Dosen dan Mahasiswa KBPM di Kualin Bantu Masyarakat SP Online dan Cegah Stunting | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dosen dan Mahasiswa KBPM di Kualin Bantu Masyarakat SP Online dan Cegah Stunting


SP ONLINE. Para mahasiswa KBPM UKAW tengah membantu pemerintah menyukseskan Sensus Penduduk (SP) Oline di Desa Nunusunu, Kecamatan Kualin. (FOTO: Istimewa)

PENDIDIKAN

Dosen dan Mahasiswa KBPM di Kualin Bantu Masyarakat SP Online dan Cegah Stunting


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diemban oleh dosen dan mahasiswa, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat. Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang sebagai salah satu Perguruan Tinggi swasta terkemuka di NTT terus giat melaksanakannya dengan turun ke masyarakat dalam program Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM).

Naniana N. Benu, S.Pd., M.Hum, dosen yang menjadi pendamping KBPM di Desa Tuafanu, Kiufatu, dan Nunusunu di Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kepada TIMEXKUPANG.com, Jumat (27/3) menjelaskan, KBPM UKAW pada semester ini mengambil tema, “Pptimalisasi sumber daya dalam rangka ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan demi kesejahteraan masyarakat”.

Dosen yang akrab disapa Nani Benu menyebutkan, KBPM kali ini dilaksanakan di 96 desa pada 25 kecamatan di daratan Timor, Rote, dan Sumba dan berlangsung dari 24 Februari hingga 25 Maret 2020.

Pola KBPM UKAW kali ini, jelas Nani Benu, adalah tematik, dimana orientasi program atau kegiatannya terfokus pada bidang tertentu sesuai dengan permasalahan kemasyarakatan dan arah kebijakan pembangunan yang diselenggarakan pemerintah wilayah sasaran KBPM.

“Sasaran yang hendak dicapai dalam KBPM tematik ini adalah kelompok dasa wisma, peningkatan pemanfaatan halaman dan pelestarian lingkungan, optimalisasi SDM menjadi kelompok produktif dan mandiri, optimalisasi SDA bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan (sanitasi dan air bersih), serta pengembangan wisata (alam, budaya, kuliner),” urai Nani Benu.

Nani Benu mengemukakan, KBPM UKAW kali ini berbasis problem solving, yakni upaya memecahkan masalah dengan tema tertentu sehingga kegiatan mahasiswa terfokus untuk mengatasi masalah tertentu agar mencapai target sesuai harapan.

Mahasiswa KBPM UKAW foto bersama masyarakat usai sosialisasi pola hidup sehat untuk mencegah stunting di Kecamatan Kualin. (FOTO: Istimewa)

“Dalam kegiatan tersebut, dosen juga dituntut untuk tidak hanya bertugas mendampingi mahasiswa tetapi ikut melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM),” beber Nani.

Khusus desa-desa yang menjadi wilayah dampingannya, Nani mengatakan bahwa kegiatan yang telah dilakukan bersama para mahasiswa, yakni sosialisasi pola hidup sehat untuk mencegah stunting, pelatihan pembuatan pangan fungsional bagi kelompok PKK, serta penyuluhan tentang masalah putus sekolah yang masih tinggi.

“Kegiatan PKM ini melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, tokoh agama, kelompok-kelompok PKK. Selain itu beberapa kegiatan lain yang dilakukan oleh mahasiswa yaitu penanaman anakan pohon untuk penghijauan, penanaman kelor, dan penyuluhan tentang hidup sehat yang melibatkan anak-anak sekolah. Mahasiswa juga turut serta dalam menyukseskan sensus online 2020,” ungkapnya.

Nani Benu menambahkan, kegiatan PKM yang dilakukan dosen dan KBPM oleh mahasiswa kali ini hanya menyentuh sedikit dari bebagai persoalan di desa yang kompleks, dan belum menjawab permasalahan secara tuntas. Namun paling tidak menunjukan kepedulian akademisi dalam turut serta membangun desa.

Para kepala desa, demikian Nani, menyambut baik kegiatan KBPM mahasiswa UKAW ini. Mereka bahkan berharap UKAW terus mengirimkan mahasiswa ke desa mereka karena masyarakat merasakan manfaat dari keterlibatan mahasiswa.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Tuafanu, Naema E D Taopan disela-sela penyuluhan dan pelatihan mengatakan, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat bagi mereka ibu-ibu PKK. Ini sebagai ajang berbagi ilmu dan pengalaman untuk membangun dan memberdayakan masyarakat.

Kepala Desa Tuafanu, Yan I. S. Boimau mengharapkan sinergi masyarakat di desa dengan kampus akan terus berlanjut sehingga desa Tuafanu siap menerima mahasiswa KBPM UKAW pada periode berikut.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Kiufatu dan Nunusunu dalam kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa KBPM. Untuk diketahui, ditiga desa yang menjadi wilayah dampingan Nani Benu, terdapat 30 orang mahasiswa. Masing-masing desa di plot 10 orang mahasiswa. (aln)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top