-Italia telah mengeluarkan dekrit tentang Tri Hari Suci bahwa:

Dekrit keuskupan Pozzuoli, Napoli-Italia

Pandemi Covid-19 tidak memungkinkan untuk merayakan Tri Hari Suci dengan partisipasi umat beriman. Maka dengan penuh penderitaan saya mengimbau kepada kalian dengan memberi instruksi tentang perayaan Pekan Suci berikutnya, dengan mengingat Dekrit “Dalam Masa Covid-19” (Prot. 153/20 tanggal 19 Maret 2020). La pandemia di Covid-19 non permette di celebrare con la partecipazione dei fedeli i misteri liturgici del Triduo Pasquale. Per cui con somma sofferenza mi rivolgo a voi per darvi disposizioni circa la prossima celebrazione della Settimana Santa, tenendo presente il Decreto “In tempo di Covid-19” (Prot. 153/20 del 19 marzo 2020) della Congregazione per il Culto Divino e la Disciplina dei Sacramenti.

  1. Minggu Palma atau Kisah Sengsara Tuhan dirayakan tanpa ritus pemberkatan daun palma (di sini dilarang juga untuk dibagikan) dan prosesi ditiadakan. Misa dimulai seperti biasa. La Domenica delle Palme o della Passione del Signore, la si celebra senza il rito della benedizione dei rami di ulivo (di cui viene proibita anche la distribuzione) e omessa la processione, la Messa inizia come di consueto.
  2. Misa pada Perjamuan Terakhir dapat dikonselebrasikan oleh para imam dari berbagai gereja paroki, ditiadakan pembasuhan kaki (menjadi facultativ) dan prosesi Sakramen Mahakudus, yang akan ditempatkan di tabernakel. La Messa nella Cena del Signore può essere concelebrata dai sacerdoti nelle diverse chiese parrocchiali, omesse la lavanda dei piedi (già facoltativa) e la processione del Santissimo Sacramento, che andrà riposto nel tabernacolo.
  3. Kisah Sengsara Tuhan dapat dirayakan pada hari Jumat Agung. Ekspresi tobat meriah dan prosesi yang memperkaya hari-hari Minggu Kudus dan Tri Hari Suci (mis. Jalan salib) dapat dipindahkan ke hari-hari lainnya, seperti 14 dan 15 September. Il Venerdì Santo può essere celebrata la Passione del Signore. Le espressioni di pietà popolare e le processioni che arricchiscono i giorni della Settimana Santa e del Triduo Pasquale (es. Via Crucis) potranno essere trasferite in altri giorni convenienti, come il 14 e il 15 settembre.
  4. Sehubungan dengan Malam Paskah, cahaya lampu dan api ditiadakan; lilin menyala dan, setelah prosesi ditiadakan, proklamasi Paskah (Exsultet) dilakukan. Lanjut dengan Liturgi Sabda. Untuk liturgi pembaptisan, hanya janji baptisa yang diperbarui, kemudian lanjut dengan liturgi Ekaristi. Per quanto riguarda la Veglia pasquale, il lucernario con l’accensione del fuoco si omette; si accende il cero e, omessa la processione, si esegue l’annunzio pasquale (Exsultet). Segue la Liturgia della Parola. Per la Liturgia battesimale, si rinnovano soltanto le promesse battesimali, segue la Liturgia eucaristica.
  5. Perayaan sakramen Inisiasi Kristen untuk orang dewasa akan ditunda pada tanggal yang akan ditentukan. Karena tidak ada berkat air pembaptisan dan juga lustral, pembagian air yang diberkati dilarang, bahkan dengan menggunakan wadah yang telah disiapkan sebelumnya. La celebrazione dei sacramenti dell’Iniziazione Cristiana per adulti, sarà rinviata in data da definire. Non essendoci la benedizione dell’acqua battesimale né lustrale, viene proibita la distribuzione dell’acqua benedetta, anche utilizzando contenitori precedentemente preparati.
  6. Para pastor paroki yang merayakan Tri Hari Suci, dapat menggunakan sarana komunikasi telematika langsung dengan memberi tahu umat beriman tentang waktu mulai sehingga dapat bergabung dalam doa di rumah mereka, kadang-kadang tidak bersamaan dengan perayaan yang dipimpin oleh Uskup. I parroci che celebrano il Triduo Pasquale, possono utilizzare i mezzi di comunicazione telematica in diretta avvisando i fedeli dell’ora d’inizio in modo che possano unirsi in preghiera nelle proprie abitazioni, in orario non coincidente con le celebrazioni presiedute dal Vescovo.
  7. Para imam yang tidak memiliki kesempatan untuk merayakan Tri Hari Suci, maka mereka akan mendoakan ibadat brevir. I sacerdoti che non hanno la possibilità di celebrare il Triduo Pasquale pregheranno la Liturgia delle ore.
  8. Kami para Uskup telah diberikan kemampuan untuk menunda Misa Krisma. Oleh karena itu, jika kondisinya memungkinkan, kita akan merayakannya pada hari raya Hati Kudus Yesus pada 19 Juni. È stata data a noi Vescovi la facoltà di rimandare la Messa crismale. Pertanto, se le condizioni saranno favorevoli, la celebreremo nella solennità del Sacro Cuore di Gesù il 19 giugno.
  9. Mengingat kekhasan dan kesulitan ritus Pekan Suci, maka dibutuhkan kurang lebih peran-peran dalam perayaan, kehadiran diakon dan sekelompok penyanyi (tidak lebih dari 4) sesuai dengan kepatuhan terhadap aturan perlindungan kesehatan. Considerata la particolarità e la complessità dei riti della Settimana Santa, che esigono un minimo di attori celebrativi, è conveniente la presenza del diacono e di un gruppo di cantori (non superiore a 4) con la rigorosa osservanza delle norme di tutela sanitaria.
  10. Mengenai dengan buka Gereja, tetap buka hanya selama beberapa jam di pagi hari untuk kepentingan beberapa umat beriman yang ingin mengaku atau berkumpul dalam doa pribadi, dan selalu menghormati aturan. Per quanto riguarda le aperture delle Chiese, restino aperte soltanto per alcune ore del mattino a beneficio di qualche fedele che vuole confessarsi o raccogliersi in preghiera individuale, sempre nel rispetto delle regole.

Ketentuan Paus Frasiskus dan para uskup di Italia mengenai perayaan Paskah yang akan dirayakan tanpa umat, tentu menjadi tantangan besar bagi iman umat. Mengapa saya katakan demikian? Karena ketentuan ini akan mengubah kebiasaan umat yang sudah terbiasa menghadiri misa, baik itu misa hari minggu biasa maupu hari raya. Namun untuk mencegah penyebaran Covid-19, ketentuan ini patut diterima secara positif dengan penuh iman.

Dalam perbincangan saya (via mobile phone) dengan Luzzi Giulia, salah satu umat di paroki San Sisto, Perdifumo, Salerno-Italia, mengatakan bahwa semenjak penutupan gereja pada tanggal 5 Maret hingga saat ini ia merasa bahwa di situasi yang penuh dengan penderitaan ini membuat imannya yang telah dewasa ini ditantang. Kadang ia merasa putusasah karena ia sangat merindukan untuk menyambut Tubuh Kristus. Namun dia terus berdoa dan berusaha untuk menemukan Tuhan dalam segala situasi.

In questo momento di grande dolore e sopratutto come mi rapporto ora con la fede io sono stata cresciuta sempre nel rispetto della nostra fede ma crescendo ero cattolica non praticante poi grazie ad un giovane prete ha capito realmente cosa cera nel mio cuore e cosa realmente significava per me la fede so ora che e una parte fondamentale nella mia vita e ora si continuo a pregare Dio che ci aiuti a superare questo periodo spaventoso ma il fatto di non poter entrare in chiesa potermi confessare e seguire la messa e ricevere il corpo di Cristo mi fa sentire vuota e a volte disperata ma mi aiuta il pensiero che Dio e ovunque e che un giorno questo incubo finirà e ritorneremo a pregare tutti insieme nella casa di Dio amen. Inilah salah satu kesaksian bahwa virus corona menjadi tantangan terbesar dalam imam umat kristiani.

Ajakan untuk bertekun dalam iman

            Iman merupakan rahmat Allah yang diberikan kepada manusia dan menjadi dasar hidup umat kristiani. Melalui iman manusia mengungkap misteri Allah dan memahami cinta-Nya. Iman yang aplikasikan dalam tindakan akan membawa manusia sampai tujuan akhir yakni perjumpaan dengan Allah. Namun untuk sampai titik akhir tersebut iman perlu diuji.

Iman yang diuji dalam bara api akan dibentuk dan menghasilkan iman yang benar-benar murni. Dia menguji manusia untuk menjadikannya kudus dan tak bercelah sebagaimana Ia adalah kudus. Pencobaan merupakan sebuah pembaharuan iman akan Allah. Oleh karena itu, bagi orang yang beriman setiap cobaan apapun itu akan memberi kekuatan.

Rasul Petrus dalam kelemahan imannya ia selalu di coba oleh Sang Guru hingga sampai pada keyakinan dan kepasrahan yang total kepada-Nya “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau” (Luk, 22,33).

Berhadapan dengan situasi batas saat ini yakni maraknya virus corona, maka kita diuji sejauh mana iman kita kepada Dia. Allah ingin memahami hati kita yang sebenarnya. Dalam pencobaan Dia hanya ingin mau mengetahui ketulusan hati kita, siapakah yang kita sembah selama ini? Allah yang kita sembah ataukah ada alah-alah lain di dunia yang kita puja dan sembah selama ini? Inilah pertanyaan-pertanyaan gugatan untuk kembali memeriksa batin kita di hadapan Tuhan.

Paus Fransiskus dalam misanya di kapela santa Marta pada kamis 26 Maret 2020 dan dalam khotbahnya ia mengundang kita untuk mencari tahu apa berhala-berhala kita selama ini. Berhala-berhala hati yang sering kali disembunyikan. lanjutnya bahwa penyembahan berhala membuat kita kehilangan semua karunia Tuhan. Dalam homilinya, ia mengomentari bacaan pertama yang diambil dari kitab Keluaran (Kel. 32,7-14), yang menceritakan kisah anak lembu emas, Paus Fransikus berbicara tentang berhala-berhala hati, berhala-berhala yang sering kali kita disembunyikan dengan cara yang licik.

Ia menggarisbawahi bagaimana penyembahan berhala membuat kita kehilangan segalanya, membuat kita kehilangan karunia Tuhan yang telah kita terima. Penyembahan berhala membawa kita ke religiusitas yang salah. Jadi Paus meminta kita untuk melakukan pemeriksaan hati nurani dan menemukan berhala tersembunyi kita. Akhirnya, Paus mengakhiri perayaan dengan penyembahan Sakramen Maha Kudus dan berkat Ekaristi, mengundang kita semua, terutama umat yang tidak terlibat aktif dalam perayaan Ekaristi selama ini untuk membuat persekutuan spiritual dan berdoa:

Yesusku, saya percaya bahwa Engkau benar-benar hadir dalam Sakramen Maha kudus. Aku mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu dan saya merindukan-Mu dalam jiwaku. Karena saya tidak dapat menerima Engkau secara sakramen sekarang, setidaknya secara rohani Engkau datang ke dalam hatiku. Ketika Engkau sudah datang, kumememluk-Mu dan saya mempersatukan seluruhnya dengan Engkau. Jangan biarkan itu memisahkanku dari Engkau”. “Gesù mio, credo che sei realmente presente nel Santissimo Sacramento. Ti amo sopra ogni cosa e ti desidero nell’anima mia. Poiché ora non posso riceverti sacramentalmente, vieni almeno spiritualmente nel mio cuore. Come già venuto, io Ti abbraccio e tutto mi unisco a Te. Non permettere che abbia mai a separarmi da Te”.

Doa Paus Fransiskus serentak menjadi kekuatan untuk melawan ketakutan terhadap Covid-19. Ia mendoakan secara khusus para lansia, para penganggur, mereka yang mengalami ketakutan terhadap pandemi Covid-19, khususnya Paus berdoa agar Tuhan membantu kita mengatasi rasa takut saat ini yang ditandai oleh pandemi Covid-19.

Bagi orang yang percaya dan bertahan dalam iman Tuhan tidak akan meninggalkannya. Elia adalah seorang nabi yang hidup dalam pengalaman dengan Allah, ia adalah orang yang sangat beriman kepada Allah (1Raja-Raja 19), namun dalam hidupnya ada juga situasi-situasi batas, saat-saat sulit, di mana ia merasakan bahwa Tuhan tidak lagi bersama dia.

Elia ingin mati karena orang Israel tidak mendengarkannya dan tidak mengikutinya. Elia kecewa dengan Tuhan bahwa dia ingin Tuhan mengambil nyawanya. “… kemudian ia ingin mati katanya: Cukuplah itu! Sekarang, ya Tuhan! Ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku”(1Raja-raja 19:4).

Namun ketulusan dan kesetiaannya kepada Tuhan tidak pernah berakhir. Elia terus mempercayakan dan membagikan pengalamannya dengan Tuhan, dan apa yang terjadi padanya? Tuhan menyambut imannya, membawanya kembali ke jalan yang benar untuk melanjutkan misinya sebagai seorang nabi.

Tuhan tidak menolak umat-Nya yang Dia pilih sejak awal. Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang percaya dan berharap kepada-Nya. Situasi batas dalam hidup: penderitaan, kemiskinan, penyakit dan kematian adalah saat-saat kebenaran di mana Allah menguji iman kita seperti emas dalam api.

*) Frater calon imam Vocationist; tengah studi teologi di Universitas San Luigi Napoli, Italia.

Komentar

Berita lainnya OPINI

To Top