Curi Puluhan Barang Elektronik, Polres TTU Tangkap Residivis Asal TTS | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Curi Puluhan Barang Elektronik, Polres TTU Tangkap Residivis Asal TTS


BARANG BUKTI. Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas didampingi Wakapolres TTU, Kasat Reskrim Polres TTU memperlihatkan BB hasil curian yang dilakukan Imanuel Selan di Kefamenanu saat konfrensi pers, di Mapolres TTU, Senin (30/3). (FOTO: Petrus Usboko/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Curi Puluhan Barang Elektronik, Polres TTU Tangkap Residivis Asal TTS


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tim buru sergap (Buser) dan Tim dari Satreskrim Polres TTU berhasil mengungkap aksi pencurian dan menangkap pelaku yang telah meresahkan masyarakat TTU selama ini, terutama warga Kefamenanu dan sekitarnya.

Pelaku pencurian yang diketahui bernama Imanuel Selan, 27, warga Boking, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) itu diamankan Tim Gabungan Polres TTU di kontrakanya di RT 002/RW 001, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Sabtu (28/3) dini hari.

Dari tangan pelaku, aparat mengamankan puluhan barang elektronik dan alat pertukangan sebagai barang bukti (BB). Diantaranya 10 unit HP Android berbagai merk dan 5 unit HP Nokia, 4 unit notebook, 3 unit gurinda listrik, 2 unit alat profil, 2 unit skaf listrik, 1 unit gergaji listrik, 2 lembar kain motif buna, 1 setrika listrik, 1 pucuk senapan angin, 1 karung beras 40Kg dan beberapa barang bukti lainnya.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas dalam konfrensi pers yang digelar Senin (30/3) mengatakan, tim gabungan dari Polres TTU berhasil mengamankan pelaku pencurian dengan pemberatan berdasarkan lima laporan polisi dari masyarakat Kota Kefamenanu.

Nelson menyebutkan, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan juga beberapa korban yang melapor sebelumnya. Hasilnya itu pelaku mengakui perbuatanya yakni melakukan aksi pencurian berulang kali di wilayah Kota Kefamenanu dan sekitarnya.

Dari hasil keterangan itu, kata Nelson, penyidik telah menetapkan status tersangka terhadap pelaku pencurian dan langsung dilakukan penahanan selama 21 hari kedepan demi kepentingan proses hukum.

“Polisi sudah amankan pelaku pencurian yang selama ini sangat meresahkan masyarakat Kota Kefamenanu. Polisi juga sudah mengamankan beberapa barang bukti yang digunakan pelaku untuk memperlancar aksinya serta barang bukti hasil pencurian,” tutur Nelson

Menyinggung terkait modus yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya, Nelson menjelaskan, bahwa pelaku melakukan aksi pencurian secara sendirian dengan menggunakan obeng dan linggis untuk mencongkel pintu rumah dari setiap korban.

Menurut Nelson, dari hasil pencurian itu korban berencana menjualnya kembali kepada warga Kota Kefamenanu dengan kisaran harga mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 800.000. Harga pasaran itu bervariasi sesuai jenis barang dan merk.

“Pelaku melakukan pencurian dengan cara mencongkel menggunakan obeng dan linggis. Pelaku berkasi sekira pukul 01.00 sampai dengan Pukul 03.00 wita dinihari. Barang hasil curian itu pun dijual dengan harga murah kepada masyarakat,” jelasnya.

Terkait ancaman hukuman, lanjut Nelson, aksi pencurian yang dilakukan oleh pelaku sudah berulang kali dengan korban yang berbeda sehingga pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman kurungan badan maksimal 7 tahun penjara.

Selain itu juga, ucap Nelson, pelaku pencurian ini merupakan residivis dengan kasua pencurian sapi yang terjadi di wilayah hukum Polres TTS pada beberapa tahun lalu dan pelaku baru selesai menjalani hukuman awal tahun 2019.

“Penyidik terapkan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman untuk jerat pelaku apalagi pelaku adalah seorang residivis sehingga pelaku diancam hukuman kurungan badan maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya.

Turut hadir dalam konfrensi pers tersebut, Wakapolres TTU Kompol Yeter Benediktus Selan, Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan, Kasi Propam Polres TTU, Ipda Jimi Sigakole dan KBO Ops Ipda Anyer Nenobais. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top